by

Pandangan Moderasi Beragama Menurut Dr. Azyumardi Azra

Kabar Damai I Minggu, 19 Agustus 201

Jakarta I Kabardamai.id I Moderasi beragama adalah merupakan praktik atau cara pandang dalam beragama yang mengedepankan kemaslahatan bersama. Tentu tidak hanya kepada penganut agama yang sama namun juga yang berbeda.

Ditengah keberagaman yang begitu kental di Indonesia, tentu moderasi beragama menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diimplementasikan. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Azyumardi Azra menyatakan Islam sebagai agama terbesar di Indonesia telah tampak dan melaksanakan moderasi beragama tersebut ditengah keberagaman yang ada saat ini.

“Indonesia berbeda dengan di tempat-tempat lain karena apa. Karena sangat menonjolkan hal-hal yang bersifat inklusif termasuk juga moderasi dalam beragama dan ini saya kira yang paling terlihat itu adalah di kalangan umat Islam,” ungkapnya.

Ia menyatakan Islam Indonesia jumlahnya 88,2% dari 260 juta penduduk, jadi moderasi itu sebetulnya sangat terlihat dalam umat Islam, misalnya moderasi itu umat Islam Indonesia para pemimpinnya, ulama, Kyai dan Ustad bisa menerima Indonesia tidak berdasarkan Islam dan Indonesia tidak menjadi negara Islam dan bersedia menerima Indonesia berdasarkan Pancasila.

Baca Juga: Mahasiswa PTKI Harus Siap Jadi Agen Moderasi Beragama

Apa yang telah dilakukan para ulama di Indonesia menurut Azyumardi Azra memicu keheranan negara-negara yang lain. Hal ini karena Pancasila dapat dikedepankan dan tidak memaksakan untuk menjadi sebuah negara dengan berlandaskan agama tertentu.

“Hal itu tidak mungkin terwujud kalau nggak ada moderasi dari umat Islam nggak mungkin karena jumlahnya besar. Oleh karena itulah sampai sekarang banyak pengamat di Eropa maupun di Amerika masih terheran-heran Kenapa indonesia yang mayoritas mutlak penduduknya muslim 88,2% tidak menjadi negara Islam tidak negara berdasarkan Islam,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di Eropa yang banyak sekali negara berdasarkan agama berdasarkan agama, Kristen terutama. Oleh karena itu baik secara historis dalam pembentukan negara Indonesia sejak 17 Agustus 1945 sampai sekarang terlihat sekali bahwa moderasi itu Kelihatan sekali dalam keberagamaan khususnya dalam hal ini Islam sebagai umat yang terbesar.

“Masyarakat khususnya umat Islam menerima pancasila 4 prinsip dasar negara bangsa Indonesia yaitu UUD 45, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya.

“Moderasi yang diperlihatkan sepanjang sejarah demokrasi tentu saja juga terlihat di dalam berbagai lapangan kehidupan dimana para pemimpin ataupun kalangan nonmuslim itu bisa menjadi pejabat publik bisa jadi menteri bisa jadi apa saja gubernur bupati dan walikota,”.

“Tidak ada halangan di dalam konstitusi kita misalnya presiden dan wakil presiden harus muslim, ini menunjukkan sikap moderasi yang saya kira sangat penting bagi umat Islam sekali lagi sebagai warga negara terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Rio P

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed