by

Menjadi Guru di Era Generasi Alpha

Kabar Damai I Jumat, 03 September 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Kemajuan belajar peserta didik ditentukan dengan peran dan kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pada generasi alpha, perlu adanya bonding atau pendekatan yang harus dilakukan agar segala macam tujuan yang dilakukan melalui proses pendidikan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Melalui siaran program ruang publik KBR, Ratna Megawati PhD yang merupakan founder Indonesia Heritage Foundation dan juga sekaligus Rektor Institute of Character Education PHBK memberikan gambarannya.

Diawal pemaparan, ia menjelaskan apa itu IHF dan tujuan dari dibentuknya yayasan tersebut.

“IHF adalah suatu yayasan yang didirikan pada tahun 2000 yang konsen terhadap kualitas SDM Indonesia terutama berkaitan dengan karakter. Yayasan ini memiliki visi membangun bangsa berkarakter, cerdas dan kreatif supaya konsisten apa yang dipelajari dengan apa yang dilakukan. Tentunya spirit untuk melakukan hal-hal kebaikan,” ungkapnya.

Membahas pada tema yaitu khusus pada generasi alpha, ia menjelaskan pula apa itu generasi alpha.

“Generasi alpha adalah generasi yang lahir sejak tahun 2010 dimana para orang tuanya sebagian besar adalah kaum milenial yang lahir tahun 1980-an sampai 1995. Adapula generasi Z yang umurnya sekarang 25-an dan mungkin sudah punya anak,” tuturnya.

Baca Juga: Mengaplikasikan Ajaran Catur Guru Saat Pandemi

Menurutnya pula, generasi alpha lahir dari generasi yang juga sudah terpapar oleh teknologi sehingga potensi kecerdasan dan keterpaparan pada perkembangan lebih besar.

“Mereka generasi alpha yang orang tuanya juga sudah canggih dengan hal-hal yang serba digital. Merekalah yang nantinya akan mewarnai masa depan Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh, ia juga memaparkan bahwa generasi alpha memilkik karakteristik yang tentunya berbeda dengan generasi sebelumnya.

“Yang jelas sejak kecil mereka sudah terekspos dengan digital dan screen, hp, ipad dan sebagainya yang mungkin orang tuanya yang karena memang para milenial. Jadi mereka betul-betul sebelum masuk usia PAUD bahkan sudah mengerti mengoperasikan digital dan juga serba cepat,” ungkapnya.

Dalam rangka menciptakan generasi alpha yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman tentu tidak dapat dilakukan oleh satu phak saja. Tidak hanya orang tua, peranan guru dalam pendidikan juga sangat besar peranannya. Terlebih jika dilihat tentang kualitas pendidikan Indonesia yang masih berada diposisi bawah hingga saat ini.

“Inilah yang menjadi tantangan terbesar, Indonesia jika kita lihat dari performens tentang pendidikan kita selalu dilevel terbawah. Dalam hal pendidikan tentu menjadi hal serius yang harus kita fikirkan karena mau tidak mau kita tidak dapat menghindar dari masa depan,”.

“Jadi kita memerlukan guru-guru yang mampu menyiapkan anak-anak kedepannya,” jelasnya lagi.

Menurutnya pula, masih dalam rangka menyiapkan generasi alpha ini perlu pula adanya penyesuaian dalam hal penyediaan teknologi.

“Yang perlu disiapkan harus ada penyesuaian di sekolah yang berhubungan dengan perangkat digital. Namun yang paling penting sekali bagi generasi alpha karena sudah terekspose dengan gadget sehingga harus dibenahi oleh sekolah,” tuturnya.

Walaupun demikian, hal-hal baik yang telah menjadi ciri dan karakter pendidikan Indonesia juga tidak dapat dihilangkan.

“Pelajaran yang menyangkut membangun karakter, percaya diri dan interosonal skil, kerjasama yang harus disiapkan untuk genersi alpha. Karena mereka akan hidup dizamannya,” ungkapnya.

Walaupun tantangan kedepan menurut prediksi berpusat pada teknologi, namun sektor skil yang juga dibutuhkan dan juga diminati oleh masyarakat Indonesia harus pula ditingkatkan kedepannya.

“Ada yang bilang bahwa generasi alpha harus disiapkan STEM, karena tantangannya kedepan akan mengarah kesana. Tapi yang harus diingat bahwa manusia berbeda bakat kecerdasannya,”.

“Perlu diingat juga bahwa 85% penduduk juga perlu yang lebih skill, seperti pada segmen seperti entertain, pariwisata dan lainnya. Ini berhubungan dengan service oriented dan karakter yang baik,” pungkasnya.

 

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed