by

Mewaspadai dan Mencegah Bully Digital

Oleh: Leonard Vereel

Bullying merupakan suatu tindakan criminal yang mengganggu kenyamanan dan menyakiti orang lain, dengan adanya perbedaan kekuatan maupun mental dari korban. Berdasarkan medianya bullying dibedakan menjadi dua, yakni traditional bullying dan cyber bullying. Traditional bullying terjadi secara langsung antara korban dan pelaku. Sedangkan, cyber bullying terjadi melalui perantaraan media social, dan korban dilecehkan melalui media social.

Media sosial merupakan kombinasi dari tiga elemen, yaitu content, komunitas, dan teknologi. Perkembangan dari media sosial akan berdampak pada tiga area, yaitu masyarakat, perusahaan, dan lingkungan lokal. Media sosial bergantung terhadap platform interaktif tempat pengguna berbagi, berdiskusi, dan memodifikasi sebuah konten. jumlah pengguna internet terus meningkat, karena adanya situs media sosial dibandingkan dengan tipe situs lainnya.

Teknologi informasi berkembang pesat untuk membantu manusia dalam berkomunikasi. Akan tetapi perkembangan teknologi informasi juga memunculkan beberapa masalah-masalah kriminal. Salah satu permasalahan yang sangat menjadi masalah adalah cyber bullying. Cyber bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, melalui text, gambar/foto, atau video yang cenderung merendahkan, makian, dan melecehkan. Cyber bullying merupakan salah satu contoh penyalahgunaan teknologi informasi pada saat ini.

Cyber bullying dapat dilakukan melalui media seperti pesan text, gambar video, panggilan telepon, Situs Media Sosial, dan website. Teknologi Media yang dicatat paling banyak terjadi cyber bullying adalah situs media sosial. Situs media sosial tempat sebagai salah satu penyebab utama maraknya cyber bullying.

Hal ini disebabkan oleh pengguna situs media sosial sebagian besar merupakan remaja dan anak-anak. Menurut psikolog, remaja dan anak anak belum memiliki kemampuan yang cukup dalam mempertimbangkan atau mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga: Pengaruh Cyberbullying di Kalangan Remaja dan Anak-anak

Media sosial memiliki karakteristik yang berbeda dengan teknologi komunikasi lainnya. Beberapa karakteristik yang berbeda adalah update secara real-time, informasi yang disebar secara luas, memiliki titik kumpul untuk melihat informasi, memiliki fitur yang memungkinkan pengguna situs media soal dapat menanggapi dan memberi masukan.

Kemampuannya dalam menanggapi dan memberi masukan dapat menyebabkan cyber bullying. Kemampuan tersebut semakin meningkat ketika digabungkan dengan teknologi informasi sperti handphone yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi kapan dan dimana pun. Dengan kemampuan teknologi handphone tersebut, maka tindakan cyber bullying pun akan semakin sering terjadi.

Cyber bullying secara tidak langsung dapat menyebabkan tindakan-tindakan kriminal seperti KDRT, kekerasan fisik yang menyebabkan luka berat, ancaman, pencemaran nama baik, dll. Alasan utama pelaku cyber bullying menggunakan media sosial adalah, adanya fitur yang dapat memalsukan identitas pelaku. Jika seseorang melakukan cyber bullying, maka pelaku telah melanggar aturan yang sudah di tetapkan.

Aturan yang dilanggar adalah nilai-nilai moral, periklanan, public relation, dan dunia hiburan. Beberapa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan pada kasus cyber bullying adalah, Sebelum menyebarkan informasi, sebaiknya dilakukanlah pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu.

Tata bahasa dalam menggunakan media perlu diperhatikan oleh pengguna. Proses edukasi serta penerapan disiplin diri terhadap pengguna. Bimbingan orang tua, sekolah, universitas, serta lingkungan masyarakat terhadap pengguna remaja. Media sosial melakukan kegiatan atau Gerakan anti cyber bullying secara berkala. Korban harus bersikap aktif dan melaporkan kepada pihak media sosial jika cyber bullying terjadi. Perkembangan teknologi internet berdampak positif terhadap perkembangan teknologi komunikasi. Dengan munculnya teknologi komunikasi seperti media sosial, maka muncul pula kejahatan seperti cyber bullying.

Cyber bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang melalui text, gambar/foto, atau video yang cenderung merendahkan dan melecehkan. Karakteristik media sosial yang memungkinkan pengguna bertukar informasi secara cepat dan fitur yang memungkinkan pelaku untuk menyembunyikan identitas menyebabkan tingkat kasus cyber bullying terung meningkat.

Cyber bullying menjadi sorotan bagi para pakar karena hal ini sering terjadi pada para remaja. Berdasarkan ulasan yang ada, maka disarankan para remaja harus memahami dan tetap mewaspadai terhadap cara penggunaan internet yang tepat. Peran orang tua, sekolah, universitas, dan masyarakat dapat membantu menekan kemungkinan terjadinya cyber bullying.

Selain itu, media sosial perlu berperan aktif dalam melakukan kegiatan atau gerakan anti cyber bullying, dan wajib memiliki fitur yang menangani laporan-laporan terhadap kasus cyber bullying yang terjadi saat ini, ataupun di saat mendatang. Maka dari itu kita harus tetap cermat dalam menggunakan media social agar terhindar dari cyber bullying, karena sangat sulit untuk menyadarkan pelaku cyber bullying, dari yang seperti kita ketahui kalua pelaku cyber bullying selalu menyembunyikan identitas nya, dan sangat sulit pula untuk mengetahui identitas si pelaku cyber bullying, maka dari itu kita lah yang harus cerdas dalam menggunakan social media.

Oleh: Leonard Verrel, Siswa SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed