by

Menyatukan Keragaman Bangsa di Era Digitalisasi

Oleh: Vidia Daradinanti

Keragaman bangsa merupakan salah satu kekayaan meliputi kondisi dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan mulai dari etnik ras, suku bangsa, agama atau keyakinan, pandangan politik, ekonomi, dan ragam budaya. Historis nya dimulai strategis nusantara dengan latar belakang Indonesia berasal dari bangsa Yunan daerah Cina Selatan . Permulaan tersebut menjadikan Indonesia miliki banyak budaya dan bahasa dengan perjalanan singgah di berbagai daerah kepulauan Nusantara.

Seiring berjalannya waktu manusia mengalami perubahan yang beragam dalam mengedepankan kesatuan dengan berkomunikasi dan menciptakan tekonolgi sehingga mendapatkan informasi yang mencakup seluruh peralatan teknis proses menyampaikan informasi hingga menjadi kesatuan TIK ( Tekonologi Informasi dan Komunikasi ) istilah tersebut pun muncul setelah adanya perpaduan teknologi komputer dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke–20. Perpaduan tersebut berkembang secara cepat dan pesat hingga ke awal abad – 21.

Banyak perubahan signifikan terjadi yang dilihat dari masa nya, pada awal masa sejarah hingga ke awal era modern sampai ke digitalisasi. Perkembangan teknologi di masa pra sejarah di mulai tahun 3000SM saat di temukan tulisan pertama kalinya oleh bangsa Sumeria. Lalu, pada era modern di mulai dengan media cetak seperti surat kabar atau koran sampai adanya Telephone oleh Alexander Graham Bell di tahun 1875 .

Awal Abad -20 ( 1910-1920 ) perkembangan tersebut di tandai sebuah transmisi gelombang suara tanpa kabel yaitu siaran radio AM dan berkembang secara cepat dan di ikuti audio-visual yang berwujud siaran dalam Televisi di tahun 1957. Perkembangan ini berdampak besar saat Perang Dingin di mulai saat adanya persaingan antara Blok Barat ( Amerika Serikat ) dan Blok Timur ( Uni Soviet ) dengan rangkaian elektronik seperti pengendalian pesawat ruang angkasa hingga ke mesin mesing perang dan persenjataan lainnya.

Kemampuan Otak Manusia berevolusi dengan menciptakan inovasi baru dan melakukan konvergesi telekomunikasi hingga komputasi multimedia di revolusi industri bidang ekonomi dalam perkembangan ke era modern digitalisasi.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi signifikan dalam perkembangan ilmu teknologi di era globalisasi dalam menjalankan kesatuan dan persatuan bangsa serta hubungan kerja sama yang baik antar berbagai negara di banyak bidang dan tentunya melakukan perubahan seiring berjalannya waktu hingga menimbulkan dampak di kehidupan manusia dengan pengetahuan berlandaskan moral dari berbagai agama – keyakinan yang beragam sampai menjadi satu kesatuan.

Baca Juga: Menerima Keragaman di Tengah Majunya Zaman

Ilmu Teknologi dan Informasi saat ini yang mengalami perubahan dari waktu hingga saat ini merubah sektor industri untuk perekonomian, mulai dari Sektor Pertanian, Sektor Finansial, Sektor, Agrologistik, serta Sektor Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memiliki potensi berinovaitf seiring perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Membawa banyak Dampak Positif dalam Era Modern di Digitalisasi pun menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa untuk melakukan perkembangan yang baru meliputi inovasi dan kreatif. Toleransi dengan keragaman yang ada menjadi salah satu topik yang memanfaatkan perkembangan dan perubahan yang dapat terjadi untuk menyiapkan regulasi kebijakan kebijakan yang dapat mengantisipasi atau meminimalisir ketimpangan yang mungkin akan terjadi , khususnya dalam hal kritis. Strategi tersebut pun dapat meliputi berbagai aspek dalam Era Digitalisasi dari aspek sosial hingga ke aspek tata kelola teknologi yang dapat digunakan.

Digitalisasi dalam Teknologi dan Informasi merupakan fenomena sosial yang mempengaruhi sistem ekonomi, fenomena tersebut memiliki karakteristik dalam intelejenisasi liputan informasi, insturmen informasi, kapasitas informasi, dan proses pengembangan informasi. Aktivitas paling kompeten adalah e-commerce  dalam distribusi digital barang dan jasa, distribusi ini dapat membangun adanya pemersatu keragaman di era digitalisasi dengan sarana IPTEK yang berinovatif.

Kondisi sosial-ekonomi menjadi sebuah pandangan tentang interaksi antara perkembangan inovasi dan kemajuan teknologi yang memiliki dampak ekonomi makro maupun mikro saat pengembangan produksi dalam penjualan teknologi digital dapat menjangkau berbagai sektor keberhasilan menerima kesatuan.

Memasuki Revolusi Industri 4.0, dengan era serba digital, kebiasaan setiap individu pun berkembang untuk melakukan interaksi dalam  dengan berbagai inovasi alat super canggih dengan akses jaringan internet akses secara global. Jaringan tersebut menjalar dalam IPTEK dan bergeneralisasi Digitalisasi dengan kecanggihan teknologi saat ini dan manusia mengalami perubahan kian signifikan menjadi dampak negatif yang alokasi nya sangatlah minim di perjelas hal tersebut.

Kita sebagai makhluk hidup sosial tidak dapat berdiam diei dalam menghadapi kondisi perubahan yang begitu dahsyat, manusia harus beradaptasi cepat . Teknologi menagalami ledakan yang memudahkan dalam segala hal. Tapi, saat ini manusia tidak suka menerima kenyataan, dan harus menghindar dengan adanya perubahan yang merubah seperti sistem pengajaraan oleh pendidik atau pelatih yang kegiatan nya drastis berubah klasikal menjadi tingkat digital, sistem yang berlaku di jalankan secara virtual dan menggunakan teknologi online.

Banyak manusia yang memiliki istilah GAPTEK atau julukkan untuk manusia yang gagap akan teknologi seiring berkembangnya digital karena kurangnya edukasi yang mendalam serta minim ilmu pengetahuan untuk hal ini bagi pendidik maupun peserta didik .

Abad ke – 21 sangat membutuhkan ilmu pengetahuan yang layak meliputi keterampilan dan kompetensi Digitalisasi dalam Globalisasi agar mampu memgatasi pertumbuhan ekonomi kelak cepat beradaptasi dengan pasar dunia dan mampu memenuhi pola pikir digitalisasi dalam strata internasional. Peluang untuk menjadi layak dalam berbasis di era digitalisasi ini menjadi sebuah keharusan dalam sistem pendidikan saat ini dengan memperkenalkan hal hal baru dinamika pengembangan teknologi informasi  dan menghadapi persaingan global.

Penduduk asli digitalisasi adalah 50% Millenial dan 80% anak anak sekolah, maka dari itu ilmu pendidikan mengenai hal ini sangat di perlukan. Menurut pandangan saya, terhadap kerelevan digitalisasi ini dalam Teknologi dan Informasi yang berkembang, memang sangat di perlukan adanya pendidikan bagi strata pengajar atau pendidik sampai ke jenjang peserta didik dengan menormalisasikan penggunaan IPTEK sehingga minim adanya GAPTEK.

Pemerintah harus meregulasikan kembali terkait pemberian pengetahuan mengenai hal ini dan mengedepankan hal ini sebagai masalah utama yang harus di selesaikan dengan cepat, karena akan berdampak bagi kegiatan ekonomi bangsa.

Kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi garda depan wawasan bangsa terhadap perkembangan Iptek secara Digitalisasi, bangsa indonesia juga harus mengedepankan dasar negara sebagai landasan yang andil yaitu Pancasila.

5 aspek sila didalam pancasila harus menjadi penompang dalam menjalankan era modern globalisasi dan digitalisasi saat ini dengan persatuan yang kuat meliputi keanekaragaman serta kekayaan bangsa Indonesia.

Oleh: Vidia Daradinanti, Siswi SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed