by

Nobar dan Diskusi Sa Pu Hutan, Upaya Meningkatkan Kepedulian Terhadap Pelestarian Hutan

Kabar Damai I Jumat, 17 Desember 2021

Pontianak  I kabardamai.id I Rumah Diskusi Kalimantan Barat menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi film yang berjudul Sa Pu Hutan episode ketiga, dari seri film Demi 1%. Acara nobar ini dibuka untuk umum terkhususnya masyarakat di Kalimantan Barat.

Kegiatan nobar dan diskusi ini pula diselenggarakan untuk mengajak para masyarakat agar peka dan memiliki persepsi yang sama dalam rangka mengalahkan monster oligarki serta melindungi bumi dari kerusakan lingkungan dan menghindari konflik serta kekerasan.

“Diharapkan dengan kegiatan yang diselenggarakan yaitu nobar dan diskusi film Sa Pu Hutan, kita semua terkhususnya masyarakat Kalimantan Barat dapat peka terhadap isu-isu lingkungan yang saat ini sedang marak salah satunya di Papua  bahkan di Kalimantan Barat yang sangat merugikan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di hutan dan masyarakat yang merasakan dampak dari rusaknya hutan dan timbulnya bencana,”.

“Dari kegiatan ini saya berharap masyarakat agar bisa memiliki nalar yang kritis dan bisa membantu untuk mengalahkan monster oligarki ini” papar ketua umum Rumah Diskusi Kalbar, Mahrus Agustian dalam acara tersebut.

Dalam pemaparannya, Sri Haryanti, Koordinator Divisi Anti Korupsi Lembaga Gemawan yang menjadi pemateri dalam nobar dan diskusi tersebut menyatakan tentang pentingnya peduli terhadap hutan.

“Kita harus menimbulkan rasa kepedulian terhadap hutan. Upayanya harus dilakukan  bersama-sama karena ekspansi kelapa sawit kini semakin marak, apalagi pembukaan hutan dan hilangnya hutan itu juga terjadi di Kalimantan Barat yang dekat dengan kita” tutur Sri Harianti.

Baca Juga: Rektor IKIP PGRI Pontianak Dukung Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021

Ia juga menambahkan bahwa lebih dari satu juta hektar lahan Kalimantan kehilangan hutan dengan moratorium yang ada, namun itu belum cukup karena moratorium itu sekarang sudah tidak ada lagi.

“Mungkin saja kedepannya ada lagi izin-izin baru terkait dengan pembukaan lahan kebun sawit. Maka hal ini sangat penting kita juga terlibat  mengawasi pengkolan hutan di Kalimantan Barat sehingga kita dapat memastikan hutan yang masih ada tetap di lindungi”. Terangnya.

Sementara Hatta Budi Kurniawan dalam pemaparannya pula menjelaskan bahwa film adalah media edukasi yang baik dalam rangka mengkampanyekan isu-isu seperti halnya lingkungan yang sedang dibahas saat ini.

“Membuat film adalah salah satu cara kita untuk mengangkat isu yang ada di lingkungan terdekat kita, dengan diadakannya nonton flim ini dapat membuka pemikiran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,”

“Hal ini juga agar masyarakat luas  sadar dan peduli terhadap lingkungan yang tanpa sadar sudah lama digerogoti oleh mesin-mesin yang berdampak kepada masyarakat itu sendiri” ujarnya.

Penulis: Erwanto, Rumah Diskusi Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed