by

PBNU: Tetap Tenang, Tidak Terprovokasi Ujaran Joseph Paul Zhang

Kabar Damai | Senin, 19 April 2021

Jakarta | kabardamai.id | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut berkomentar terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Joseph Paul Zhang dalam sebuah video yang viral belakangan ini. Sosok tersebut diduga menghina dan mencederai keyakinan dan ajaran umat Islam.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengecam keras pernyataan Joseph Paul Zhang tersebut. Pasalnya, PBNU menyebut pernyataan yang dikeluarkannya itu masuk ke dalam penghinaan terhadap keyakinan umat Islam.

Namun, seperti dilansir kabar24.bisnis.com (19/4),  Helmy mengajak kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dan melakukan hal-hal di luar koridor hukum yang berlaku.

Menurutnya, kesucian bulan Ramadan harus senantiasa dijaga dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, yang salah satunya, saling menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama.

Kiai Helmy mengatakan PBNU pun meminta aparat kepolisian untuk segara melakukan langkah nyata untuk menyelesaikan pernyataan yang meresahkan ini.

“Meminta aparat keamanan, dalam hal ini Polri, untuk segera melalukan langkah kongkret mengusut dan menangkap Joseph Paul Zhang atas perbuatannya tersebut,” demikian kata Helmy dalam pernyataan sikap PBNU yang dilansir laman resminya, Minggu (18/4/2021), seperti dikutip kabar24.bisnis.com .

Ketua PBNU Robikin Emhas juga mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian yang langsung penyelidikan melalui koordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui secara pasti keberadaan Joseph Paul Zhang. Robikin berharap, jika nantinya sudah cukup bukti-bukti penyelidikan untuk segera dilakukan penyidikan.

Baca Juga : Diduga Nistakan Agama, Made Darmawati Minta Maaf ke Umat Hindu

Robikin mengatakan PBNU mempercayakan semua kepada kepolisian. Dia percaya kepolisian bisa membawa yang bersangkutan ke meja pengadilan untuk dimintai pertanggungjawaban. Robikin mengajak umat Islam untuk tidak menunjukkan sikap yang dapat memperkeruh suasana dengan membalas atau melakukan hal-hal lain yang merugikan umat Islam sendiri.

 

Muhammadiyah: Paul Zhang Perlu Diperiksa Kejiwaannya

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti meminta agar kepolisian memeriksa kondisi kejiwaan Jozeph Paul Zhang.

“Terkait video Jozeph Paul Zhang, selain pemeriksaan kepolisian, saya kira perlu ada pemeriksaan kejiwaan,” kata Abdul Mu’ti melalui akun Twitter miliknya, Minggu (18/4/2021).

Abdul meminta agar masyarakat khususnya umat Muslim tak resah dengan aksi Jozeph tersebut. Pasalnya, apa yang dikatakan oleh Jozeph dalam videonya tersebut sudah dipastikan tidak benar.

“Umat Islam tidak perlu resah karena sudah tahu bahwa semua yang dikatakan Joseph itu salah,” ungkapnya.

Abdul mengajak masyarakat untuk mengurusi berbagai persoalan penting lainnya demi kemajuan umat dan tidak terpaku pada kasus Jozeph tersebut.

“Kita urus hal-hal yang lebih maslahat untuk kemajuan umat,” tuturnya.

 

 

PGI Ragukan Gelar Pendeta Joseph Paul

Sementara, beredar kabar di media sosial Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai Nabi ke-26 merupakan seorang pendeta. Namun Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) meragukan gelar pendeta Jozeph Paul Zhang.

“Saya tidak tahu pasti. Pendeta itu jabatan gerejani, sementara dia tak jelas dari gereja mana?” kata Ketua PGI, Gomar Gultom saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (18/4/2021).

Dalam video-videonya di YouTube, Jozeph Paul Zhang menuliskan dirinya sebagai Ps atau Pastor dan bergelar Mth (Master of Theology). Jozeph Paul Zhang juga kerap berbicara mengenai agama Kristen.

Soal heboh Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina agama, Gomar Gultom meminta masyarakat untuk mengabaikannya. Gomar Gultom menilai pria tersebut tak perlu diberi perhatian.

“Menurut saya yang beginian ini tak usah diberi perhatian. Semakin ditanggapi dia akan semakin mendapat tenar di medsos, abaikan saja,” ujar Gomar Gultom.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed