by

Menghargai Sebagai Upaya Menghindari Bullying dan Tindakan Merugikan

Oleh: Harnum Maulidia

Pada awal sejarah, bahasa dipakai sebagai alat tukar informasi. Tetapi bahasa mempunyai kelemahan seperti informasi yang mudah dilupakan, tidak bisa disimpan lama dan juga keterbatasan suara. Seiring berjalannya waktu, informasi mulai berkembang menggunakan gambar di dinding gua pada zaman purba.

Saat ditemukannya huruf dan angka penyampaian informasi berjalan lebih baik. Setelah itu ditemukan teknologi percetakan, informasi dapat lebih midah disebarkan. Penemuan radio, televisi dan juga komputer membuat informasi menyebar lebih luas.

Setelah itu, teknologi informasi menjadi suatu disiplin ilmu yang penting. Teknologi informasi merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.

Menggunakan gadget seperti ponsel, Internet, jaringan nirkabel, komputer, radio, televisi, satelit, stasiun pangkalan sangat memudahkan masyarakat saat ini. Hadirnya kemajuan TIK digunakan untuk membuat, menyimpan, berkomunikasi, mengirim dan mengelola informasi.

Baca Juga: Solusi Mencegah Cyber Bullying Media Sosial

Teknologi Informasi dan Komunikasi sendiri adalah bidang yang memiliki jangkauan luas. TIK secara eksistensinya berkaitan dengan teknologi komunikasi dan bagaimana hal itu berdampak pada bidang usaha manusia lainnya.

Bully atau cyberbully ialah perundungan dengan menggunakan teknologi digital seperti perilaku agresif dan bertujuan dilakukan suatu kelompok atau individu menggunakan sosial media elektronik, secara berulang dari waktu ke waktu, terhadap orang yang dianggap lemah dan tidak ada perlawanan.

Bully secara langsung dan cyberbully seringkali dapat terjadi secara bersamaam, Akan tetapi cyberbully meninggalkan jejak digital seperti foto, rekaman vidio, chat, voicenote yang berguna untuk memberikan bukti ketika membantu menghentikan perilaku salah ini.

Dampak dari cyberbully terhadap korban ialah korban merasa malu, hilang kepercayaan diri karena sering dipermalukan, bahkan kehilangan minat pada hal yang disukai. Perasaan tersebut membuat seseorang tidak ingin membicarakan atau mengatasi masalah tersebut.

Cyberbully dapat mempengaruhi semua anak, anak yang mengalami cyberbully (korban) biasanya menunjukkan ciri ciri depresi, kekhawatiran yang berlebih, kurang motivasi sehingga sulit fokus dalam mengikuti pembelajaran.

Dampak yang terjadi terhadap pelaku ialahCenderung bersifat agresif, berwatak keras, mudah marah, impulsif, lebih ingin mendominasi orang lain, kurang berempati.
Jika cyberbullying dibiarkan tanpa tindak lanjut, maka orang yan menyaksikan dapat berasumsi bahwa cyberbullying adalah perilaku yang diterima secara sosial.

Cyberbully dapat dicgah dengan korban lebih terbuka untuk menceritkan mesalahnya, korban dapat bercerita ke guru konseling atau orang tua. Memang tidak mudah bagu seseorang untuk menceritakan masalahnya ke orang lain tapi korban dapat menghubungi Pelayanan Sosial Anak.

Cyberbully tidak akan terjadi jika setiap orang memiliki kesadaran untuk saling menghargai. Karena orang yang dapat menghargai orang lain tidak akan melakukan tindakan merugikan orang lain.

Oleh : Harnum Maulidia, Siswi SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed