by

Menjadi Dewasa dalam Persembunyian

Kabar Damai I Juamt, 05 November 2021

Jakarta I kabardamai.id I Anne Frank lahir sebagai keluarga Yahudi pada 12 Juni 1929 di Frankfurt, Jerman. Orang tuanya Otto Frank dan Edith Frank merawat Anne dengan penuh kasih dan sayang. Kakak perempuannya, Margot selalu anggun, tak banyak bicara, dan cantik dengan diamnya. Anne tumbuh layaknya gadis remaja lainya. Ia gadis yang ceria, berani, mudah disukai orang, memiliki banyak teman, suka membaca, dan tentu saja pintar.

Pada tahun 1933, keluarga Frank memutuskan untuk pindah dari Jerman ke Amsterdam, Belanda sebelum penganiayaan Nazi memburuk. Di Belanda Anne bersekolah di sekolah Montessori. Namun, pada tahun 1940 Jerman menyerbu Belanda dan berhasil menduduki Belanda. Sejak saat itu ia harus beralih ke sekolah SMP Yahudi. Bintang kuning merupakan ciri yang harus digunakan oleh orang Yahudi kala itu. Anne tidak suka menggunakannya.

Surat panggilan sampai kepada keluarga Frank, untuk menyerahkan Margot. Sehingga sejak 6 Juli 1942 Anne dan keluarganya mulai bersembunyi di “Paviliun Rahasia” bersama dengan kelaurga Vaan Daan dan seorang dokter gigi. Di tempat itulah Anne menulis jurnalnya, dan ia mendapat banyak pembelajaran untuk mengetahui siapa dirinya dan belajar cara bersyukur atas apa yang ia miliki.

Selama 25 bulan hidup namun tak benar-benar hidup karena sembunyi. Anne Frank dituntut dewasa dengan keadaan. “aku harus menjadi orang baik melalui usahaku sendiri, tanpa contoh dan tanpa saran yang baik.” – halaman 161. Walaupun hidup dalam batas dinding dingin dan lembab, Anne selalu berharap keadaan yang menimpanya akan segera berakhir dibarengi dengan pemikiran positif yang menjadi cirri khas Anne Frank.

Buku setebal 411 halaman ini menggambarkan kehidupan terisolasi di paviliun rahasia dengan beragam konflik keluarga, mulai dari berebut jadwal membaca, sifat penghuni lain yang menjengkelkan, kehabisan stok makanan, serta gambaran kekejaman Nazi kala itu, dalam sudut pandang Anne Frank, seorang gadis belia yang bersembunyi dari kejaran Nazi.

Dalam kisahnya, Anne Frank berhasil membawa pembaca ke dalam suasana yang ia rasakan kala itu. Perasaan mencekam ketika bom dijatuhkan di langit Belanda, orang-rang Yahudi diseret paksa oleh tentara Jerman, dan banyak kisah mengharukan lainnya. Konflik ringan bernuansa kekeluargaan kadang memunculkan kekonyolan-kekonyolan tiap orangyang menghuni paviliun rahasia. Dokumen-dokumen asli milik Anne Frank yang disuguhkan membuat buku ini semakin menarik.

Walaupun buku ini dengan sangat baiknya menggambarkan sebagian kejadian dalam peristiwa Holokaus serta kegiatan Anne Frank dan keluarga yang sedang bersembunyi. Namun, karena buku ini adalah buku terjemahan dari bahasa asing, jadi ketika membacanya kadangterdapat kalimat yang tersusun dengan baik. Sehingga pembaca sulit untuk memahami makna dari kalimatnya.

Lewat buku ini, Anne Frank memberi kita bahan untuk merefleksikan diri bahwa PSBB hingga PPKM mulai dari level 1 hingga 4 tidak seburuk apa yang dihapi Anne. Bayangkan ia diam di tempat persembunyian yang tidak nyaman untuk bertahan dari kekejaman Nazi.  Jadi yuk kita bersyukur atas apa yang kita punya hari ini.

 

Judul Buku : Dear Kitty

Penulis : Anne Frank

Penerbit : Artia

Cetakan : Pertama, 2013

Jumlah Halaman : 411 halaman

ISBN : 978-979-024-398-9

Peresensi :  Alya Muhtar, Mahasiswa UIN Bandung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed