Nubuatan Imlek 2572 Kongzili: Kembalinya Pemerintahan yang Diperkenan Allah

Opini96 Views

Vincent Jaya Saputra

Tanggal 12 Feb 2021, bangsa Cina dan suku Tionghoa seluruh dunia merayakan Imlek 2572 Kongzili. Saya yakin di tahun kerbau emas ini, Tuhan ingin menyatakan bahwa hukum dan keteraturan bermasyarakat dan bernegara sangat tergantung pada penundukkan diri manusia pada otoritas Allah.

Sudah lama manusia menyampingkan dan dengan sengaja memilih tidak menaati hukum dan peraturan yang ditetapkan Allah. Akibat ketidaktaatan ini, setiap ranah masyarakat terkena dampaknya.

Mulai dari hilangnya hubungan yang akrab dengan Allah di ranah agama, hilangnya komunikasi yang terbuka dalam ranah keluarga, hilangnya kemanusiaan dalam ranah ekonomi, hilangnya keadilan sosial dalam ranah pemerintahan, tereduksinya keutuhan manusia hanya menjadi manusia intelek yang kehilangan empati dalam ranah pendidikan, hilangnya batas nilai moral dan etika dalam ranah seni budaya, hilangnya keberanian memberitakan kebenaran yang mencerahkan dan memerdekakan dalam ranah media.

Tuhan menetapkan pemerintahan agar masyarakat dapat merasakan ketertiban, kedamaian dan kesejahteraan yang terjadi bila manusia menaati hukum-hukumNya. Interpretasi hukum yang diserahkan pada masyarakat sedemokratis apapun negara tersebut akan melahirkan tindakan semena-mena seperti yang pernah kita lihat paada waktu masyarakat Athena menghukum Socrates yang berbeda keyakinan.

Karena itu, siapapun yang duduk dalam posisi otoritas sudah selayaknya memohon kepada Allah untuk memberikan dia hati yang bisa menimbang benar dan salah, yang bisa memberikan keadilan sosial bagi rakyat yang kurang beruntung. Mazmur 72 merupakan pasal yang penulis jadikan referensi saat membahas bagamana menegakkan keadilan dalam otoritas pemerintahan, Mazmur 72 ini merupakan nasehat Daud bagi putra mahkotanya Salomo bagaimana menjalankan pemerintahan.

Perhatikan bagaimana keadilan sosial harus terlebih dahulu ditegakkan bukannya mengajak manusia mengikuti ajaran-ajaran agamanya terlebih dahulu. Ini persis seperti yang dikatakan Konghucu bahwa percuma berbicara mengenai hal-hal rohani bila kebutuhan jasmani belum bisa dipenuhi.

Pemulihan otoritas sesuai amanat Allah ini akan melahirkan ketertibam kedamaian dan kesejahteraan umat. Pemulihan otoritas pemerintahan dimulai dari pemulihan otoritas keluarga. Kejatuhan Adam menyebabkan hilangnya otoritas pria sebagai kepala keluarga. Pria lebih suka menenggelamkan diri dalam kesibukan keagamaan, pekerjaan dan menyalurkan hobinya melalui komunitas sosialnya daripada menjadi imam bagi keluarganya. Akibatnya wanita kehilangan pelindung spiritual dan rentan dengan bujuk rayu si jahat. Wanita akan terpaksa menjalankan otoritas yang vakum ditinggal pria dan menjadi dominan. Anak-anak akan kehilangan keteladanan sehingga menjadi hidup liar tidak bisa lagi membedakan apa yang benar dan apa yang salah.

Kekacauan insititusi keluarga ini berdampak pada pilihan gaya kepemimpinan seseorang yang cenderung mengukur keberhasilan melalui meningkatnya kekayaan materi bukan kesejahteraan yang utuh raga, jwa dan rohnya yang seharusnya menjadi barometer kemakmuran yang sesungguhnya. Bagaimana bisa negara bisa tertib bila keluarga tidak tertib, demikian kata Konghucu. Bagaimana masyarakat bisa mengenal Allah bila manusia kehilangan kemanusiaannya?

Bukan kebetulan tahun 2572 adalah tahun kerbau emas. Kerbau dalam Alkitab merupakan lambang dari kerja keras mengusahakan keselamatan yang telah diterima umatNya, yang sadar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan mulus tapi penuh tantangan sehingga hanya orang yang mengenal dan mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati lah yang sanggup bertindak menghadapi setiap tantangan yang ditemuinya.

Karena itu, marilah kita sebagai masyarakat Indonesia pada umumnya dan suku Tionghoa pada khususnya bekerja keras mewujudkan visi Indonesia Maju 2045 bergandengan tangan bergotong royong membangun negeri ini. Emas memiliki makna kilaunya kemuliaan yang menanti siapapun yang mau melewati jalan kehidupan yang penuh tantangan di masa pandemic ini. Kemuliaan yang bukan hanya diukur secara materi tapi kemuliaan yang didapat dari kesadaran Allah menyertai umatNya, menaungi umatNya degan kebaikan dan kasih karuniaNya.

Akhir kata, izinkan saya sekali lagi mengucapkan Selamat tahun baru Imlek 2572. Gong XI Fa Cai!

Vincent Jaya Saputra, Direktur Global Sevilla School, Pengurus ICRP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *