by

Nur Rofiah: Gender Hingga Pernikahan dalam Islam

-Kabar Puan-34 views

Kabar Damai | Senin, 06 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Gusdurian TV dalam program Podcast Teman Ngopi berbincang dengan Nur Rofiah, pengajar di Perguruan Tinggi Al-quran tentang tafsir pernikahan di dalam Al-quran.

Ia menyatakan tertarik pada tafsir Al-quran diawali dari kebetulan semata, lebih tepatnya dimulai dari saat penempuh pendidikan pra SD sudah dimulai dari TK Islam hingga pada studi tingkat lanjutnya. Namun, dari rasa keberulan tersebut ia menyadari bahwa tafsir adalah hal yang penting, terlebih saat dikaitkan dengan isu gender yang kemudian menurutnya ia temukan minat serta bakat yang sejalan dengan pekerjaan.

Ditanya pula mengapa ia tertarik pada isu gender, menurutnya karena isu gender merupakan isu yang juga ada dalam Al-quran yang sampai sekarang tetap relevan untuk dibahas dan didiskusikan. Hal ini karena isu gender soal kesadaran dan juga kemanusiaan.

“Gender itu bukan hanya sebagai topik, tapi lebih penting lagi sebagai perspektif dalam melihat dunia. Termasuk perspektif dalam memahami agama terkhusus lagi dalam memahami Al-quran,” ungkapnya.

Saat ini, ia sedang aktif dan fokus dalam kegiatan Gelar Ngaji KGI atau Keadilan Gender Islam. Kegiatan ini selalu ia upayakan dilaksanakan bersamaan dengan kesibukannya dalam mengisi workshop dan training keluar kota. Kegiatan ini terbuka pula untuk umum sebagai sarana belajar adil gender untuk semua.

Baca Juga: Nur Rofiah: Perempuan adalah Manusia Bukan Properti

Awalnya materi gender jika dikaitkan dengan Islam baru terbatas pada forum tertentu. Biasanya dalam kegiatan terbatas dan diikuti oleh peserta yang datang bukan karena keinginan sendiri.

Namun, dalam KGI yang telah terselenggara, Nur Rofiah menyatakan dan menemui bahwa sebenarnya ada banyak sekali yang minat belajar serius meskipun tidak dibayar dan tidak diberi fasilitas namun karena kebutuhan dan minatnya.

KGI sudah memasuki seri kedua, pada seri pertama KGI dilaksanakan dengan memahami konsep gender dan konsep kesadaran perempuan bahwa sejarah manusia diwarnai fase bahwa perempuan bukan manusia, yang bisa jadi sejak berabad lalu manusia menafsirkan bahwa manusia identik dengan laki-laki.

Cara pandang tersebut menurut Nur Rofiah biasanya mengendap dialam bawah sadar dan diturunkan dari satu generasi ke generasi setelahnya. Sedangkan topik pada KGI seri kedua adalah relasi gender dalam Bahasa Arab.

“Islam datang dengan spirit bahwa perempuan juga manusia, itu clear sekali,” tuturnya.

Menurutnya pula, saat ini relevansi memahami isu ini bagi masyarakat adalah mayoritas masyarakat Indonesia itu Islam, Al-quran dan hadist tentu sangat mempengaruhi cara bersikap karena merupakan bagian dari alam bawah sadar sehingga perlu untuk mereflesikan bahwa dibuat dalam bahasa apapun Al-quran memang tidak salah namun yang penting adalah memahami karakter bahasa tersebut.

Menurup perbincangannya, ia mengungkapkan dan menanggapi tentang tingginya ketimpangan relasi gender dalam kehidupan. Ia menyatakan bahwa Al-quran adalah kitab keadilan, kitab kemaslahatan dan kitab yang membimbing untuk bersikap secara manusiawi dan diperlakukan juga secara manusiawi oleh pihak lain. Ini harus dipegang teguh sehingga harus dipahami ayat yang ada harus merefleksikan kesadaran.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed