by

Ningsih Lumban Toruan Harap Anak Muda Dukung Lahirnya Perda Toleransi di Pontianak

Kabar Damai | 02 Maret 2022

Pontianak I Kabardamai.id I Pontianak merupakan kota dengan ragam penduduk, didalamnya terdapat berbagai agama, ras, suku dan golongan, kota ini juga kerap disebut sebagai miniaturnya Indonesia atas keberagaman yang ada.

Salah satu upaya menjadikan Pontianak sebagai kota yang toleran sedang digagas oleh Suar Asa Khatulistiwa (SAKA) bersama dengan Jaringan Pontianak Bineka yang kini sedang mengawal dan menyusun hadirnya perda toleransi.

Produk hukum merupakan hal yang penting dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Melalui hadirnya Perda toleransi diharapkan menjadi upaya menjadikan Pontianak semakin toleran kedepannya.

Walaupun masih dalam ranperda ranperda, namun dukungan dari banyak pihak telah kentara, hal ini dibuktikan dari berbagai argument dan pendapat dari berbagai golongan khususnya organisasi kemasyarakatan, akademisi, paguyuban hingga komunitas anak muda.

Berbagai upaya dalam mengumpulkan dukungan masyarakat juga turut dilakukan oleh SAKA dan Jaringan Pontianak Bineka. Satu diantaranya dengan menyelenggarakan diskusi forum (hybrid) dan dikuti oleh berbagai perwakilan organisasi didalamnya.

Ningsih Lumban Toruan, mewakili SAKA dan sekaligus inisiator dibentukna Perda toleransi di Pontianak dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah seri kedua sosialisasi draf ranperda yang dilakukan oleh SAKA dan Jaringan Pontianak Bineka.

Ia memaparkan bahwa rencana membentuk dan menyusun ranperda ini dimulai sejak awal tahun 2021 dengan diadakannya sebuah riset tentang kebijakan daerah di Pontianak yangmana beberapa dari kebijakan tersebut berpotensi intoleran sehingga SAKA mengumpulkan jaringan dan menanggapi kebijakan tersebut. Darisana tumbuh inisiatif dan menulis baru peraturan daerah yang kini sedang dikerjakan bersama.

Baca Juga: Imlek Ala Generasi Z di Pontianak

Selanjutnya pada 6 September draf yang telah ada diserahkan ke Bapemperda Kota Pontianak. Ia menyatakan bahwa draf yang ada merupakan versi terbaik yang dimiliki SAKA dan Jaringan Pontianak Bineka saat ini.

“Dari kami draf ini tidak sempurna. Tapi ini adalah draf terbaik yang kita punya yang harapannya dapat dikaji ulang sehingga lebih matang kedepannya,” tuturnya.

Keterlibatan anak muda dalam mendukung hadirnya perda toleransi sangatlah penting. Oleh karenanya, Nings biasa ia disapa mengharapkan akan diadakan duplikasi kegiatan serupa yang dilakukan oleh anak-anak muda kedepannya.

“Mengapa banyak diundang anak muda dalam forum ini, kami berharap selanjutnya-organisasi anak muda mengadakan duplikasi serupa,dapat dilakukan ada ataupun tidaknya SAKA sebagai inisiator dalam penyelenggaraan tersebut,” bebernya.

Lebih jauh, ia juga berharap agar peran serta semua golongan dapat urun rembug dan berbagi perspektif dalam penyusunan ranperda yang ada. Termasuk keterlibatan perempuan yang saat ini masih minim kuantitasnya.

“Melihat sulitnya mendapatkan perwakilan perempuan dalam menjadi pembicara dalam forum ini, harapannya kedepan agar ada perwakilan perempuan yang juga menyampaikan ide dan gagasan sehingga muncul ide dan gagasan yang lebih beragam dari berbagai perspektif tidak hanya laki-laki namun juga perwakilan perempuan, pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed