by

Moderasi Beragama: Tegak Lurus Dalam Menjalankan Syariat

Kabar Damai I Sabtu, 10 Juli 2021

Jawa Tengah I Kabardamai.id I Ustadz Ibnu Sahroji melalui kanal youtube NU Online menjelaskan tentang moderasi beragama. Menurutnya, perihal moderasi beragama ini juga tercantum dalam Al-Quran.

”Moderasi dalam beragama berarti kita berada ditengah-tengah tidak condong ke kanan atau kiri. Didalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 143 Allah SWT berfirman yang artinya Lebih demikianlah kami jadikan kalian semua itu sebagai umat yang berada ditengah-tengah supaya menjadi saksi bagi seluruh umat yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, moderasi beragama artinya berada ditengah. Tidak condong ke kanan ataupun ke kiri.

“Ayat tersebut menunjukkan bahwa sebagai umat Islam kita harus berada ditengah-tengah, bahwa demikian juga dalam kita mengamalkan ajaran Islam kita harus berada ditengah-tengah,”.

“Itulah istoqomah sesungguhnya. Karena makna dari istiqomah adalah tegak lurus tidak condong ke kanan atau ke kiri,” tambahnya.

Baca Juga: ASN, DWP dan Organisasi Keagamaan Jadi Agen Moderasi Beragama

Lebih jauh, ia juga menambahkan tentang penjelasannya perihal apa yang dimaksud ke condong ke kanan.

“Condong ke kanan artinya pemahaman keislaman seseorang yang terlalu radikal, terlalu ekstrem dan sejarah telah membuktikan siapa yang membunuh Sayidina Ali, dia adalah orang yang siang hari berpuasa malam hari penghafal Al-Quran,”.

“Tetapi akibat pemahaman keaamaannya yang terlalu kanan gambang sekali mengkafirkan orang lain karena berbeda pendapat ia sampai tega membunuh menantu kesayangan Rasul,” jelasnya.

Selain condong ke kanan, janganlah pula kemudian condong ke kiri. “Kita juga jangan terlalu condong ke kiri, terlalu liberal. Tidak usah solat dan puasa, yang penting selalu ingat kepada Allah. Macam-macam dalih yang mereka kemukakan hanya untuk melegalkan kenakalan-kenakalan mereka untuk keluar dari syariat Islam,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa arti dari moderasi dalam beragama adalah tegak lurus.

“Moderasi dalam beragama berarti kita tegak lurus dalam menjalankan syariat Islam, tidak kekenan yang terlalu ekstrim ataupun ke kiri sehingga terlalu liberal,” terangnya.

Terakhir, menurutnya implementasi moderasi dalam beragama dapat ditunjukkan dalam bentuk tenggang rasa.

“Moderasi beragama juga bermakna kita memiliki tenggang rasa baik itu kepada sesama muslim dan juga dengan non muslim yang lainnya,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed