by

MUI Nonaktifkan Ahmad Zain Usai Ditangkap Densus 88

Kabar Damai  | Kamis, 18 November 2021

Jakarta | kabardamai.id | Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Djaidi menyampaikan bahwa MUI memutuskan untuk menonaktifkan Ahmad Zain An-Najah dari anggota Komisi Fatwa MUI.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada Zain agar fokus pada persoalan hukum yang dihadapinya usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana terorisme oleh kepolisian.

“Iya kita nonaktifkan sampai ada keputusan hukum tetap. Jadi itu saja. Supaya enggak mencoreng nama baik MUI,” kata Djaidi kepada CNNIndonesia.com, Rabu, 17 November 2021.

Djaidi menegaskan bahwa MUI menyerahkan sepenuhnya masalah yang membelit Zain itu kepada penegak hukum.

Ia menegaskan Zain berpeluang untuk diberhentikan sebagai pengurus bila sudah ada keputusan hukum tetap. Namun, mekanisme tersebut harus dilakukan berdasarkan rapat Dewan Pimpinan MUI terlebih dulu.

“Ya nanti tergantung gimana hasil keputusan Rapat Pimpinan MUI. Nanti ada perubahan penyempurnaan kepengurusan bila kekuatan hukum tetap. Ada PAW. Nah itu kalau sudah ada putusan yang inkhrah yang bersangkutan diberhentikan. Tapi tergantung gimana itu hasil rapat nanti,” kata dia, dikutip dari CNN Indonesia (17/11).

Di sisi lain, Djaidi menyatakan bahwa Zain tak pernah melakukan sesuatu yang dilarang dalam koridor MUI selama menjadi pengurus. Namun, Ia tak mengetahui kegiatan yang dilakukan Zain di luar kepengurusan MUI tersebut. Sebab, hal demikian sudah masuk dalam ranah pribadi yang bersangkutan.

Baca Juga: BPET MUI: 45,5% Aksi Teror Dipengaruhi Ideologi Agama

“Karena MUI mengedepankan paham Islam Wasathiyah, moderasi. Kita tak kiri dan kanan. Tapi berada di tengah. Kalau pemahaman pribadi dan kegiatan di luar [MUI] kita tak bisa mendeteksi,” terang Djaidi.

Sebelumnya MUI sudah membenarkan bila terduga teroris bernama Zain An-Najah merupakan anggota Komisi Fatwa MUI.

Densus 88 menangkap Zain An-Najah di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11). Polisi menyebut Zain merupakan anggota Dewan Syuro dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan juga Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) atau Yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI.

Farid Okbah, Tokoh Pendiri MIUMI

Sebelumnya diwartakan, selain mengkap anggota KOmisi Fatwa MUI Ahmad Zain, Densus 88 juga menangkap Farid Okbah, ketua umum PDRI yang juga pendiri MIUMI.

Dilansir Tribun Timur, Farid Okbah merupakan Ketua Umum Partai Da’wah Rakyat Indonesia (PDRI).

Selain itu, pria yang lahir di Bangil, 5 Mei 1963 ini juga salah satu tokoh Islam pendiri organisasi Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Tak hanya itu saja, Farid Okbah juga aktif menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Yayasan Alislam.

Diketahui Yayasan Alislam berawal dari kegiatan pengelolaan dakwah secara daring melalui situs www.alislam.or.id.

Yayasan Alislam ini pertama kali mengudara pada 12 Desember 1998 lalu. Kemudian pada 2005, Yayasan Alislam membangun sebuah Islamic Center di daerah Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi.

Selain aktif di beragam organisasi, Ustadz Farid Okbah juga terkenal sebagai pakar Syiah. Farid Okbah merupakan pakar Syiah yang lantang menyerukan bahwa Syiah bukanlah Islam. [CNN/tribun]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed