Mengenal Buya Syafii Maarif: Kepemimpinan dalam Toleransi Lintas Agama

Kabar Tokoh107 Views

Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) Kota Makassar mengajak peserta untuk belajar dari tokoh Buya Syafii Maarif. Hal ini bertujuan agar peserta dapat meneladani sikap dan nilai yang dimiliki oleh cendekiawan yang berkontribusi besar dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan umat beragama.

 

Profil Buya Syafii Maarif

Buya Syafii Maarif, lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpur Kudus, Sumatera Barat adalah seorang cendekiawan muslim yang memiliki pendidikan tinggi dalam bidang agama Islam. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memiliki pemahaman Islam yang luas dan mendalam serta memiliki sikap yang toleran dan terbuka terhadap pemahaman keyakinan agama lain.

Buya Syafii Maarif pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah selama tujuh tahun dari 1998-2005. Buya Syafii Maarif juga pernah menjabat sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP). Setelah itu, dirinya aktif terlibat di komunitas Maarif Institute dan menjadi tokoh bangsa yang sering menyampaikan kritik secara objektif dan lugas baik melalui tulisan-tulisannya di berbagai media.

 

Kontribusi dalam Toleransi dan Dialog Antar Agama

Salah satu poin kunci yang membuat Buya Syafii Maarif dikenal adalah peran pentingnya dalam mempromosikan toleransi dan dialog antaragama. Beliau aktif berbicara tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat yang multikultural seperti Indonesia.

Buya Syafii Maarif juga menjadi salah satu tokoh yang berupaya untuk menjembatani perbedaan antara kelompok-kelompok agama dan etnis di Indonesia. Beliau menekankan bahwa kerukunan adalah kunci keberhasilan dalam menjalani kehidupan bersama di tengah keragaman agama dan budaya.

Baca juga: Diskusi Inspiratif PKPLA Makassar, Menyemai Semangat Buya Syafii Maarif (kabardamai.id)

 

Sikap Terbuka dan Toleran

Buya Syafii Maarif dikenal dengan sikapnya yang terbuka terhadap pemahaman dan pandangan agama lain. Beliau secara konsisten mendukung dialog antaragama sebagai cara untuk memahami perbedaan-perbedaan dan merayakan persamaan dalam agama-agama yang berbeda.

Beliau juga berpegang pada prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan hak asasi manusia. Buya Syafii Maarif meyakini bahwa semua individu, tanpa memandang latar belakang agama atau etnis, memiliki hak yang sama.

 

Sosok Inspiratif

Meskipun Buya Syafii Maarif telah pensiun dari beberapa jabatan formalnya, ia mewariskan nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Banyak pemimpin muda dan aktivis sosial yang terinspirasi oleh pemikiran dan tindakan beliau.

Buya Syafii Maarif memotivasi kita semua untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dengan menjalin hubungan positif antaragama, menjunjung tinggi toleransi, dan menghormati perbedaan. Beliau adalah contoh nyata bagaimana pemimpin dapat memainkan peran penting dalam menciptakan perdamaian dan harmoni dalam masyarakat yang beragam.

Pengenalan kita terhadap Buya Syafii Maarif mengingatkan kita akan keharusan untuk melanjutkan perjuangan untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dan penuh kerukunan, tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Buya Syafii Maarif telah membuktikan bahwa kepemimpinan dalam toleransi dan kerukunan adalah kunci untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

 

Penulis: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *