by

MUI: Vaksinasi Covid-19 Tak Batalkan Puasa saat Ramadan

Kabar Damai | Rabu, 17 Maret 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Jelang bulan puasa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa yang menyatakan vaksinasi Covid-19 di siang hari saat bulan Eamadan tidak membatalkan puasa berdasarkan hasi rapat pleno Komisi Fatwa.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan cara injeksi intramuscular.

“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa,” kata Asrorun dalam keterangan resminya, Selasa (16/3).

CNN mewartakan, intramuskular sendiri merupakan teknik vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Tindakan ini, kata dia, boleh dilakukan pada siang hari saat Ramadan dengan catatan tidak menimbulkan bahaya.

“Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuscular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar),” kutip CNN Indonesia (17/3) atas pernyataan Asrorun.

MUI sendiri merekomendasikan agar vakisnasi Covid-19 pada bulan Ramadan dilaksanakan dengan memperhatikan keadaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Jika pemerintah khawatir akan timbulnya bahaya efek vaksinasi karena kondisi fisik yang lemah saat berpuasa, MUI menyarankan agar penyuntikan dilakukan pada malam hari.

“Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada malam hari bulan Ramadan terhadap umat Islam,” terang  Asrorun.

Selain itu, menurut Asrorun, umat Islam wajib mengikuti porgram vaksinasi pemerintah. Hal ini bertujuan agar terbentuk kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi Covid-19.

“Sebagai wujud kontribusi ulama dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Asrorun menekankan bahwa fatwa ini menjadi panduan bagi umat Islam agar dapat melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Di saat yang bersamaan, umat Islam juga mendukung upaya pembentukan kekebalan kelompok melalui program vaksinasi massal pemerintah.

 

Target Vaksinasi Selesai Akhir tahun 2021

Sebelumnya Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 dapat menyasar 181 juta penduduk atau 70 hingga akhir tahun 2021 sehingga herd immunity atau kekebalan komunitas dapat segera tercapai. Ia meyakini, dengan besarnya sumber daya yang ada, vaksin Covid-19 ditargetkan bisa disuntikkan ke 1 juta orang dalam sehari.

“Kita harapkan memang targetnya karena kita memiliki 30.000 vaksinator yang ada di kurang lebih 10.000 Puskesmas kita, maupun 3.000 rumah sakit kita, kita harapkan sebetulnya sehari paling tidak bisa 900 (ribu)-1 juta yang bisa divaksin,” kata Jokowi, akhir Januari  (27/1) lalu.

Prtesiden, diwartakan Kompas.com (27/1), menjelaskan, vaksinasi tahap pertama diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan, disusul TNI-Polri, petugas pelayanan publik dan masyarakat umum.

Ia mengatakan, dengan meningkatkan kapasitas vaksinasi Covid-19 dapat ditingkatkan agar penyuntikkan vaksin semakin meningkat.

“Ini target, tapi memang itu perlu waktu, perlu manajemen lapangan yang baik dan ini yang selalu saya sampaikan kepada Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 tahap kedua telah dimulai pada Rabu (17/2). Vaksinasi tahap kedua ini memprioritaskan 21,5 juta kelompok lansia dan 16,7 juta orang petugas pelayanan publik.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menargetkan vaksinasi tahap kedua ini selesai pada Mei 2021.

“Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. Kita harapkan dapat selesai pada Mei,” kata Maxi dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Kemenkes, medium Februari (15/2) lalu.

Baca juga: Ketua Pemuda Khonghucu: Ikut Vaksin Berarti Lindungi Diri, Keluarga dan Orang-orang di Sekitar Kita

Menag: Vaksinasi Upaya Jalankan Ajaran Agama

Agar program vaksinasi ini berjalan baik tanpa keraguan dari masyarakat, pertengahan Januari lalu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19.

Ajakan itu disampaikan Menag saat memberikan keterangan pers menyambut kedatangan 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 dari Tiongkok, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/1).

“Saya ingin meminta kepada seluruh umat beragama, yang sesuai kriteria dan syarat kesehatan yang ditentukan, untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19, apabila gilirannya tiba,” kata Menag, kutip beritasatu.com (12/1).

Gus Meteri mengatakan, vaksinasi merupakan bagian dari upaya menjalankan ajaran agama untuk saling melindungi umat manusia satu sama lainnya.

“Semua agama, tanpa terkecuali mengajarkan kita untuk saling melindungi satu di antara yang lain. Dan, vaksinasi ini bagian dari upaya untuk menjalankan ajaran agama,” ujarnya.

Program vaksinasi, lanjutnya, adalah upaya pemerintah untuk melindungi warganya dari wabah Covid-19.

“Ini adalah ikhtiar atau usaha pemerintah sebagai wujud kecintaan kepada warga negaranya, kecintaan pemerintah kepada bangsa Indonesia,” terang Menag. [ ]

 

Penulis: A. Nicholas

Editor: –

Sumber: CNN Indonesia | Kompas.com | beritasatu.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed