by

Nilai-Nilai Moderasi Beragama dan Implementasinya

-Kabar Utama-1,265 views

Kabar Damai | Senin, 21 Maret 2022

Pontianak I Kabardamai.id I Pemerintah Indonesia tengah gencar mengkampanyekan moderasi beragama bagi masyarakat. Hal ini didorong oleh besarnya keberagaman yang ada sehingga saling moderat satu sama lain menjadi hal yang sangat penting.

Upaya baik ini turut dilakukan oleh Lembaga Kajian Pendidikan dan Moderasi Beragama (LKPMB) Indonesia. Organisasi yang sudah terbentuk selama tiga tahun dengan pembahasan pendidikan, moderasi beragama, budaya dan lainnya atas dasar keprihatinan dari masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.

Dalam program sharing dari rumah Sadap Indonesia, Tindra Matutino K dari LKPMB membagikan perspektifnya tentang moderasi beragama dalam masyarakat.

Diawal pemaparannya, ia mengatakan bahwa ketika  berbicara tentang moderasi sebenarnya bukan berarti kita sedang keluar dari khasanah kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini karena kehidupan berbangsa dan bernegara sudah ada sejak lalu terdapat perbedaan dengan segala macam bentuknya.

Dalam konteks agama, kita perlu untuk belajar secara mendasar dan dalam karena beragama merupakan ranah privat. Namun saat berbicara tentang hidup berbangsa maka merupakan ruang publik didalamnya.

Menurutnya pula, moderasi beragama berupaya menarik untuk menelaah visi dua hal  baik yang agamanya ekstrem maupun mereka yang jauh dari agama. Indonesia memang lahir dari berbagai bentuk kepercayaan. Orang Indonesia sudah sejak lama hidup berbeda namun tetap asik hidup dalam konteks keindonesiaan.

“Berbicara tentang hidup asik di Indonesia maka kembali pada perbedaan. Nikmati dan hargai perbedaan serta bedakan yang masuk dalam ranah privat serta mana yang masuk dalam ranah publik. Jika ada yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada, maka harus berani untuk berbicara,” jelasnya.

Penyeragaman dari Perbedaan, Tidak Asik!!

Diera ini, banyak dari golongan adanya penyeragaman dalam konteks berbangsa. Menanggapi hal tersebut, Nino biasa ia disapa menyatakan bahwa  penyeragaman dari sesuatu yang berbeda tentu tidak asik.

Berbicara tentang perbedaan maka dapat dianalogikan sebagai nada yang terdiri dari berbagai bunyi. Tentu akan kurang menarik jika nada tersebut hanya satu bunyi saja. Tetapi jika dihuni dari berbagai perbedaan nada maka akan lebih indah.

Lebih jauh, anak muda perlu terlibat dalam aspek penting ini. Menurutnya, berbicara pada aspek anak muda maka anak muda harus hidup pada zamannya saat ini. Tidak perlu untuk hidup diera yang lain. Perlu adanya kedekatan anak muda saat ini. Lakukan branding dengan baik dari media yang dimiliki. Selanjutnya, mulai tebarkan nilai-nilai positif dari media sosial yang dimiliki. Mulailah bersosialisasi dengan media sosial, tidak hanya secara offline saja sehingga dampak yang diberikan dalam rangka terlibat dalam keragaman semakin besar dampaknya.

Baca Juga: KWI Dukung Konferensi I Analisis Papua Strategis sebagai Upaya Tingkatkan Moderasi Beragama di Papua

“Memasuki era zaman yang sangat cepat membuat kita harus menyiapkan mental dengan baik. Berbicara tentang bagaimana menjalankan misi keindonesiaan saat ini, mari bangun mental yang baik dan luar biasa diera milenial dan kemajuan zaman dengan bijaksana. Berbicara soal moderasi maka berbicara tentang martabat, hidup bersama secara bersaudara dalam bingkai Indonesia,” bebernya.

Moderasi banyak dianggap sebagai praktik beragama yang modern. Namun menurut Nino, konteks yang lebih tepat adalah moderat, ada nilai-nilai yang tidak dapat lepas dari pancasila. Ada benang merah didalamnya. Pertama nilai dalam moderasi beragama adalah tidak mengurung diri, tidak mengurung diri dalam konteks ini artinya dapat mengupayakan untuk mengenal yang lain.  Kedua, tentang ekslusifitas yang mana harus terbuka satu dan yang lain. Dapat melebur dan beradaptasi serta harus bisa mencoba menghargai yang lain Dengan demikian moderasi beragama akan mendorong masing-masing umat beragama untuk tidak bersifat ekstrem dan berlebihan dalam menyikapi keragaman sehingga dapat adil dan berimbang dalam hidup bersama.

“Umat beragama tidak dapat kompromi dalam akidah, namun akan lebih penting dan menarik jika pembahasan bersama perihal hidup sosial. Darisana dapat dipelajari bersama bahwa ada dimensi yang lebih indah, yaitu hidup dalam keberagaman dalam kemanusiaan,” tambahnya.

Urgensi Moderasi Beragama

Moderasi beragama adalah hal yang penting dalam hidup berbangsa. Menurut Nino, ada dua hal penting jika berbicara tentang moderasi terseut. Pertama, dalam kacamata pendidikan yangmana literasi sangat rendah. Kedua tentang akses pendidikan yang belum merata.

Perlunya membangun pendidikan berkarakter Indonesia saat ini. Hubungannya pada moderasi beragama ialah jika dalam aspek pendidikan tidak sampai pada fase yang selesai, maka orang akan gampang dipengaruhi, gampang berfikir sempit dan diarahkan kesesuatu yang sangat instan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya kasus-kasus intoleran. Kasus-kasus intoleran harus dilawan. Ini saatnya anak muda untuk berani berbicara.

Terakhir, Nino menuturkan ketika kita mencintai Indonesia maka sama seperti kita menjaga rumah kita, menjaga dengan sebaik-baiknya tanpa sekat. Salah satunya, jika berbicara perbedaan maka yang penting ialah bagaimana upaya menyatukan perbedaan itu dalam kacamata hidup berbangsa.

“Jangan takut berbicara yang benar, karena jika kita takut berbicara yang benar maka yang tidak benar dapat menguasai kita. Diam bukan menjadi sesuatu yang bijaksana saat kita melihat sesuatu ketidakbaikan. Maka beranilah berbicara karena itulah identitas anak muda Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed