by

Meningkatkan Tumbuh Kembang dan Keterampilan Anak Melalui Teknik Membaca Nyaring

Kabar Damai I Minggu, 22 Agustus 2021

Pontianak l Kabardamai.id I Gerakan literasi kini semakin berkembang saja, muncul cara-cara dan pola yang dapat diterapkan sehingga semakin menarik banyak orang untuk terlibat didalamnya. Read Aloud salah satunya.

Melalui live instagram Sadap Indonesia, Sabtu (14/8/2021) Virna Martha Sandi menceritakan bagaimana berdirinya Read Aloud di Kalbar dan juga manfaatnya terutama bagi anak.

“Read Aloud ini adalah salah satu gerakan untuk mengajak orang tua untuk membacakan buku kepada anaknya, sesuai namanya membaca nyaring bukan berarti saat pelaksanaannya kenceng-kenceng, nyaring-nyaring tapi memang sebatas didengar oleh anak, disesuaikan dengan kuantitas anaknya juga dan juga dilakukan dengan intonasi dan artikulasi dan bonding,” ungkapnya.

Read Aloud di Kalbar selain dari ketertarikan Virna dalam dunia literasi juga karena didorong keprihatinan Kalbar yang berada diposisi 3 terbawah se-Indonesia.

“Selama ini banyak orang tua yang masih jarang atau belum faham tentang pentingnya membacakan buku kepada anak. Jadi kita di Read Aloud Kalbar ini mengajak. Selain itu, yang juga penting karena Kalbar berada diperingkat ke tiga terbawah se-Indonesia literasinya,”.

“Dari situ muncul rasa kasihan dan terfikir untuk membenahi generasi mendatang yang lebih baik, cara membenahinya itu dengan cara membawa dan mengajak anak-anak ini. Kita mulai sadar,” tambahnya.

Virna menjelaskan bahwa Read Aloud di Kalbar memang masih tertinggal karena baru dibentuk, namun dibanyak daerah lain sudah ada sejak lama.

Baca Juga: UNICEF Ungkap Miliaran Anak di Dunia Berisiko Tinggi Terhadap Krisis Iklim

“Read Aloud berawall dari Rosi Setiawan yang membentuk Read Aloud Indonesia dan Read Aloud Kalbar ini adalah yang termasuk tertinggal karena belum lama terbentuk, masih baru muncul. Sementara didaerah lain sudah mulai melek dan sadar bahwa Read Aloud itu manfaatnya banyak. Hampir disetiap kota di Pulau Jawa itu sudah ada komunitas Read Aloud,” bebernya.

Tersebar di Beberapa Kabupaten

Kini, Read Aloud di Kalbar sudah mulai dikenal dan diminati. Dalam memudahkan komunikasi juga telah ada platform whatsapp grup. Selain itu, dibeberapa kabupaten juga kini telah terbentuk Read Aloud pula.

“Awalnya saya menginisiasi ini sendiri dengan dorongan dan dukungan dari ibu Rosi dan teman-teman Read Aloud Indonesia untuk membentuk di Kalbar,”.

“Dalam Read Aloud terdapat training of trainer guna menyamakan frekuensi dan info-info dan mengajak kanan kiri akhirnya ada yang mau. Setelah ajakan sana-sini akhirnya kami sekarang berdua dan sekarang sudah ada dibeberapa kabupaten dan kota,” jelasnya.

Walaupun sudah terdapat dibeberapa Kabupaten, Virna menyatakan bahwa organisasi ini masih berjalan perlahan.

“Di Pontianak sudah ada, kemudian Ketapang, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau dan juga Sintang. Namun karena masih baru kita masih proses pengenalan. Memberikan hal baru kepada orang tentu ada kesulitan, jadi kita berjalan pelan-pelan. Karena sudah ada dibeberapa kabupaten jadi lebih enak sharingnya karena awalnya sendiri agak terasa berat,” jelasnya.

Insight tentang Read Aloud sudah jauh dicari oleh Virna bahkan sebelum menikah dan memilki anak. Ia bercerita tentang upaya mencari pola parenting untuk anaknya kelak. Ia yang menyukai membaca dan menemukan sebuah buku tentang teknik membaca nyaring yang sudah biasa dilakukan walaupun awalnya belum menyadari telah melakukannya. Setelah menikah dan memiliki anak serta tahu manfaat Read Aloud, ia kemudian terus mempraktikkan pola tersebut kepada anak.

Dalam memperkenalkan dan menjaring anggota yang kini bahkan tersebar dibeberapa kabupaten, dimulai dari circle kecil. Setelah terkumpul beberapa orang, dibuatlah clue up dan belajar bersama tentang membaca nyaring. Selain itu juga dilakukan dengan promosi dengan memanfaatkan media sosial.

Lebih jauh dalam sharing, ia mengungkapkan praktik dalam teknik membaca nyaring.

“Read Aloud itu memapari anak dengan membaca, sesuai dengan filosofi dari Read Aloud itu bejana kosakata, jadi semakin sering dibacakan buku maka akan penuh dan luber sehingga mendukung berbicara dan sebagainya,”.

“Kalau bicara teknik, tidak melulu dilakukan dengan cara konvensional. Dalam Read Aloud ini caranya dengan memapari anak dengan buku. Jelasnya sambil mempraktikkan,” terangnya.

Tidak ada waktu khusus dalam melakukan praktik membaca nyaring, asalkan baik anak ataupun yang memfasilitasi siap, dapat dilakukan.

“Dalam Read Aloud, dapat dilakukan kapan saja asalkan anak dalam keadaan baik dan yang hendak membacakan juga demikian. Tidak perlu lama, asalkan benar-benar hadir secara jasmani dan rohani,” kata Virna.

Kini, guna mempererat hubungan dan proses belajar bersama. Anggota Read Aloud Kalbar kerap melaksanakan kegiatan bersama dan juga tengah menggarap projek menulis.

“Dalam menjalankan keorganisasian, Read Aloud Kalbar kerap melaksanakan training kecil guna semakin memperdalam tentang Read Aloud itu sendiri. Selain itu, mereka juga tengah menggarap sebuah projek menulis bersama dengan tema keistimewaan Kalimantan Barat dalam bentuk cerita dan juga pernah mengulas buku bersama Kemendikbud sesuai dengan jenjang,” jelasnya lagi.

Terahir, Virna berpesan utamanya kepada para orang tua agar senantiasa membacakan buku kepada buah hati.

“Ayo sekarang para orang tua di Kalbar khususnya mulai membacakan buku ke anak, tapi berkelanjutan karena manfaatnya banyak sekali,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed