by

Menuntut Diri Sendiri

Oleh: Js Sun Vera (Rohaniwan Khonghucu)

Ada lima macam hubungan dalam kehidupan. Dalam ajaran Khonghucu, itu disebut Lima Hubungan Kemasyarakatan (Wulun).

Pertama, hubungan antara orang tua dan anak, yang dilandasi oleh rasa kasih sayang dan bakti. Orang tua wajib mengasihi, melindungi, dan mendidik anak. Anak wajib menyayangi dan berbakti kepada orang tua.

Kedua, hubungan antara kakak dan adik, yang dilandasi oleh rasa kasih sayang dan hormat. Seorang kakak wajib mengasihi dan melindungi adik.  Seorang adik wajib menyayangi dan hormat kepada kakak.

Ketiga, hubungan antara suami dan istri, yang dilandasi oleh pembagian tugas yang adil. Dalam hal mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dan mencari nafkah adalah tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Keempat, hubungan antara atasan dan bawahan, yang dilandasi oleh kebenaran. Di dalam hubungan ini, bukti-bukti sangatlah penting, seperti catatan-catatan dan arsip. Hubungan ini tidak hanya terbatas dalam hal hubungan pekerjaan, namun juga dalam organisasi sosial dan lembaga pendidikan.

Kelima, hubungan antara teman, yang dilandasi oleh rasa saling dapat dipercaya. Sebagian orang memiliki banyak teman tapi seringkali bertikai, ada yang mudah mencari teman dan mudah ditinggalkan, ada juga orang yang memiliki sedikit teman tapi berlangsung seumur hidup. Semua itu tergantung dari perilaku pribadi masing-masing. Orang yang dapat dipercaya akan memberikan rasa aman bagi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Dharma Sevanam

Dalam setiap hubungan, masing-masing kita harus menempatkan diri dari segi kewajiban untuk dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, serta tidak menuntut pihak lain untuk melakukan hal yang kita harapkan.

Dalam kitab Lunyu jilid XV ayat ke-21 tertulis Nabi bersabda, “Seorang Junzi menuntut diri sendiri, seorang xiaoren menuntut orang lain.”  Junzi adalah seorang yang berkepribadian sesuai dengan Watak Sejati (Cinta kasih, menjunjung kebenaran, susila, dan bijaksana).  Xiaoren atau manusia rendah budi adalah seorang yang berperilaku sebaliknya.

Sebagai orang tua, mereka harus mengutamakan kewajiban memberikan kasih sayang, perawatan, pengasuhan, dan pendidikan terbaik bagi anaknya, dan tidak menuntut bakti dari anak sebagai kewajiban maupun imbal balik atas apa yang telah diberikan.

Seorang anak harus menempatkan diri pada kewajiban untuk menyayangi dan berbakti kepada orang tua, dan tidak menuntut orang tua untuk memenuhi keingingan-keinginannya. Sekalipun orang tua lalai melaksanakan kewajibannya, seorang anak tetap berkewajiban untuk menyayangi dan berbakti.

Seorang kakak mengutamakan kewajiban memberikan kasih sayang dan melindungi adik, mengalah, dan mendahulukan kepentingan adik daripada diri sendiri, tidak menuntut penghormatan dari adik. Adik menyayangi, mengalah, dan menghormati kakak, tidak menuntut kakak terlebih dahulu melakukan kewajibannya.

Seorang suami mengutamakan kewajiban sebagai kepala keluarga, mengayomi, menafkahi, dan melindungi istri dan seluruh keluarga, tidak menuntut istri untuk melakukan kewajibannya terlebih dahulu. Istri  menyayangi, menghormati, dan mendukung suami dalam menjalankan perannya, sekaligus menjadi penyemangat.

Di masa sekarang, adalah lazim jika suami dan istri harus bekerja untuk mencari nafkah. Di samping karena kebutuhan yang terus meningkat, juga karena emansipasi, persamaan gender antara pria dan wanita. Dalam hal demikian, pembagian tugas mengurus rumah dan anak pun harus dilakukan dengan berimbang agar tetap terjaga hubungan yang harmonis.

Seorang atasan wajib mengayomi bawahannya, memastikan hak-hak yang diterima sesuai dengan perjanjian, memberikan jaminan keamanan dalam bekerja. Seorang bawahan wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan perjanjian.

Kebenaran adalah tolok ukur dari hubungan ini. Biasanya kebenaran dibuktikan dengan hasil kerja dan bukti-bukti tertulis, seperti laporan dan arsip, dalam hubungan antara guru dan murid dalam lembaga pendidikan ada hasil ujian, tugas, dan laporan nilai sebagai tolak ukur.

Teman adalah tempat di mana seseorang bisa mencurahkan perasaan dengan bebas. Biasanya, teman adalah orang yang paling tahu permasalahan temannya, karena teman seringkali memiliki tempat istimewa yang dipercaya dapat menampung keluhan dan memberikan suasana hati yang lebih baik.

Namun, teman yang tidak memiliki ketulusan hati, membocorkan rahasia teman, akan sangat menyakitkan dan ditinggalkan. Menjaga perilaku dapat dipercaya adalah sebuah kewajiban, tanpa menuntut orang lain untuk melakukannya terlebih dahulu.

Jika semua orang, dalam perannya di  setiap hubungan, dapat menuntut diri sendiri untuk terlebih dahulu melakukan kewajibannya dengan baik, dan tidak menuntut pihak lain untuk melakukan keinginannya, niscaya kehidupan yang harmonis akan dapat terjalin, dan kedamaian akan tercipta.  Meskipun pada awalnya bertepuk sebelah tangan, yakinlah bahwa suatu saat kita akan diperlakukan sama. Sebab, apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan dapat menimbulkan energi yang akan kembali ke diri kita sendiri. Shanzai.

 

Js Sun Vera (Rohaniwan Khonghucu)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/menuntut-diri-sendiri-jp2lp

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed