by

Menjadikan Pancasila Sebagai Inspirasi, Inovasi dan Prestasi

Kabar Damai I Kamis, 05 Agustus 2021

Jakarta I kabardamai.id I Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendorong anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Barat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Pancasila harus menjadi inspirasi, inovasi dan prestasi pada masa sekarang dan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BPIP Prof. Dr. Hariyono, M.Pd saat menjadi narasumber pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan untuk Paskibraka Provinsi Jawa Barat Selasa, 3 Agustus 2021.

Melansir laman BPIP, selain menjelaskan tentang sejarah dan lahirnya Pancasila ia juga menjelaskan makna, fungsi dan kedudukan konsep dasar nilai-nilai Pancasila.

“Tidak semua memiliki kesempatan untuk mengikuti Paskibra, ini sebuah momentum, sebuah peluang bagi adik-adik dengan mengembangannya secara maksimal”, ujarnya, dikutip dari bpip.go.id.

“Salah satu mencintai tanah air adalah memberikan manfaat kepada orang lain, bangsa dan negara. Dalam konteks itulah mari kita bersama-sama mempelajari Pancasila”, sambungnya.

Baca Juga: Sinergi Pusat – Daerah untuk Perkuat Pembumian Pancasila

Ia juga berharap anggota Paskibraka yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan memiliki tanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia, selain dalam wawasan kebangsaan juga ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Adik-adik nantinya bukan sekedar objek kehidupan, tetapi sebagai produsen dan inovator perubahan Indonesia ke depan”, tegasnya.

Dalam pembukaan PIP Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan menjadi anggota Paskibraka merupakan salah satu dari bela negara, sehingga diharapkan dengan berbagai metode pendidikan dan pelatihan kepada anggota Paskibraka dapat menanamkan rasa nasionalisme, patriotisme untuk bangsa dan negara.

“Kami yakin penanaman nasionalisme, patriotisme ini nantinya menjadi kebanggan setiap orang”, ucapnya.

Dirinya berharap ke depan, anggota Paskibraka yang sudah melalui pendidikan dan pelatihan ini membawa perubahan dalam pembangunan segala bidang.

“Pemuda adalah suatu kelompok yang sangat strategis dan membawa perubahan negara, baik secara nasional maupun secara global”, tutupnya.

Wahana Sosialisasi Berbasis Tradisi

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd berharap Tradisi masyarakat tidak hanya dikagumi sejak masa lampau, tidak menjadi sebuah konsep etnis maupun sebagai wahana pertunjukan saja. Melainkan tradisi kedepannya menjadi wahana sosialisasi dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.

“Nilai-nilai masa lampau itu bisa mewarisi dengan merawatnya untuk memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara pada hari ini dan kedepan”, ucapnya saat membuka acara webinar “Pembinaan Karakter Penerus Bangsa Melalui Pelestarian Tari Merak Sunda” Selasa, 3 Agustus 2021.

Dirinya bahkan menilai dengan tema webinar secara daring itu, bisa dijadikan sebagai nilai-nilai tradisional dengan nilai-nilai modern. Bahkan disosialisasikan tidak hanya secara tradisional melainkan secara digital.

“Makna dari sunda merak ini tidak hanya disosialisasikan dalam seni pertunjukan secara tradisional saja, tetapi bisa dibawa kepada dunia digital”, ucapnya.

“Karena dalam teori sosial menyikapi tradisi tanpa sikap tradisional, tradisi masyarakat sunda bukan sekedar konsep etnis, tapi tataran sunda secara luas”, sambungnya.

Ia juga berharap dengan banyaknya dan beragamanya tradisi di indonesia khususnya di suku sunda dapat terus dilestarikan sehingga tidak bangsa kita tidak lupa. Mengingat nilai-nilai budaya global sudah tidak dapat dihindari.

Dengan tradisi sebuah bangsa kita tidak pernah terlepas dari nilai-nilai sejarah, budaya, karena di era globalisasi ini kita selalu kagum dengan nilai-nilai budaya global.

Peran Guru Bangun Karakter

Sementara itu Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengapresiasi kepada BPIP karena konsisten ikut serta dalam melestarikan kearifan lokal.

Kami mengapresiasi kepada BPIP karena selalu konsisten ikut serta dalam melestarikan kearifan lokal”, ucapnya.

Ia memaparkan dalam pelestarian seni, budaya maupun adat istiadat peran guru sangat penting untuk membangun karakter anak-anak generasi bangsa.

“Menurut saya peran guru dalam pembentukan karakter dalam pelestarian budaya ini sangat penting”, paparnya.

Ia juga menjelaskan banyak sekali sistematika dalam memberikan pembangunan karakter kepada anak-anak didiknya salah satunya dengan cara atau melalui tradisi kearifan lokal yakni tari merak sunda.

“Sudah sering saya sampaikan kepada guru-guru di sini banyak sekali sistematika untuk memberikan pembelajaran diantaranya tantangan dan peluang, pembelajaran selama pandemi, pendidikan karakter dan kebudayaan dan pelestarian budaya melalui tari merak sunda” jelasnya. [bpip/ER]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed