by

Mengenal Uniknya Dayak Bulusu

Kabar Damai | Senin, 11 Juli 2022

Jakarta I Kabardamai.id I  Kanal Katolikana menuliskan sebagai pulau terbesar ketiga, Kalimantan didiami suku Banjar, Melayu dan terutama Dayak. Berbagai studi mengatakan, asal usul bangsa Dayak mirip dengan ras dataran tinggi Yunnan di China Selatan, Formosa Taiwan dan Indochina. Dari sejumlah suku, Dayak Bulusu adalah sub suku dayak yang banyak berdiam di wilayah provinsi Kalimantan Utara.

Rumpun Murut ini hidup dan tersebar di wilayah pedalaman. Misalnya di desa Seputuk atau Bebakung di Kabupaten Tana Tidung. Dari 405 sub suku, masing-masing punya adat istiadat dan budaya yang hampir sama.

Kendati mirip, itulah kekayaan dan keanekaragaman Indonesia. Bentuknya berupa nilai-nilai kehidupan, tempat tinggal atau rumah bentang yang menggambarkan karakter kerja keras. Berbagai ekspresi melalui kepercayaan/agama, pakaian, tarian, nyanyian, tato, maupun bahasa. Kini sebagian dari kekayaan itu mulai hilang, termasuk bahasa Dayak.

Nova Yanti Dami Yana dari Tana Tidung, Kaltara menyebutkan dalam lima tahun terakhir, kemajuan suku Dayak Bulusu berkembang pesat. Sekarang juga telah ada lembaga bernama Dewan Adat Bulusu yang juga telah melakukan pemilihan pengurus yang menunjang majunya suku Dayak Bulusu yang ada di Kalimantan Utara.

Dibanding sebelumnya, keterlibatan anak muda dalam perkembangan Dayak Bulusu sudah semakin baik, hal ini dibuktikan melalui keterlibatan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada yang semakin memberikan sarana pengenalan terhadap Dayak Bulusu.

Dayak Bulusu secara garis besar memiliki kemiripan dengan suku Dayak yang lain seperti misalnya dalam segi bahasa. Menurut Nova, Dayak Bulusu lebih mudah dipelajari bahasanya baik secara penyebutan atau dialek dan lain sebagainya karena ada kemiripan dengan bahasa Indonesia.

Baca Juga: Upacara Adat Mantat Tu’ Mate Suku Dayak Taman di Kalimantan

Keunikan Dayak Bulusu juga memiliki banyak keunikan. Misalnya keragaman makanan, kemudian acara-acara adat pula. Dalam upacara tertentu, baik pernikahan atau bahkan kematian kerap dibuat ketupat yang dibentuk segitiga yang dibuat dengan duat khusus bernama silat. Selain itu, adapula tambak atau fermentasi daging babi atau ikan yang dihidangkan dalam acara pernikahan atau kematian pula.

Dalam Dayak Bulusu, upacara adat yang masih sangat sering dilakukan biasanya dalam hal yang berkaitan dengan kematian. Nova menuturkan, ketika ada yang meninggal dan telah dikebumikan akan diadakan buang pantang. Selain itu, upacara adat lainnya juga masih dilakukan dengan kebutuhan masing-masing.

Budi dari Tana Tidung Kaltara juga menjelaskan tentang Dayak Bulusu pula. Ia menuturkan, keunikan Dayak Bulusu terletak pada upacara adatnya. Tradisi upacara adat mencakup banyak bagian meliputi pernikahan, kematian dan masih banyak lagi.

Dalam prosesi kematian, ada banyak ritual dan rangkaian yang dilakukan oleh masyarkat Dayak Bulusu. Prosesi ini dilakukan selama tiga hari sebelum jenazah dikebumikan. Kekhususan lain, ketika dilakukan buang pantang juga harus dilakukan pembersihan keluarga dengan melakukan cukur rambut agar terlepas dari hubungan keluarga dengan roh keluarganya. Selain itu, juga dilakukan tarian-tarian bersama.

Suku Dayak Bulusu hingga saat ini juga masih sangat kental akan nilai budaya. Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari  misalnya dalam berladang, dilakukan dengan persembahan agar diberi kelancaran dalam berkegiatan. Bentuknya seperti sirih, rokok, makanan yang dipersembahkan kepada leluhur.

Budaya suku Dayak Bulusu juga memberlakukan prosesi khusus ketika kedatangan tamu dari luar atau masyarakat yang pergi keluar dari suku tersebut. Diadakan hukum adat yang masih terjaga sampai saat ini yang diselesaikan secara adat oleh masyarakat yang ada disana.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed