by

Neng Dara Affiah dan Aktivisme Perempuan

-Kabar Puan-63 views

Kabar Damai | Selasa, 07 Juni 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Peran dan kiprah perempuan dalam hal-hal baik senantiasa terus berkembang hingga saat ini. Satu diantaranya yang turut ada dan terbukti pemikirannya adalah Neng Dara Affiah

Proses kreatif dalam meminati dunia aktivisme terutama soal isu kesetaraan gender, demokrasi dan hak asasi manusia serta kemanusiaan universal ia lalui sejak SMP. Saat itu, ia sudah menjadi pelahab buku karena juga saat itu ibu dan ayahnya memimpin institusi pendidikan atau sekolah yang kerap mendapatkan kiriman buku-buku dari Kemendikbud berupa cerita rakyat, novel dan lain sebagainya.

Novel-novel tersebut diantaranya ialah Takdir Aisyahbana dan Buya Hamka yang sangat mempengaruhi cara berfikir sejak SMP saat itu.

“Saya menjadi perempuan yang penggelisah dan merasa sepi ditengah keramaian karena pembaca itu. Masa-masa itu juga menjadi masa yang sulit bagi saya dalam bergaul karena banyak orang saat itu berhura-hura,” ungkapnya.

Saat SMA dan masuk pada perguruan tinggi, menurutnya bakat kepemimpinannya mulai muncul namun tidak untuk memimpin orang lain. Kemampuan itu dilakukan guna memimpin diri sendiri.

Oleh karenanya, dalam prosesnya berbagai dilakukan seperti aktif dalam persiapan koran kampus dan beberapa media masa yang ada sejak masa ia SMA. Sejak diperguruan tinggi, ia tergabung dalam kelompok studi yangmana kerap dilakukan dengan membaca buku yang luas karena saat itu banyak dilarang buku-buku kiri, namun karena akses buku juga luas sehingga pada masa yang bersamaan juga dimanfaatkan untuk menulis.

Baca Juga: Apa Kabar RUU TPKS? Aktivis Perempuan Desak Pemerintah Buka Daftar Inventarisasi Masalah

Baginya, pergumulan dan aktivisme merupakan hal sejalan dan menjadi sesuatu yang tidak terpisah. Ia tidak menjadi mahasiswa yang hanya berkutat pada nilai di kampus namun terlibat dalam dunia aktivisme dan diwaktu bersamaan juga kemudian menulis dan memegang prinsip bahwa kuliah harus baik.

“Saya ingin memastikan bahwa kuliah saya dalam jalur akademis sukses dan berhasil, mendapatkan IP yang baik tapi pada saat yang bersamaan pikiran dan pergumulan didalam keterlibatan ditengah masyarakat juga terjadi dengan baik,” jelasnya.

Ia menuturkan, awalnya ini semua dimulai dari kegelisahan dan pemikiran sehingga muncul latar dan intelektual yang panjang.

Itu semua ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul Muslimah Feminis yang terbit pada 2008 dan juga memperoleh apresiasi ditengah-tengah komunitas internasional juga ada beberapa negara yang juga menerbitkan buku tersebut berdasarkan pada penjelajahan intelektual dan aktivisme dalam proses dan perjuangan hak-hak perempuan didalam komunitas muslim.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed