Menjadi 1% Lebih Baik Setiap Hari

Kabar Damai I Selasa, 25 Januari 2022

Jakarta I kabardamai.id I Beberapa orang mengira jika ingin mengubah hidup, maka kita perlu memikirkan hal-hal yang besar. Namun, pakar kebiasaan terkenal kelas dunia, James Clear menemukan cara lain yang menyatakan bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil. Seperti halnya bangun lima menit lebih awal ataupun mengerjakan push-up dua kali sehari.

James menyebut hal-hal tersebut sebagai atomic habitsAtomic merupakan bagian teramat kecil sebuah benda, sedangkan habit mengandung arti rutinitas atau praktik yang dilakukan secara teratur. Atomic habit merujuk pada suatu perubahan yang sangat kecil, peralihan sangat remeh, dan perbaikan yang hanya 1%. Namun, sama seperti atom-atom yang membentuk molekul, atomic habit merupakan unsur pembentuk hasil-hasil yang luar biasa.

“Suatu perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membuat anda tiba di sasaran yang sangat berbeda. Membuat pilihan yang 1% lebih baik atau 1% lebih buruk terkesan tak bermakna pada suatu saat, tapi dalam rentang waktu panjang pilihan-pilihan tersebut menentukan perbedaan antara siapa anda sekarang dan siapa anda nanti. Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari – bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup” – halaman 21.

Mulanya, buku ini menceritakan kisah penulis saat mengalami kecelakaan yang membuatnya cedera. Namun setelah dua tahun pasca kecelakaan, ia menemukan kekuatan dahsyat dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menuntunnya pada pencapaian luar biasa. Hal itu dicantumkan dalam buku Atomic Habits yang membahas selangkah demi selangkah cara untuk membangun kebiasaan yang lebih baik, bukan untuk beberapa hari atau minggu, tapi seumur hidup.

Selain menghidupkan kebiasaan baik, strategi yang dipaparkan dalam buku ini juga bisa dipakai untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Proses membangun kebiasaan itu sendiri dibagi menjadi empat langkah sederhana yaitu mendapatkan petunjuk (cue), menumbuhkan gairah (craving), menanggapi (response), dan menikmati hasil (reward).

Lalu empat langkah tersebut diubah menjadi kerangka praktis yang disebut Empat Kaidah Perubahan Perilaku. Kita bisa menciptakan kebiasaan-kebiasaan baik dengan menjadikannya terlihat, menarik, mudah, dan memuaskan. Kebalikannya, kita dapat menghentikan kebiasaan buruk dengan menjadikannya tidak terlihat, tidak menarik, sulit, dan mengecewakan.

Sebagai contoh, ketika hendak membangun kebiasaan berolahraga, pastikan baju olahraga yang akan kita pakai disimpan di tempat yang mudah terlihat oleh diri kita. Dengan mendapatkan petunjuk berupa baju olahraga yang terlihat, maka tanggapan-tanggapan kita terhadap petunjuk-petunjuk itu telah terpatri begitu dalam sehingga dorongan untuk beraksi seolah-olah datang entah dari mana.

Untuk menjadikan sebuah kebiasaan menjadi menarik, kita bisa membingkainya dengan lebih berfokus pada manfaat ketimbang kerugian. Banyak orang mengaitkan olahraga dengan kewajiban berat yang menguras energi dan melelahkan. Alih-alih berpikir “Aku harus lari pagi ini”, katakanlah “Sudah waktunya meningkatkan stamina dan berlari dengan cepat.”

Selain itu, terdapat aturan dua menit yang bertujuan untuk membuat kebiasaan kita dimulai semudah mungkin. Seperti “Membaca sebelum tidur tiap malam” menjadi “Membaca satu halaman”. Ketika kita memulai kebiasaan baru, maka kebiasaan itu harus dapat dilakukan dalam kurang dari dua menit. Aksi-aksi berikutnya mungkin menyulitkan, tapi dua menit pertamanya haruslah mudah. Hal itu akan secara alami mengantarkan kita ke jalur yang lebih produktif.

Kaidah yang terakhir yaitu membuat kebiasaan menjadi memuaskan. Memberi ganjaran berolahraga dengan semangkuk es krim berarti kita memilih hal yang bertentangan dan akhirnya berakhir sia-sia. Sebaliknya, kita bisa memilih ganjaran yang lebih tepat yaitu pijat yang terbilang bermanfaat bagi tubuh. Ganjaran jangka pendek harus diselaraskan dengan visi jangka panjang, yaitu menjadi orang sehat.

Uniknya, setiap bab diawali dengan cerita-cerita inspiratif para peraih medali emas Olimpiade, CEO terkemuka, dan ilmuwan-ilmuwan yang telah menggunakan sains tentang kebiasaan-kebiasaan kecil untuk tetap produktif, termotivasi, dan bahagia. Hal itu bertujuan sebagai dasar terhadap penjelasan yang akan disampaikan oleh penulis di dalam bab tersebut sehingga pembaca dapat lebih mudah untuk memahami penerapan dari teori yang dikemukakan penulis.

Walaupun terdapat beberapa typo dalam penulisan, namun hal itu tidak mendominasi sehingga kita akan tetap nyaman membacanya. Dengan menawarkan cara baru dalam membentuk kebiasaan-kebiasaan baik, buku ini sangat cocok dijadikan panduan bagi siapa saja merasa kesulitan dalam mengubah kebiasaan.

Judul Buku: Atomic Habits: Cara Mudah dan Terbukti untuk Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Penulis: James Clear

Penerjemah: Alex Tri Kantjono Widodo

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2019

Jumlah halaman: 340 halaman

ISBN: 978-602-06-3317-6

Peresensi: Fatimah Nur’aini, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *