by

Menjadi Penyuluh Agama Islam yang Inspiratif Melalui Pemanfaatan Teknologi

Kabar Damai I Rabu, 11 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Perkembangan zaman dan teknologi juga sejatinya harus disesuaikan dan dilaksanakan oleh penyuluh dalam mensyiarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Terlebih, penyuluh adalah garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga tidak hanya harus mahir mengkondisikan diri secara langsung namun juga menggunakan media.

H. Syamsul Bahri, Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI menjelaskan tentang penyuluh agama Islam yang kini semakin kreatif dalam mensyairkan Islam melalui berbagai cara dan upaya yang dilakukan.

Diawal pemaparannya dalam kanal youtube Bimas Islam, ia menjelaskan tugas dari penyuluh itu sendiri.

“Penyuluh agama Islam fungsi utamanya adalah memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat Islam dan masyarakat secara umum tentang bagaimana mereka bisa mengajak untuk memahami agama dengan baik dan benar, memberikan pencerahan kepada masyarakat muslim terkait bagaimana membangun kehidupan yang sesuai dengan syariat Allah dan Rasulnya,”.

Baca Juga: Menkominfo Perkuat Ekonomi Nasional Melalui Implementasi Teknologi 5G

“Kemudian memberikan pencerahan secara umum bagaimana masyarakat bisa hidup secara damai dan hormat menghormati, saling jaga sehingga bumi ini menjadi damai,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung kinerja penyuluh agar dapat mensyiarkan ajaran agama, Bimas Islam sendiri memberikan pendampingan melalui program yang diselenggarakan.

“Ada beberapa program strategis yang saat ini dikawal oleh Bimas Islam, terutama memberikan motivasi kepada penyuluh kita sebagai garda terdepan untuk memberikan pencerahan kepada umat ini tentang islam yang rahmatan lil alamin, sehinga meminimalisir konflik yang ada ditengah masyarakat kita,” tambahnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin masif, penyuluh juga diharuskan menyesuaikan diri. Oleh karenanya, kreatifitas tersebut dibarengi dengan teknologi.

“Dalam rangka menjalani kehidupan diabad teknologi diperlukan bekal-bekal untuk dapat mengimabangi derasanya arus informasi digital sehingga para penyuluh kita desain untuk memahami teknologi informasi,”.

“Maka kita bekerjama dengan Kominfo kini dan lembaga lainnya nanti untuk memberikan layanan dan wawasan tentang teknologi informasi itu kepada penyuluh, karena penyuluhlah yang kemudian bisa meneruskan misi besar dari tantangan yang ada,” bebernya.

 

Lebih jauh, menurutnya dengan memahami teknlogi, diharapkan para penyuluh dapat mengimbangi dan meluruskan, menjelaskan mana berita atau misi yang benar dan mana misi yang salah. Sehingga para penyuluh dapat memberikan informasi dan jawaban sebenar-benarnya.

Kreatifitas dalam menyampaikan ajaran agama dan disesuaikan dengan teknologi menjadi hal yang penting, selain sebagai pencerah sekaligus penyampaiannya juga semakin cepat dalam pelaksanaannya.

“Saya fikir sangat urgent, karena banyak penyuluh memang kesehariannya adalah kiyai, ustad yang dakwahnya dipercayai masyarakat. Oleh karenanya, materi-materi itu akan lebih sampai kepada sasarannya melalui media teknologi yang ada sekarang,” tambahnya.

Selain dari pihak penyuluh, masyarakat juga sejatinya harus proaktif. Melalui kedua hal tersebut maka tujuan dari dakwah yang baik dan terhindar dari simpang siur akan terjadi.

“Menjadi bagian yang sangat efektif, tingkat keefektifannya juga nanti masuk dalam bagian perhatian masyarakat. Jika pihak penyuluh aktif dalam penyebaran misi yang benar maka akan keseimbangan bahkan akan mendominasi,”.

“Biasanya jika informasi sudah masuk dimedia sosial, masyarakat tanpa menyaring langsung dianggap benar, ketika ada yang meluruskan, membenarkan atau mengoreksi berita itu maka masyarakat minimal berkurang kebingungannya,” jelasnya panjang lebar.

Selama ini, Bimas Islam sudah memiliki banyak penyuluh inspiratif. Oleh karenanya, yang baik harus terus ditingkatkan.

“Sangat dibutuhkan penyuluh yang inspiratif, banyak sudah kita punya penyuluh yang inspiratif yang ingin menyebarkan konsep dakwah dengan konsep Rasul. Ia mengajak manusia kejalan Allah dengan jalan hikmah, dengan pembelajaran yang baik dan benar, dengan berdiskusi  dan berdialektika serta berdebat yang baik dengan logika Al-Quran yang juga kreatif,” tuturnya.

Terakhir, ia berpesan agar para penyuluh selalu semangat dalem menjalankan tugasnya, berdakwah dijalan Allah.

“Kami berharap kepada teman-teman penyuluh dilapangan untuk jangan sampai putus asa, yang kedua harus kreatif dan punya ide-ide yang bisa dituangkan. Jelaskan misi besar sehingga minimal jangan mempersulit kehidupan umat,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed