by

Mengulik Masjid Berarsitektur Klenteng Milik Anton Medan

Kabar Damai I Selasa, 16 Maret 2021

 

Bogor I kabardamai.id I Ramdhan Effendi atau yang biasa dikenal Anton Medan meninggal dunia Senin, 15 Maret 2021 di Cibinong, Bogor. Dia dikenal memiliki masjid bernuansa China yang estetik.

Mengutip dunia masjid Islamic Center, detik.com (15/3) mengulas bahwa Anton Medan membangun empat pondok pesantren di Babelan Bekasi, Cisarua, Kalimantan dan Cibinong. Nah, pesantren di Cibinong tersebut, Pondok pesantren At-Taibin dilengkapi dengan masjid yang megah dan unik.

Masjid bernuansa China tersebut diambil dari nama asli Anton, Tan Kok Liong. Lokasinya berada di Jalan Raya Kampung Sawah no. 100, Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor.

Digambarkan detik.com gaya khas bangunan China terlihat jelas pada atap masjid yang menggunakan pola limas tiga tingkat dengan ujung wuwungan dihiasi relief kepala naga. Lalu, di bagian pucuk atap terdapat mustika berbentuk topi Putri Xin Chiang dengan lafaz Allah SWT. Putri Xin Chiang adalah wanita pertama yang memeluk agama Islam.

Jika dilihat sepintas, maka orang mungkin akan mengira bangunan tersebut adalah kediaman khas bangsa Tiongkok atau semacam istana di China.

Memiliki luas bangunan 600 meter persegi, hampir keseluruhan detail bangunan dan elemen hias digunakan dengan menegaskan pengaruh gaya China. Misalnya, hiasan pada pintu yang dilengkapi lampion di sekitarnya.

Memiliki daya tampung jamaah hingga 400 orang, ciri khas bangunan masjid Tan Kok Liong terdapat pada kubah kecil berwarna emas di atap gazebo pintu masuk masjid.

Detail ornamennya juga mengandung makna filosofis yang dalam. Miniatur empat burung rajawali di atap teratas dan lima burung perkutut di setiap ujung wuwungan atap memiliki makna agar umat islam bisa memandang persoalan setajam tatapan rajawali. Bukan seperti burung perkutut yang selalu bergerombol tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Lalu, ada juga pendopo di samping masjid yang merupakan sebuah makan dengan pusara, namun tanpa jenazah. Menurut Anton saat ditemui tim detikcom 2006 lalu, makam tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk dirinya saat meninggal dunia.

Keunikan yang terdapat di masjid merupakan manifestasi proses panjang Anton Medan. Ya, sebuah perjalanan hidup yang bisa dijadikan pelajaran berharga.

Baca juga: Pemerintah Jerman Merencanakan Tempat Ibadah Lintas Agama

Dari Preman Menjadi Pendakwah

Anton Medan dikenal sebagai sosok ulama yang mempunyai kehidupan kelam sebagai perampok dan bandar judi. Anton Medan lahir dengan nama Tan Hok Liang. Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957.

Suara Bogor (15/3) mengulas, Anton Medan adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Anton Medan menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012. Sementara itu, Anton Medan memeluk agama Islam sejak 1992.

Banyak tuduhan-tuduhan yang diarahkan padanya seputar keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998. Anton Medan juga pernah masuk penjara sewaktu masih menjadi perampok dan bandar judi.

Anton, dalam ulasan Suara Bogor,  mengaku dirinya semula merupakan penganut agama Buddha, lalu beralih ke Kristen dan akhirnya Islam.

Sebelum masuk Islam, Anton dibesarkan di tengah-tengah politik gelap Indonesia. Itu selama pemerintahan Orde Baru Suharto ketika preman digunakan dalam politik, bisnis dan instansi pemerintah.

Pada tahun 1998, Anton Medan dijadikan kambing hitam untuk orkestrasi Kerusuhan Jakarta setelah tuduhan itu diam-diam dicabut.

Kerusuhan yang awalnya merupakan demonstrasi mahasiswa untuk memprotes presiden Indonesia Soeharto berubah menjadi demonstrasi anti-Tionghoa di ibu kota Jakarta.

Anton Medan keturunan Tionghoa, tapi dia turun ke jalan dan ikut kerusuhan untuk membuktikan bahwa dia setia kepada rakyat tapi dia sendiri yang jadi sasaran.

Dalam kekacauan politik tahun 1998, dilaporkan pula bahwa Prabowo Subianto, menantu Suharto dan Panglima Kopassus, telah merekrut dan memanipulasi Anton Medan untuk mendapatkan pendukung militan.

Dalam penyidikan kasus kerusuhan 1998, Anton Medan membantah tuduhan terlibat aktif di balik layar, meski mengaku berada di tengah-tengah massa. Namun, dia menolak untuk bersaksi kecuali Komisi Nasional Hak Asasi Manusia merehabilitasi namanya terlebih dahulu.

Perjalanan Anton memeluk Islam tidak mulus. Ia sempat ditolak oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Yayasan Karim Oei karena masa kelamnya. Namun, Anton terus membuktikan keseriusannya.

Pada 1992, Ia akhirnya resmi mengucapkan syahadat yang dituntun oleh Almarhum KH Zainuddin MZ. Sejak saat itu penjahat kelas kakap itu berganti nama menjadi Muhammad Ramadhan Effendi.

Perjalanan selanjutnya ia kita kenal sebagai ulama, berdakwah di banyak tempat di Indonesia dan mendirikan sejumlah pesantren. [ ]

 

Penulis: A. Nicholas

Editor: –

Sumber: detik.com I suarabogor.com I merdeka.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed