by

Negara-negara di Timur Tengah Kagumi dan Hormati Pancasila

Kabar Damai I Sabtu, 03 Juli 2021

Jakarta I kabardamai.id I Mantan Polri dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Komjen (Purn) Nurfaizi Suwandi menyebut semua Negara di Timur Tengah hormat dan kagum kepada Indonesia karena memiliki Pancasila.

Pancasila sebagai Ideologi dan falsafah hidup bangsa dinilai berhasil membuat persatuan dan kesatuan bahkan keragaman adat budaya di Indonesia tetap utuh.

“Pancasila sangat membanggakan, semua negara timur tengah hormat dan kagum terhadap Pancasila yang dimiliki Indonesia” ucapnya dalam webinar dengan tema “Membangun Ekosistem Keamanan Nasional Mewujudkan Indonesia Tangguh” yang dihelat Strategi Institute dikutip dari tribunnews.com Kamis, 1 Juli 2021.

Meskipun demikian menurutnya Indonesia saat ini belum memiliki sistem informasi yang mumpuni sehingga intervensi pihak asing masih sering terjadi melalui media teknologi informasi.

“Indonesia belum memiliki sistem informasi yang mumpuni yang harus melibatkan governor, end user, telco dan sektor private hingga terwujud sebuah IT great wall”, ujarnya.

Baca Juga: Harmoni Panca Sradha dengan Pancasila

“Kesinergian IT ini diharapkan dapat menjaga Indonesia dari gangguan baik dari dalam maupun luar. Walaupun pandemi COVID-19, sosialisasi Pancasila harus dapat dilakukan karena yang dapat menyatukan bangsa Indonesia adalah Pancasila’, sambungnya.

Akademisi Universitas Padjajaran Prof. Muradi menyebut integritas keamanan nasional saat ini belum sempurna karena masih adanya pencurian data base yang marak di Indonesia.

“Sistem integritas keamanan nasional belum sempurna, ada yang perlu diclearkan, seperti pencurian data base”, ucapnya.

Menurutnya tata kelola Undang-undang keamanan nasional harus diperjelas fungsinya. Selain itu isu-isu di dalam negara harus dibendung, utamanya agar fokus negara tidak buyar ketika ada intervensi pihak asing.

“Payung besar Undang-undang Keamanan Nasional harus clear diantara aktor keamanan, tata kelola harus diperjelas, jangan memunculkan isu dari dalam karena akan membuat tidak akan fokusnya pengelolaan ancaman dari luar,” sarannya.

“Jangan memunculkan isu dari dalam karena akan membuat tidak akan fokusnya mengelola ancaman dari luar. Jika isu masih muncul, pemberdayaan dan memfokuskan keamanan menjadi tidak efektif,” pungkas dia.

Dunia Kagumi Sistem Negara Pancasila Indonesia

Jauh sebelum itu, sejumlah negara di Timur Tengah merasa heran dan kagum dengan sistem kenegaraan di Indonesia. Pasalnya, Indonesia – dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta orang dan terdiri dari berbagai suku dan agama – dianggap berhasil mempertahankan kerukunan antar umat beragama.

Oleh karena itu, berdasarkan penuturan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Dede Rosyada, sejumlah pejabat dan ulama dari Afghanistan dan Serbia berniat untuk mempelajari sistem Pancasila yang selama ini diterapkan Indonesia.

“Sejumlah negara seperti Serbia dan Afganistan sangat kagum dengan sistem negara Indonesia. Mereka heran mengapa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang dapat menjaga kerukunan antar umat beragama,” ujar Dede Rosyada, saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu, 1 Juni 2016 lalu.

Serbia dan Afghanistan menurutnya, bahkan juga mempertanyakan Islam seperti apa yang telah diajarkan di Indonesia, sampai-sampai masyarakatnya bisa hidup begitu damai dan penuh toleransi akan umat beragama lain.

“Mereka (Serbia dan Afghanistan) sampai bertanya ke kita, Islam bagaimanakah yang diajarkan kepada umat Islam di Indonesia?,” ungkap Dede, dikutip okezone.com (1/6).

Untuk menjawab pertanyaan itu, Dede menganjurkan kedua negara sebaiknya mengutus mahasiswa mereka untuk belajar di Indonesia. Itu bertujuan agar mereka dapat mengetahui secara utuh sistem pembelajaran Islam di Indonesia.

Ibu Negara Afghanistan Kagumi Pancasila

Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani juga menyatakan kekagumannya atas ideologi Pancasila yang dianut Indonesia.

Hal ini disampaikan Rula Ghani saat bertemu Presiden Joko Widodo di Ruang Kerja Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 5 Desember 2017 lalu di Jakarta.

Keduanya berbincang mengenai membangun perdamaian dunia. Rula Ghani kagum bagaimana lima sila tersebut dipegang teguh masyarakat Indonesia sehingga dapat menyatukan masyarakat yang bersuku-suku serta beragam agama dan bahasa.

“Beliau menyampaikan mengenai Pancasila sebagai perekat Indonesia,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seusai pertemuan.

Dilansir dari Kompas.com (5/12/2017), Ibu Negara Afghanistan berharap dapat belajar banyak dari Indonesia tentang bagaimana mengelola perbedaan. Pasalnya, perang di Afghanistan akibat perbedaan sejak 40 tahun silam hingga saat ini tidak kunjung selesai.

Afghanistan ingin melihat bagaimana Pemerintah Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia, mampu bangkit dan bersatu lagi menyelesaikan konflik suku dan agama yang pernah melanda beberapa daerah di Tanah Air.

“Dan tentu saja atas permintaan dari Afghanistan, Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kerja sama di dalam konteks peace bulding,” ujar Retno.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pertukaran ulama. Pertukaran ulama tersebut melibatkan organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Retno menjelaskan, pertukaran ulama seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, NU telah menjalin kerja sama dengan sejumlah ulama Afghanistan. Dengan kerja sama ini, pertukaran pemikiran pun dapat menjadi lebih efektif. [tribunnews.com/kompas.com]

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed