by

Nobar dan Diskusi the End Game di Pontianak: Bentuk Kritis Tolak Pelemahan KPK

Kabar Damai I Selasa, 8 Juni 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Rumah produksi Watchdoc Documentary baru saja merilis film KPK End Game “Ronde Terakhir Melawan Korupsi”. Film ini sebelumnya telah dirilis melalui dua trailer yang menampilkan kesaksian pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan. Film ini juga secara resmi diperkenalkan oleh Dhandy Laksono melalui cuitannya. Dalam beberapa waktu terakhir, film ini juga trending dijagad maya.

Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Kalimantan Barat menyelenggarakan nonton bareng dan diskusi film End Game KPK. Gertak merupakan representasi dari gerakan rakyat yang peduli terhadap isu anti korupsi dan mengecam pelemahan KPK. Gertak terdiri dari berbagai organisasi dan komunitas seperti Aksi Kamisan Pontianak, Perkumpulan Gemawan, Suar Asa Khatulistiwa, SADAP Indonesia, Jaringan Gusdurian Pontianak, Sejuk Kalbar, GMNI, Dema IAIN, BEM Sylva PC Untan, LPM Teropong Kampus Polnep, Solmadapar, Pontianak One Piece Family dan HMI Pontianak. Sabtu, (5/6/2021).

Kegiatan ini dari yang sebelumnya diangendakan untuk dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKATN) Pontianak kemudian berpindah ke Lembaga Pers Mahasiswa Untan. Perpindahan ini dikarenakan kekhawatiran akan menjadi cluster seiring terus naiknya kuantitas terpapar covid-19 yang ada hingga kini.

Baca Juga: Dandhy Laksono: Sampah Plastik Penyebab Utama Lautan Terkontaminasi

Turut hadir pula Sri Haryanti (Gemawan) dan M.Fadhil (Akademisi Hukum IANI Pontianak) yang bertindak sebagai pemantik dalam diskusi. Walaupun Pontianak sempat diguyur hujan, namun antusias para peserta nobar dan diskusi tidaklah surut. Hal ini dibuktikan dengan ramainya peserta yang datang. Acara ini juga turut menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar penonton satu dan lainnya selama acara berlangsung.

Sri Haryanti menanggapi film yang ada mengaku prihatin dan sedih atas upaya-upaya pelemahan KPK yang terjadi saat ini. Begitu pula dengan Fadhil yang menyatakan hal yang sama. Mereka membenarkan bahwa berbagai macam hal dan polemic mulai dari revisi UU KPK hingga yang terbaru tentang kejanggalan dalam proses TWK sehingga menyebabkan 75 orang dinyatakan tidak lolos dan mendapat stigma tidak berwawasan kebangsaan menjadi bukti bahwa kini KPK sedang dalam masalah dan sedang tidak baik-baik saja.

Diskusi semakin seru dan menarik seiring banyaknya tanggapan dan pertanyaan dari peserta yang ditujukan kepada dua pemantik.

Seorang peserta, Panji menyatakan korupsi kini sudah membudaya. Hal ini diperparah dengan kurangnya informasi dan pemahaman dari banyak orang yang kemudian dengan mudahnya mempercayai doktrin dan menjadi bagian dari pelemahan KPK. Kasus serupa ia temui didaerah tempatnya bekerja yang tak jauh dari Kota Pontianak. Selain sharing akan hal tersebut, Panji meminta gambaran kepada pematik untuk mencari cara menarik perhatian anak muda agar lebih peduli pada isu demokrasi dan anti korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Anti sapaan dari pemantik mengungkapkan dapat dilakukan dari hal yang kecil dan sederhana. Terlebih jika lokasinya berada didaerah yang minim akan akses dan informasi.

“Tidak semua orang suka berjuang dengan cara terjun ke jalan, atau melakukan hal-hal seperti yang kita lakukan saat ini. Padahal sebenarnya dia juga peduli. Maka, ajaklah dengan cara yang lebih soft, misalnya dengan karya apapun bentuknya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa peduli dan turut terlibat dalam isu anti korupsi tidak dapat dilakukan seorang diri. Oleh karenanya perlu adanya kolaborasi yang dilakukan.

Upaya pelemahan KPK kini sangat masif, seorang peserta lain Fikri bertanya apa yang harus dilakukan guna menanggulangi hal tersebut.

Menjawab hal tersebut, Anti dan Fadhil berpendapat bahwa terus bersuara dan memberikan tekanan kepada pemangku kepentingan harus terus dilakukan.

“Banyak hal yang harus kita lakukan, seperti aksi yang dilaksanakan, terus menekan dengan berbagai cara termasuk salah satunya melalui siaran pers yang telah dirumuskan dalam mengecam hal tersebut,” tutur mereka.

Permasalahan yang ada bagi Anti dan Fadhil bukanlah menjadi akhir dari KPK. Untuk periode ini bisa saja, namun tidak menutup kemungkinan selanjutnya akan ada hal dan atau kebijakan baru yang lain yang berkaitan dengan KPK dan permasalahan korupsi.

Campur tangan masyarakat luas dalam hal pelemahan KPK harus dilakukan. Sebagai lembaga dengan peranan yang sangat penting, KPK harus selalu ada dan terus menjalankan serta menangani permasalahan besar bangsa ini, yaitu korupsi.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed