by

Mln. Harpan Ahmad: Tidak Dapat Dibenarkan Ahmadiyah Adalah Antek Inggris

Kabar Damai I Minggu, 10 Oktober 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Hingga saat ini, pernyataan yang kerap didengar khususnya saat Ahmadiyah mendapatkan persekusi selain dianggap sebagai sesat ialah karena juga terlibat menjadi antek dari Inggris. Narasi ini terus menerus digaungkan sehingga dipercaya oleh banyak masyarakat di Indonesia.

Mln. Harpan Ahmad melalui kanal youtube Ahmadi Talk menyatakan bahwa akar dari hal tersebut ialah rasa ketidaksukaan terhadap JAI itu sendiri. Walaupun sudah kerap diberikan penjelasan dan tidak dipercaya, namun penting baginya untuk menjawab hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan untuk menampilkan fakta-fakta yang sebenarnya.

Tuduhan sebagai antek Inggris ini bermula karena pendiri Jemaat Ahmadiyah yakni Mirza Ghulam Ahmad menolak provokasi-provokasi untuk melakukan perlawanan atau pemberontakan terhadap pemerintahan Inggris yang menguasai Hindustan kala itu.

Baca Juga: Tentang Ahmadiyah, Surga dan Neraka

Dengan menampilkan sisi-sisi baik dari pemerintahan sehingga mulailah muncul tuduhan bahwa Ahmadiyah antek Inggris dari sisi politik dan juga dituduh sebagai telah menghapuskan syariat jihad dari sisi keislaman.

Menurut Mln. Harpan Ahmad, jika melihat kepada respon daripada tokoh-tokoh Islam di India kala itu, tidak sedikit dari antara mereka yang juga menolak melakukan perlawanan atau pemberontakan terhadap pemerintahan bahkan diantara mereka ada yang sampai mengeluarkan fatwa untuk membendung berkembangnya pemberontakan terhadap pemerintahan.

“Jelas bahwa tidak hanya pendiri Ahmadiyah yang menolak provokasi terhadap pemerintahan tersebut bahkan dengan alasan yang sama pendiri Jemaat tamatnya mengatasi bahwa pemerintahan ini yang di Inggris telah menegakkan suatu keadilan yang demikian besar khususnya dalam hal keagamaan,”.

“Dimana setiap masyarakat diberikan haknya secara besar untuk mengimani mengamalkan dan juga mengekspresikan keyakinannya suatu kebahagiaan yang besar yang tidak mereka dapatkan dari pemerintahan sebelumnya,” jelasnya.

Selanjutnya, tuduhan sebagai antek Inggris ini jelas mengada-ada karena kita melihat pada sejarah bahwa selain menguasai Hindustan secara politik dan juga teritori kehadiran Inggris juga mengundang dan bahkan memfasilitasi perkembangan Kristen di sana ada banyak denominasi denominasi Kristen yang berdiri pada masa itu. Bahkan Penganut Agama Kristen yang pada tahun 1851 hanya berjumlah 91000 jiwa telah mengalami peningkatan yang demikian signifikan yakni mencapai 417.11000 jiwa pada tahun 1881.

“Artinya bahwa ada kristenisasi di sana yang demikian masih yang tidak hanya menyasar kepada masyarakat atau penganut agama-agama lokal di sana bahkan juga terhadap umat Islam tak sedikit dari antara mereka yang kemudian melepas jubah keislamannya di tengah gencarnya kristenisasi,” jelasnya.

Ia mengimbuhi, kala itu tidak banyak dari tokoh Islam yang berani tampil ke muka untuk menjawab konfrontasi aqidah khususnya terhadap umat Islam. Ketika itu dan pendiri Jemaat Ahmadiyah yang dihadapi Ghulam Ahmad adalah satu diantara tokoh yang kemudian berani tampil ke muka melakukan perdebatan-perdebatan dan menjawab segala keberatan ataupun tuduhan tuduhan yang dilontarkan kepada Islam.

“Banyak pidato dan juga buku-buku karya beliau yang disebarkan untuk menjawab konfrontasi akidah dari pihak Kristen terhadap Islam bahkan dalam dakwah beliau sebagai Almasih dan Al Mahdi yang dijanjikan beliau menyatakan bahwa salah satu tugas dari Almasih yang dijanjikan adalah untuk memecahkan salib,” terangnya.

Dalam prosesnya, Mln. Harpan Ahmad menyatakan bahwa Hazard Mirza Ghulam Ahmad menjadi orang satu-satunya yang berani berkirim surat kepada Ratu Inggris yakni Victoria dan mengajak beliau untuk memeluk Islam.

Dalam suratnya itu beliau mengemukakan bahwa tertulis agar Victoria memeluk Islam karena Islam adalah ajaran yang benar.

Berdasarkan dari apa yang telah dilakukan oleh pendiri Ahmadiyah tersebut, sudah barang tentu menjawab tuduhan bahwa Ahmadiyah bukanlah antek dari Inggris.

Penulis: Rio P

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed