by

Neng Dara Affiah: Pentingnya Berfikir Kritis dalam Menyaring Informasi

Kabar Damai | Rabu, 21 April 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Aksi terorisme yang dilakukan oleh remaja di Mabes Polri beberapa waktu lalu.  Merupakan perilaku yang menunjukkan kurangnya nalar kritis. Critical thingking atau berfikir kritis adalah peta jalan pendidikan yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kemendikbud, sifatnya sangat penting karena terdiri dari tiga kesatuan lainnya.

Neng Dara Affiah, Anggota Badan Akreditasi Nasional Anak Usia Dini (PAUD) ), Kemendikbud RI,  memaparkan berfikir kritis  adalah paradigma utama dari dua paradigma lainnya yaitu kuantitatif dan konstruksionisme. Paradigma kritis ini penting karena letaknya ditengah.

“Critikal thinking adalah kemampuan orang untuk berfikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau ia percaya. Critical thingking ini mencakup kemampuan untuk terlibat dalam gerak yang reflektif dan mandiri, kemampuan berfkir kritis yang memungkinkan orang membuat  keputusan yang logis berdasarkan pengetahuan yang diperoleh,” terang Neng Dara, dalam live instagram Nurcholish Madjid Society Senin, (19/4/2021).

Dalam kaitan belajar agama, apakah kita sudah berfikir secara jernih dan rasional dan bersikap kritis dan punya kemampuan untuk mengamalkan ajaran agama itu di dalam satu kesatuan yang utuh. Jika belum, kita harus  menerapkan pembelajaran agama yang berbasis pada critical thingking ini.

Karena sangat dekat dengan agama maka ayat dalam Al-quran kemudian banyak pula yang mengulasnya. Lebih jauh, Neng Dara menjelaskan seperti apa ciri-ciri orang yang memiliki kemampuan bernalar kritis.

Baca Juga : RA. Kartini, Tak Sekedar Pejuang Emansipasi Perempuan

Ciri orang yang mempunyai kemampuan berfikir kritis ini adalah ia akan punya kemampuan untuk memahami satu ajaran dengan ajaran lainnya dalam gagasan agama dan agama lainnya. Kemampuan mengidentifiksi dan mengevaluasi argumen, mendeteksi ketidakkonsistenan dan kesalahan dalam bernalar, menyelesaikan masalah dengan sistematis,  mampu mengidentifikasi relevansi gagasan atau ide, merenungkan pembenaran keyakinan dan nilai dalam diri seseorang.

Neng Dara kemudian menambahkan mengenai manfaat berfikir kritis “Manfaatnya banyak sekali, misalnya membuat kita tidak terjebak dalam beragama yang betentanganan dengan akal sehat, beragama yang tidak toleran, tidak membawa kemajuan kepada diri sendiri,” jelasnya.

Hal yang penting dan harus digaris bawahi dalam berfikir kritis ialah dalam mencari sumber dari ilmu yang ingin diketahui. Oleh karenanya, mencari dari sumber pertama serta relevan seharusnya dilakukan.

“Orang yang memiliki critical thingking ialah akan berusaha mencari sumber agama yang relefan, jadi dalam beragama ia tidak dari hoax. Jika istilahnya Ibn Khaldun, menganjurkan untuk belajar agama dari guru langsung yang ahli,” beber Neng Dara menambahkan lagi.

Karena sangat penting, terdapat banyak hal yang menjadi kendala dalam berfikir kritis. Salah satunya menurut Neng Dara ialah dalam bentuk memberikan dan menerima kritik.

“Tetapi critical thingking juga ada kendala-kendalanya, kendalanya ialah menjadi orang kritis tidak selalu mudah sama seperti yang sering mendapatkan kritik juga tidak selalu mudah. Oleh karena itu janganlah mengkritik dengan cara menjatuhkan dan interest kebencian dan niat buruk lainnya. Kritik itu untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh pengajar atau ahli tersebut,” ungkap Neng Dara.

Terakhir, ia berpesan agar senantiasa menggunakan nalar berfikir kritis dan selalu menyaring serta menelaah informasi yang didapatkan, menurutnya ketiganya sangat penting dilakukan dan bermanfaat dalam kehidupan.

 

Penulis: Rio Pratama

Editor: Ai Siti Rahayu

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed