Mewaspadai dan Mencegah Kekerasan Cyber

Oleh: Rosmiyah Atika Suri

 

 Teknologi informasi dan komunikasi adalah sarana pengelola,penyebaran dan pemberitahuan, Menurut KBBI pengertian teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Menurut Wiliams dan Sawyer teknologi informasi dan komunikasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data,suara dan video. Teknologi juga sudah banyak melewati fase perubahan dan perkembangan. Berikut adalah tiga fase dan sejarah yang yang telah dilalui sebagai berikut :

  1. Masa Prasejarah – 3000 SM

Pada masa prasejarah ini, manusia berkomunikasi dengan menggambarkan informasi pada dinding goa terkait berburu. Pada saat itu manusia baru mengenal benda-benda yang disekitarnya,bahkan berkomunikasi hanya sebatas dengusan,Bahasa isyarat dan gerakan tangan. Perkembangan komunikasi di masa inipun ditindak dengan adanya alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat.

  1. Masa Sejarah (3000 SM – 1400 M)

Pada masa ini kemampuan berkomunikasi manusiapun sebatas pengenalan yang mereka temukan. Contohnya bangsa Sumeria yang berkomunikasi menggunak tulisan dan tulisan yang diogunakan pun berupa symbol-symbol yang di bentuk dari Piktograf.

  1. Periode (500 SM – 105M)

Pada tahun 500 SM, bangsa mesir kuno sudah menggunakan serat papyrus sebagai kertas. Di tahun 105M bangsa cina menemukan kertas yang terbuat dari serat bamboo yang di haluskan dan diratakan. Penemuan ini memungkinkan system pencetakan atau yang lebih dikenal dengan system cap.

Di zaman sekarang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mulai berkembang, ditambah lagi degan adanya kerjasama dengan negara asing.

Teknologi informasi dan komunikasi dapat mempermudah manusia dalam menjalani tugasnya. Tetapi, disisi lain tidak sedikit dampak negatif karena salah menggunakan teknologi informasi ini.salah satu dampak yang muncul dengan adanya teknologi informasi ini adalah cyberbullying. Cyberbullying atau kekerasan di dunia nyata ini lebih menyakitkan di banding kekerasan secara fisik.

Cyberbullying adalah perilaku kekerasan yang dilakukan individu ataupun kelompok dalam menggunakan alat elektronik. Di dalam cyberbullying terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban.

Baca Juga: Pengaruh Cyberbullying di Kalangan Remaja dan Anak-anak

Cyberbullying merupakan perilaku kekerasan yang ditujukan untuk mempermalukan,menakuti dan menjatuhkan korban. Adapun tiga contoh cyberbullying yang sering terjadi di social media :

  • Mengirim ancaman melalui chatting
  • Membuat akun palsu dengan tujuan mempermalukan korban di social media
  • Menyebar kebohongan dan kebencian di social media

Ketika merasa terbully secara online, korban dapat merasakan serangan dari mana saja,bahkan berada di posisi yang serba salah. Adapun dampak dan pengaruh dari cyberbullying ini, yaitu :

  • SecaraMental — merasa kesal, malu, bodoh, bahkan marah
  • Secara Emosional— merasa malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang kamu sukai
  • Secara Fisik— lelah, atau mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala.

 

Dampak dari cyberbullying untuk para korban tidak berhenti sampai pada tahap depresi saja, melainkan sudah sampai pada tindakan yang lebih ekstrim yaitu bunuh diri. tahun 2012, diketahui ada 9.106 orang di Indonesia yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Entah itu terjadi akibat bully,cyberbully ataupun depresi.

Cyberbullying sangat berpengaruh kepada mental korban. Bisa terjadi lama ataupun sebentar.

 

Jika merasa terbully segera lah bercerita kepada orang yang kamu percaya, untuk menenagkan dan mebuat kamu merasa lebih lega. Di saat teman kamu yang terbully sedang bercerita berilah ia masukan dan motivasi. Dan berikan semangat dan dukungan. Jikalau cyberbullying terjadi maka langkah yang harus diambil adalah, mereport akun tersebut lalu di tindak lanjuti kepada pihak yang berwajib.

Adapun beberapa tindakan yang harus dilakukan ketika menerima cyberbullying :

  • Mencari bantuan kepada orang yang di percaya
  • Memblokir dan melaporkan akun kepada media social
  • Mengumpulkan semua bukti-bukti agar tak terjadi kesalah pahaman
  • Jika pembullyan masih terus terjadi, laporkan pelaku kepada pihak yang berwajib

Teknologi informasi dan komnunikasi juga dapat di jadikan sarana mencari informasi terkait pencegahan pembullyan ataupun cyberbullying. Menghentikan cyberbullying sangat lah susah, belum lagi ada orang yang membenci, dia akan menggunakan segala cara untuk mempermalukan dan  menjatuhkan korban.

Cyberbullying juga bisa terjadi karena lingkungan dan rekaman. Rekaman film dalam ataupun luar negri yang mempunyai unsur kekerasan. Unsur kekerasan tersebut di coba di kehidupan sehari-hari.

Melihat maraknya fenomena pembullyan dan cyberbullying ini, saya berpendapat bahwa lingkungan, peran orang tua dan sekolah juga berpengaruh dalam hal ini.terlebih lagi peran orang tua dan masyarakat dalam menyikapi cyberbullying ini. Hal ini tidak bisa disepelkan ataupun dijadikan bahan candaan, sudah terlalu banyak korban di Indonesia yang mengalami hal seperti ini.

Banyak hal yang berpengaruh dari pesatnya teknologi infomasi ini, terlebih lagi untuk alat elektronik. Di dalam elektronik,manusia dapat mencari semua hal yang mereka ingin kan, baik maupun buruk. Menjaga lisan dan ketikan itu yang terpenting. Karena jika lisan sudah salah berucap,maka muncul lah kebencian. Dan kebencian itu di sebearluaskan melalui sosial media agar korban merasa lemah. cepat berkomunikasi dan menindak lanjuti pelakau terkait cyberbullying.

Jadikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini membawa hal positif untuk kita kedepannya.

 

Oleh: Rosmiyah Atika Suri, Siswa SMAN 1 Pontianak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *