Patriarki, Sistem yang Menjadi Tembok Bagi Perempuan

Kabar Utama261 Views

Kabar Damai | Kamis, 11 Mei 2023

Lampung | Kabardamai.id | Sesuatu yang dapat menghancurkan tembok bagi perempuan adalah dimulai dari perempuan itu sendiri. “Women support women” menjadi semangat yang harus terus digaungkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Harkirtan Kaur, seorang tokoh Perempuan Sikh sekaligus Staf Hukum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Kirtan, sapaan akrabnya, menjadi salah satu narasumber dalam talkshow bertajuk “Woman as A Peacemaker in Post Pandemic Era” yang merupakan rangkaian kegiatan Peace Train Indonesia (PTI) di Gereja Kristus Tanjung Karang, pada Kamis (11/5).

Lahir dan berkembang di komunitas yang mayoritas merupakan etnis Punjabi, membuat Kirtan menyadari bahwa etnis ini sangat menganut sistem patriarki. Menurutnya, sistem patriarki inilah yang membatasi kesempatan bagi perempuan untuk berkembang.

“Sistem patriarki ini yang menjadi salah satu tembok penghadang bagi perempuan untuk berkarya. Jadi, kesempatan-kesempatan untuk perempuan itu terbatasi,” katanya.

Selanjutnya, Kirtan menjelaskan kondisi patriarki yang berkembang saat ini. Menurutnya, walaupun perlahan berusaha untuk dikikis, tetapi tampaknya akan kembali menjadi akar permasalahan di masa yang akan datang karena penumpasannya yang tak sampai akar.

“Akar-akar patriarki ini yang belum dibasmi, jika tidak dibasmi ini akan menjadi seperti kanker ya, akan kembali tumbuh lagi di masa yang akan datang,” jelasnya.

Kirtan juga menyampaikan bahwa tak hanya laki-laki, ternyata masih banyak perempuan yang belum sadar mengenai kesetaraan gender. Seringkali perempuan terkungkung dengan stereotip bahwa dirinya hanya akan berakhir “di dapur”.

“Ini yang membuat saya kecewa, karena seorang perempuan dapat mematahkan semangat perempuan lainnya. Jadi, kaum kita sendiri yang membangun tembok itu untuk kita,” ungkapnya.

Menurutnya, perempuan yang akan menjadi seorang ibu nantinya, harus mempunyai pendidikan yang luas sebagai guru pertama bagi anaknya. Maka, seorang perempuan harusnya berpendidikan dan berwawasan mengenai berbagai hal.

“Menjadi orang tua, mendidik anak tidak hanya modal uang, tetapi modal kecerdasan juga,” ujarnya.

Terakhir, Kirtan berharap agar seluruh lapisan, baik laki-laki maupun perempuan, dapat memberikan dukungan kepada perempuan agar tercipta ruang aman bagi perempuan untuk mengaspirasikan ide-ide.

 

Penulis: Antuk Nugrahaning Pangeran

Editor: Amatul Noor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *