by

Pandemi, NU dan Muhammadiyah Imbau Dana Kurban Didonasikan ke Warga Terdampak

Kabar Damai | Minggu, 18 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Pandemi telah berdampak pada perekonomian masyarakat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat mendonasikan atau menyedekahkan dana kurbannya untuk membantu warga terdampak Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial-ekonomi. Oleh karena itu, PBNU mengimbau warga nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan dibelikan hewan, untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” demikian dikutip dari Surat Edaran PBNU 4162/C.I.34/07/2021, Sabtu, 17 Juli 2021.

Melansir laman Kementerian Agama, surat edaran ini terbit pada 28 Dzulqa’dah 1442 H atau 9 Juli 2021. SE ini ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Meski demikian, PBNU mempersilakan warga yang mampu bila ingin tetap membeli hewan kurban, serta membantu warga terdampak Covid-19.

“Warga nahdliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak Covid-19, dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban dipersilakan untuk melaksanakan keduanya,” demikian tertulis dalam poin d edaran tersebut.

Baca Juga: Muhammadiyah Tiadakan Sholat Idul Adha di Masjid, Bukan Tanda Akhir Zaman

Dalam ketentuan lainnya, edaran ini menjelaskan, tempat-tempat yang dinyatakan aman dari Covid-19 oleh pemerintah setempat dan satgas Covid-19 dapat melaksanakan Salat Iduladha di masjid/mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan daerah yang menjalankan PPKM Darurat diminta untuk tidak melaksanakan salat di masjid/mushalla atau lapangan.

Imbauan senada disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang tertuang dalam edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021 tentang Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19, serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 1442 Hijriah. Imbauan ini ditandatangani Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Sekretaris Mohammad Mas’udi di Yogyakarta, 2 Juli 2021.

Selain mengimbau Salat Iduladha di rumah, PP Muhammadiyah menyarankan umat muslim yang hendak berkurban, bisa dialihkan dengan bersedekah menggunakan uang tunai. Sebab, jumlah kaum dhuafa di Indonesia meningkat karena dampak pandemi Covid-19. Sehingga,

sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

Meski demikian, PP Muhammadiyah juga mempersilakan umat muslim yang mampu untuk melangsungkan keduanya baik berkurban dan bersedekah uang tunai. Baik membantu duafa maupun berkurban, keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

ACT Bagikan 1.000 Sapi Kurban ke Jawa dan Bali

Aksi nyata untuk menguatkan masyarakat di tengah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa-Bali terus dilakukan. Bertempat di Waqf Distribution Center, 1.000 ekor sapi untuk masyarakat terdampak pandemi di Jawa-Bali diluncurkan, Jumat, 16 Juli 2021.

Melansir Republika Online, gerakan yang mendapat dukungan dari MUI dan berbagai organisasi masyarakat ini berikhtiar menghadirkan bantuan pangan terbaik menjelang hari raya Iduladha 1442 Hijriah. Presiden ACT Ibnu Khajar menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, salah satu cara terbaik adalah dengan berkurban.

ACT melalui Global Qurban berikhtiar mendistribusikan 1.000 sapi kurban untuk masyarakat terdampak pandemi di Jawa-Bali yang merupakan wilayah paling terdampak di Indonesia.

“Dalam spirit Indonesia Darurat Solidaritas Selamatkan Bangsa dari Pandemi, selain seribu ton logistik pangan, dan 100 ribu karton Air Minum Wakaf, kami juga akan menyalurkan bantuan 1.000 ekor sapi kurban jelang Iduladha. Kita sampaikan amanah para dermawan,” ujar Ibnu, kutip dari republika.co.iod (17/7).

Ibnu menjelaskan, aksi ini menjadi bukti, bahwa bukan hanya nilai-nilai ibadah yang bisa digapai dengan berkurban. Namun, berkurban juga memiliki nilai sosial. Di tengah pandemi ini, kurban mampu menjadi penopang agar masyarakat bisa bertahan dari kelaparan. Daging-daging berkualitas yang dibagikan, juga mampu menunjang kebutuhan gizi masyarakat Indonesia, yang perannya sangat penting di masa pandemi Covid-19.

Idul Adha tahun ini, Global Qurban-ACT menjadikan 34 provinsi di Indonesia serta 60 negara sebagai wilayah sasaran penerima manfaat daging kurban Sahabat Dermawan. Dengan mengusung tema “Berqurban Tanpa Batas”, Global Qurban-ACT siap menunaikan amanah tak terbatas jarak, teritori, dan kuantitas demi luasnya kebermanfaatan yang diterima masyarakat dunia.

Distribusi hewan kurban ini merupakan kelanjutan dari Operasi Pangan Gratis yang sejauh ini telah dilakukan ACT melalui Global Wakaf dan Masyarakat Relawan Indonesia. Tidak sendiri, distribusi sapi kurban akan dilakukan secara lebih masif oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari MUI bersama seluruh ormas yang dinaungi dan organisasi masyarakat, antara lain Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Hadir di Tengah Kondisi Kedaruratan Masyarakat

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama dengan Ibnu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Yusnar Yusuf memberikan apresiasi atas aksi yang dilakukan ACT. Yusnar juga menyatakan bahwa MUI memberikan dukungan penuh terhadap aksi ini. Organisasi-organisasi masyarakat yang berada di bawah naungan MUI juga siap membantu pendistribusian bantuan ACT.

“Di saat saudara-saudara kita sebangsa diterpa badai Covid-19 dari hari ke hari, tidak ada jalan lain selain kita serahkan kepada Allah SWT. Sambil beristigfar, kita juga harus saling membantu saudara kita yang terdampak. Dengan aksi ini, umat jangan takut tidak dapat makanan. ACT tetap akan tegak sampai titik darah pengahabisan. ACT hadir dengan penuh keikhlasan dan penuh semangat untuk masyarakat yang terdampak pandemi. Insyaallah semangat dari ACT ini juga akan membuat semua elemen masyarakat bisa ikut bergerak membantu sesama,” pungkas Yusnar.

Selain dukungan dari MUI, Drs. Noery Ispandji Firman Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat, juga menyatakan dukungannya terhadap program ACT yang hadir di tengah kondisi kedaruratan masyarakat.

“Program ACT ini sangat tepat karena memang kondisi masyarakat di Jawa dan Bali ini semakin darurat. Dan kondisi darurat ini benar-benar darurat. Kehadiran ACT di sini sangat bermanfaat dan tepat sasaran, tepat waktu, sehingga alhamdulillah mudah-mudahan bisa menahan gejolak bangsa yang saat ini dalam tekanan yang luar biasa,” tandasnya. [kemenag/republika]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed