by

Mengenang Kyal Sin, Perempuan Muda Pemberani di Junta Militer Myanmar

Kabar Damai I Jumat, 12 Maret 2021

Myanmar | kabardamai.id | Pada akhir Februari 2021, ratusan ribu orang turun ke jalan menyerukan junta militer membebaskan Suu Kyi. Pendemo membawa mobil untuk memblokade jalan.

Kekerasan demi kekerasan ditunjukkan aparat terhadap pendemo hingga menewaskan 38 orang pada Rabu, 3 Maret 2021. Seorang gadis bernama Kyal Sin, harus tewas dan menjadi martir bagi demokrasi Myanmar.

 

Kronologi Penembakan

Kyal Sin adalah seorang remaja berusia 19 tahun yang tewas tertembak di kepala saat tengah berunjuk rasa menolak junta militer Myanmar.

Kabar tewasnya Kyal Sin kemudian dikenal sebagai Angel yang dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat simpati dari dunia internasional. Tewasnya Kyal Sin adalah kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Myanmar.

Kyal Sin, seperti yang diberitakan oleh Kompas, tertembak di kepala pada saat ikut berunjuk rasa bersama ribuan demonstran lainnya di jalanan kota Mandalay pada waktu ia menolak pemerintahan junta militer.

Dalam unjuk rasa tersebut, ia mendukung pemerintahan sipil yang dipilihnya pada 8 November 2020, sekaligus pengalaman pemilu pertama bagi Angel. Ia menggunakan kaos hitam bertuliskan “Everything Will be OK”.

Baca Juga: Komunitas Internasional Kecam Kasus di Myanmar

Kyal Sin tercatat bergabung dengan para demonstran. Ia terus maju meskipun gelombang protes terus berkembang semakin membahayakan. Beberapa foto yang tersebar di media sosial menunjukkan Kyal Sin terlihat menggenggam sebotol Coca-Cola dan membantu seorang pengunjuk rasa lain membersihkan wajahnya yang baru saja terkena tembakan gas air mata.

Myat Thu, pengunjuk rasa yang berjuang bersama Kyal Sin menyebutnya sebagai sosok yang pemberani. Gadis tersebut kerap membantu pengunjuk rasa lain membasuh wajah saat terkena gas air mata dan akan menendang balik gas air mata ke arah polisi.

“Ketika polisi mulai mengokang senjata ia akan memperingatkanku ‘Tiarap! Tiarap! Kamu akan kena peluru!,” kata Myat Thu. “Ia peduli dan melindungi yang lain layaknya kamerad.”

Myat Thu kemudian menceritakan detik-detik sebelum Kyal Sin tewas tertembak. Sebelum polisi mulai menyerang, dalam sebuah video Kyal Sin terdengar berteriak “Kami tidak akan lari” dan “tak boleh ada darah yang tumpah”.

Polisi kemudian menembakkan air mata ke arah massa. Secata tiba-tiba, peluru mulai melesat. Dilihat dari foto-foto yang diambil sebelum ia tertembak, Kyal Sin terlihat tiarap bersama dengan demonstran lain di belakang spanduk dengan kepala masih terlihat tegak.

Para demonstran kemudian terpencar dan beberapa saat kemudian ia mendengar bahwa seorang gadis telah tewas. Gadis yang dimaksud massa adalah Kyal Sin.

 

Keberanian Seorang Perempuan Muda

Melansir Tirto.id, Kyal Sin sebenarnya sadar bahwa ia bisa tewas dalam unjuk rasa tersebut. Sebelum bergabung turun ke jalanan Mandalay, ia sudah menyiapkan nomor kontak yang bisa dihubungi saat darurat, golongan darah.

Ada juga  sebuah pesan yang meminta apabila ia ditemukan sekarat atau tewas, maka tidak perlu berusaha untuk menyelamatkannya. Ia berharap bagian tubuhnya dapat menjadi donor bagi yang membutuhkan jika ia terbunuh.

Kyal Sin adalah gadis remaja yang peduli dengan politik negerinya. Beberapa media menyebutnya sebagai seorang pejuang muda demokrasi Myanmar.

Pada saat pemilu berlangsung 8 November 2020, ia mengunggah foto ke akun media sosialnya dengan jari bertinta ungu. “Pemilu pertamaku. Aku memilih dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku sudah lakukan tugasku untuk negara.”

Kyal Sin adalah satu dari banyak contoh perempuan yang berani maju dan melawan. Keberaniannya akan dikenang oleh dunia. Kyal Sin adalah Angel, seorang malaikat bukan hanya untuk masa kini tapi juga untuk masa depan. [ ]

 

Penulis: Ayu Alfiah Jonas

Editor: A. Nurcholish

Sumber: tirto.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed