by

Pakar Usul BNPT Diberi Kewenangan Lebih Buat Gerakan Nasional Kontra Radikalisme

Kabar Damai I Rabu, 3 November 2021

Jakarta I kabardamai.id I Pakar Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menyampaikan usulan agar pemerintah memberikan kewenangan lebih kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menggerakkan masyarakat sehingga tercipta gerakan nasional kontra radikalisme dan terorisme.

“Yang dilawan oleh BNPT itu bukan hanya satu-dua kelompok, satu-dua orang, tapi radikalisasi yang sudah masif di masyarakat. Makanya, perlu kekuatan besar,” tutur Stanislaus Riyanta saat menjadi narasumber dalam podcast Kafe Toleransi yang diunggah dalam kanal YouTube Humas BNPT, dipantau dari Jakarta, Sabtu, 30 Oktober 2021, dikutip dari laman damailahindonesiaku.com (1/11).

Menurutnya, melansir dari Pusat Media Damai BNPT, kekuatan besar itu sebenarnya adalah masyarakat dan untuk menggerakkan mereka diperlukan kewenangan yang besar. Dengan demikian, dari gambaran tersebutlah Stanislaus Riyanta menyarankan agar pemerintah dapat meningkatkan kewenangan yang dimiliki oleh BNPT sebagai sebuah lembaga penanggulangan radikalisme yang akan mengarah pada terorisme itu.

Stanis, sapaan akrabnya, juga menyebut di era Industri 4.0 ini, dampak radikalisasi memiliki tingkat bahaya yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Ia mengamati, bila dahulu pengaruh radikalisasi dilakukan secara tatap muka dari orang ke orang, pada saat ini, kelompok radikalisme lebih mudah untuk merekrut anggota baru.

Baca Juga: FKPT – BNPT dan Propaganda Kelompok Teroris

Mereka melakukan propaganda yang disebar melalui berbagai konten di internet. Kemudian, semua orang dapat membaca, mendengar, ataupun melihat konten tersebut, lalu mereka menjadi terpapar.

Stanis pun berpendapat pemberian wewenang lebih terhadap BNPT dapat membuat mereka memiliki kemampuan memengaruhi ataupun mengintervensi kebijakan lembaga lain terkait kontra radikalisme dan terorisme. Karena pada dasarnya penanggulangan ancaman radikalisasi di era Industri 4.0 ini membutuhkan kolaborasi antarlembaga.

“Harus ditingkatkan lagi kewenangan BNPT. Kalau setara dengan lembaga-lembaga lain, berkolaborasi hanya formal akan menjadi repot,” ujar Stanis.

Kala kewenangan antara BNPT dengan lembaga lain sejajar, tambah Stanis, lembaga-lembaga tersebut akan cenderung mempertanyakan kenapa mereka harus ikut berperan menanggulangi radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, BNPT juga membutuhkan kewenangan lebih dalam memastikan seluruh lembaga di Indonesia ikut berperan menanggulangi ancaman radikalisme dan terorisme yang semakin berbahaya pada saat ini.

BNPT Sambut Hari Pahlawan

Sementara itu, BNPT bersama Kementerian Sosial (Kemensos), unsur Pramuka, Karang Taruna, IKPNI dan unsur sosial lainnya melaksanakan kegiatan kerja bakti di Taman Makam Pahlawan Utama Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, 31 Oktober 2021.

Kegiatan ini merupakan bagian dari acara Memperingati Hari Pahlawan 2021 dengan tema “Pahlawanku Inspirasiku.”

Ketua Umum Panitia Hari Pahlawan 2021 yang juga merupakan Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial di Kementerian Sosial RI Murhardjani menjelaskan kegiatan kerja bakti di makam pahlawan nasional bertujuan untuk membangun ingatan kolektif terkait nilai-nilai luhur pahlawan.

“Acara ini bertujuan untuk membangun ingatan kolektif generasi muda dan menggerakkan kesadaran mereka agar meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Muhardjani berharap setiap insan Indonesia terutama generasi muda BNPT dapat ikut membangun negeri sesuai dengan potensi dan profesi masing-masing.

“Setiap anak bangsa khususnya personil BNPT dapat merefleksikan semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, agar mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa yang kompleks dan dinamis terutama terkait upaya penanggulangan terorisme dari hulu ke hilir,” terangnya.

Sementara itu, Analis Kelembagaan BNPT Isheri, S.Sos mengatakan, pihak BNPT memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya acara ini.

“Kami mengapresiasi acara ini dibuktikan dengan keikutsertaan kami dalam acara ini. Harapannya seluruh personil BNPT dapat memiliki semangat nasionalisme yang tinggi sehingga dapat terhindar dari paham – paham pemecah persatuan bangsa,” jelas Isheri.

Keterlibatan BNPT dalam acara ini menunjukkan tingkat kepedulian generasi muda BNPT dalam pemeliharaan situs sejarah bangsa.

“Kepahlawanan era saat ini bukan lagi seragam dan senjata melainkan memiliki empati untuk saling menolong, saling menghargai dan menghormati para Pahlawan dengan mengisi kemerdekaan lewat kegiatan- kegiatan produktif dan positif,” ujarnya.

BNPT sebagai salah satu mitra Kemensos dalam Program Sinergisitas 48 K/L Perpres Nomor 7 Tahun 2021 mengirimkan 50 personil untuk ikut dalam kegiatan kerja bakti ini. [damailahindonesiaku]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed