by

Moderasi Beragama Pada Masa Rasulullah

-Kabar Utama-652 views

Kabar Damai | Senin, 27 Juli 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Ustadz Ahong dalam kanal Islamidotco menceritakan tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan. Hal ini bahkan telah ada sejak masa Rasulullah dahulu.

Diawal pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa moderasi beragama bagi umat Islam adalah sebuah keniscayaan. Praktik moderasi beragama bahkan sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah. Rasul tidak ekstrim dan tidak serba membolehkan dalam beragama.

Misal dalam komitmen kebangsaan, Rasul telah mencontohkan melalui piagam Madinah yang dibuatnya. Walaupun istilah kebangsaan belum ada pada zaman Rasul karena istilah tersebut adalah istilah baru yang muncul pada era modern.

Namun, praktik piagam Madinah menggambarkan komitmen Rasul dan sahabatnya yang konsisten dalam memberlakukan hukum yang setara dan juga adil bagi semua penduduk Madinah yang multikultur serta berasal dari berbagai macam agama.

Menurutnya, iagam Madinah menyatukan penduduk Madinah yang berbeda suku dan agama agar menjaga Madinah agar terhindar dari intrik dan serangan asing. Rasul senantiasa berpesan agar penduduk Madinah bersatu dan mencintai tanah airnya.

Dalam praktiknya pula, Rasulullah dapat hidup berdampingan dengan berbagai pemeluk agama di Madinah sehingga ia dikenal dengan sangat toleran.

Suatu ketika, sahabat Rasul yang telah masuk Islam bertanya kepadanya, apakah ia boleh memaksa anaknya yang masih Nasrani untuk masuk Islam. Namun, Muhammad menjawab bahwa tidak boleh ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Itulah salah satu bentuk konkretnya dalam bertoleransi.

Baca Juga: Ahmad Nurcholish: Pentingnya Moderasi Beragama di Tanah papua

Selain itu, Rasul juga bersahabat baik dengan non muslim. Ini dibuktikan dengan pelayannya yang beragama Yahudi. Walaupun tidak seagama, namun Muhammad senantisa memberikan perhatian kepadanya dan membuatnya kemudian tertarik secara pribadi masuk Islam karena akhlak mulia yang dicontohkan kepadanya.

Muhammad juga memiliki sahabat Yahudi yang hubungannya terjalin baik, sahabat tersebut adalah Yahudi kaya yang kemudian memberikan seluruh hartanya untuk keperluan umat Islam.  Bahkan, sahabat tersebut turut serta dalam perang Uhud membantu umat Islam. Dalam aspek lain, nabi juga tidak pernah menyuruh umatnya untuk memboikot dagangan non muslim.

Karena dikenal sangat toleran membuat Muhammad tidak pernah melakukan kekerasan terhadap orang yang berbeda agama. Bahkan dalam perang, Rasul juga kemudian tidak semerta-merta melakukan kekerasan dalam mencari solusi. Rasul juga senantiasa mengajarkan untuk toleran dan menerima terhadap tradisi baik yang berlaku dalam masyarakat. .

Moderasi beragama adalah bagian dari Islam, bagian dari ruh umat Islam. Apabila tidak moderat, maka akan sangat mudah dalam mengharamkan sesuatu kemudian dilakukan. Apabila tidak moderat pula maka proses menyalahkan orang lain juga akan dilakukan pula.

Sikap moderat yang diajarkan Rasul adalah sikap pertengahan, mencari jalan tengah yang dalam bahasa Arab disebut dengan Wasathiyah.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed