by

Menjaga Kerukunan dengan Merajut Perdamaian Melalui Komunikasi

Oleh: Maghfiroh Fitri Maulani

Indonesia merupakan salah satu bentuk negara yang multikultural, yang mana didalamnya terdapat keragaman suku, ras, budaya, bahasa maupun agama. Keberagaman dari berbagai aspek inilah yang harus disyukuri dan juga di jaga oleh setiap warga negara.

Keberagaman ini juga menimbulkan banyak sekali perbedaan antara satu dengan lainnya. Jika melihat hal semacam itu, perbedaan itu harus dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan perselisihan, ataupun sampai ke tahap kekerasan.

Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang baik hendaknya bisa menciptakan perdamaian dalam segala aspek terutama agama. Dengan adanya kedamaian, tentu akan terciptanya tatanan hidup yang sehat dan juga harmonis di dalam setiap interaksi manusia, tanpa adanya perasaan takut ataupun terintimidasi.

Berbicara mengenai perdamaian, setiap agama tentunya selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu hidup rukun dan damai. Disamping itu juga mengajarkan saling toleransi maupun menghargai, baik itu perbedaan pendapat, paham, ataupun agama.

Kedamaian tentu akan dirasakan oleh bangsa Indonesia yang multikulturalisme ini jika satu sama lain menerima dengan bijaksana mengenai pluralitas agama dan juga bersikap toleransi. Disamping itu, untuk mencapai sebuah kedamaian dan kerukunan antar masyarakat sangatlah diperlukan sebuah komunikasi.

Komunikasi itu perlu karena pada dasarnya memang sebuah komunikasi adalah kebutuhan yang medasar bagi hidup bermasyarakat. Dengan adanya komunikasi, semua bisa terjaga dan juga menghindari sebuah kesalahpahaman baik bagi individu maupun bagi masyarakat di lingkungan kita.

Dalam hidup bermasyarakat, hal yang perlu ditanamkan adalah nilai kedamaian. Nilai kedamaian tersebut bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan baik antar warga. Seperti halnya di lingkungan saya, yang mana setiap sebulan sekali harus ada yang namanya komunikasi antar warga RT.

Baca Juga: Kampanye Perdamaian Generasi Millenial di Era Digital

Hal tersebut dilakukan supaya menghindari kesalahpahaman yang terjadi dan supaya tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Disamping itu, lingkungan saya juga menerapkan penanaman nilai damai dan binaan terhadap warga RT dengan melakukan cara komunikasi antara remaja RT dan juga para warga lainnya yang lebih tua.

Dengan hal semacam itu, semua warga menjadi terdidik dan juga sudah mulai menerapkan sikap toleran terhadap satu dengan lainnya baik itu dalam hal perbedaan pendapat, ataupun yang lebih sensitif yakni dengan adanya perbedaan agama yang dianut oleh masyarakat sekitar.

Perlu di tekankan, bahwasanya komunikasi disini tidak hanya sekedar komunikasi, melainkan komunikasi yang mengarah peda konsep perdamaian atau untuk mencapai kerukunan antar warga. Memang benar, bahwa komunikasi itu bisa dilakukan kapanpun dan juga dengan siapapun, hanya saja komunikasi semacam ini membutuhkan sebuah etika.

Ketika kita berkomunikasi tetapi tidak dengan etika yang baik atau semena-mena, tentunya tidak akan menemukan hasil yang efektif. Begitu sebaliknya, ketika kita menggunakan etika berkomunikasi tentu akan mencapai hasil yang efektif yang mana pesan dapat ditangkap dan dipahami oleh yang lainnya.

Oleh sebab itu ketika berbicara atau berinteraksi dengan orang lain, gunakanlah kata-kata yang santun, bijaksana, berkualitas, dan yang terpenting tidak sampai menyakiti hati orang lain.

Penanaman nilai perdamaian dalam masyarakat itu perlu ditanamkan dengan cara berkomunikasi, karena bentuk komunikasi dalam masyarakat itu sangat penting. Setiap orang memiliki sebuah perbedaan baik itu dalam segala aspek, dan ketika hal semacam itu dapat dibicarakan atau saling komunikasi dengan baik, tentu tidak akan mengalami benturan yang mengarah pada konflik.

Sebetulnya, cara menjaga dan juga merawat perdamaian di lingkungan sekitar itu tentu sangat mudah, terkhusus lagi para remaja milenial yang harus memberi dorongan kepada seniornya. Disamping itu, kita juga harus menanamkan sikap toleran pada sesama warga dan juga komunikasi dengan baik terhadap warga.

Sehingga, ketika hal tersebut dijalankan dengan baik, maka secara tidak langsung meminimalisir terjadinya benturan. Pada dasarnya, setiap persoalan itu membutuhkan musyawarah dengan etika komunikasi yang santun dan bijaksana. Maka dari itu, upaya untuk mengembangkan hal-hal positif dalam lingkungan sekitar harus terus dilakukan supaya tetap menjaga persatuan antar tiap warganya.

 

Maghfiroh Fitri Maulani, Mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Sunan Ampel Surabaya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed