by

Motivasi Anak Bermasalah Hukum, Risma: Kalian Kebanggaan Ibu!

Kabar Damai I Rabu, 15 September 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Nama Tri Risma Harini atau yang lekat dengan sapaan Bu Risma kini dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Namanya mencuat sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya melalui berbagai gebrakan dalam memajukan kota. Kini, ia juga dipercayakan untuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi.

Kepedulian Risma terhadap masyarakat tidak perlu disangsikan lagi, termasuk kepada anak-anak. Pada Jumat, (10/9/2021) ia menyapa anak-anak berhadapan dengan hukum di Balai Handayani Jakarta. Kedatangannya disambut dengan sangat antusias.

Pada kunjungannya tersebut, Risma memberikan motivasi kepada anak-anak yang memperoleh rehabilitasi karena berbagai sebab. Ia mengingatkan agar mereka menata hidup lebih baik.

Ia juga mempertanyakan kepada mereka, jika hidup kita berkaitan dengan masalah dan hukum, manusia akan kehilangan jatidirinya. Risma meminta mereka membayangkan resiko yang dihadapi, seperti terkena penyakit HIV/AIDS, atau masuk penjara.

Dalam kesempatan tersebut, Risma memberikan motivasi serta mengajak anak-anak yang berhadapan dengan hukum agar berubah menjadi lebih baik.

“Bisakan kalian berubah? Bisakan kalian berubah? Kalian pasti bisa,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyakinkan kepada anak-anak bahwa tidak ada orang yang bodoh atau pintar, yang ada hanya orang yang malas dan rajin.

“Kalian merupakan kebanggaan Ibu, apabila ada yang tanya kalian anak siapa? Jawab dengan lantang bahwa kalian adalah anak saya, anak Ibu Risma,” imbuhnya.

Baca Juga: Upaya Perlindungan Bagi Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Disaat yang bersamaan, Risma juga mengunjungi anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) RR (14), anak perempuan asal Tasikmalaya dari keluarga tidak mampu. RR terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena desakan ekonomi keluarga. Lalu ia ditawari bekerja oleh seseorang kafe di Bogor, namun kenyataannya ia dijual oleh laki-laki anggota sindikat perdagangan orang.

RR dipaksa melayani laki-laki dengan imbalan Rp300 ribu. Namun ia hanya menerima Rp100 ribu, sisanya dipotong anggota sindikat. Di Balai Handayani kondisi psikologisnya dipulihkan serta diberikan keterampilan kewirausahaan.

Saat ini kondisi RR sudah lebih tenang dan telah mendapatkan beberapa treatment kesehatan maupun psikososial. Ia juga bertemu dengan dua anak lainnya yang merupakan anak korban jaringan terorisme. Satu di antaranya merupakan korban sandera kelompok teroris Abu Sayyaf.

Kepada anak-anak kurang beruntung tersebut, Mensos membangkitkan rasa percaya diri mereka agar sukses di kemudian hari. Untuk mereka yang tertarik dengan keahlian tertentu seperti menjahit, Mensos mengarahkan mereka untuk dapat belajar dan berusaha untuk mengasahnya.

“Ayo yang tertarik dengan menjahit kita belajar jahit, kita usaha. Suatu saat kalau kalian pintar, ibu akan sekolahkan kalian jadi perancang mode atau yang lainnya,” katanya.

Diakhir kunjungannya, ia menyambangi Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Bambu Apus untuk mencicipi kuliner yang ada. Mensos berharap bahwa SKA di Bambu Apus dapat terus berkembang mengingat tempat yang cukup strategis dengan suasana yang nyaman.

Risma dalam kunjungan tersebut didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, Direktur RSKP Napza Victor Siahaan, Sekretaris Ditjen PFM Beni Sujanto, Kepala Balai Panasea Isye Sri Rahayu, Kepala Balai Melati Romal Uli Sinaga, Kepala Balai Handayani Hasrifah Musa.

 

Penulis: Rio P

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed