by

Mengenal Agama Baha’i Sahabat Bagi Para Penganut Semua Agama (Bagian II)

Oleh:  Ai Siti Rahayu

Secara geografis. Agama Baha’i adalah agama kedua yang paling tersebar di dunia berada di lebih dari 120.000 kota dan desa di seluruh dunia—dan telah rcsmi diakui sebagai agama yang berdiri sendiri di lebih dari 230 negara dan wilayah teritorial. Umat Baha’i mengikuti kerangka administrasi yang ditetapkan oleh Baha’u’llah, yang terdiri dari lembaga yang dipilih secara bebas tanpa melalui pencalonan atau kampanye dan lembaga yang ditunjuk sebagai penasihat.

Lembaga yang dipilih ini dikenal dengan sebutan Majelis Rohani, yang terdapat pada tingkat lokal dan nasional yang dipilih setiap tahun, dan yang di tingkat internasional dikenal dengan nama Balai Keadilan Sedunia, dipilih oleh para anggota Majelis Rohani Nasional di seluruh dunia setiap lima tahun di Konvensi Internasional.

Baca Juga: Mengenal Agama Baha’i Sahabat Bagi Para Penganut Semua Agama (Bagian I)

Lembaga-lembaga itu bermusyawarah dan membuat rencana bersama masyarakat demi kesejahteraan, pendidikan rohani, dan perkembangan sosial bagi seluruh masyarakat di lingkup tanggung jawab mercka, dan mereka  dianjurkan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan seluruh umat manusia.

Para penasihat yang ditunjuk untuk periode tertentu adalah orang-orang yang berpengetahuan dan berpengalaman untuk memberi semangat dan nasihat kepada majelis-majelis dan masyarakat Baha’i. Mereka tidak mempunyai kedudukan sebagai ulama ataupun pendeta, dan tidak mempunyai kuasa maupun wewenang atas majelis.

Selaras dengan prinsip kesatuan umat manusia, semua kegiatan masyarakat Baha’i terbuka untuk semua kelompok masyarakat dari latar belakang agama, ras dan suku apapun.  Salah satu kegiatan utama masyarakat Baha’i adalah doa bersama yang dilakukan bersama dengan masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan dan agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kerinduan setiap kalbu untuk berhubungan dengan penciptanya, dan bergabung dengan sesamanya dalam doa dan menghadapkan kalbu mereka pada Sang Pencipta.

Untuk mendukung pertumbuhan karakter yang bermoral pada anak-anak dan mempertahankan kelembutan hati mereka, masyarakat Baha’f mendukung diadakannya kelas rohani bagi anakanak di lingkungan mereka. Kelompok-kelompok pemberdayaan moral remaja diadakan untuk membantu para remaja melewati masa yang paling kritis dalam kehidupan mereka dan mengarahkan energi serta semangat mereka ke arah memajukan peradaban.

Sedangkan untuk usia dewasa, pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok belajar dari berbagai latar belakang. Dengan demikian memungkinkan orang-orang dari latar belakang yang beragam itu untuk maju bersama dalam mempelajari dan menyelidiki bagaimana menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang bersifat universal dalam kehidupan mereka, baik sebagai individu  maupun masyarakat.

Masyarakat Baha’i telah diakui dan diberi penghargaan oleh berbagai pemerintah di seluruh dunia atas upaya dan dedikasinya dalam membantu meningkatkan pendidikan, mendorong kemajuan kaum wanita, mengurangi kemiskinan, dan memperjuangkan perdamaian.

Baha’i International Community (BIC)

Pekerjaan kantor Baha’i International Community dapat secara luas digambarkan sebagai diskursus kebijakan pada tingkat internasional, yang meliputi kerja sama dengan individu, kelompok, dan organisasi dari berbagai ruang sosial di mana pemikiran, opini publik, dan kebijakan terbentuk dan berkembang. Tujuannya adalah untuk menyumbang pada pembentukan sikap secara kolektif yang diperlukan untuk memajukan kesejahteraan dan keadilan secara global.

Oleh karena itu, kolaborasi dan penyelidikan secara kolektif adalah sangat penting bagi upaya ini. Menyelenggarakan acara-acara secara bersama, penyusunan teks bersama-sama, dan berpartisipasi dalam komite adalah bentuk yang bisa dilakukan dalam kemitraan semacam itu. Namun yang tidak kalah penting adalah mengeksplorasi pertanyaan dan tantangan dengan orang lain.

Dengan membangun percakapan seperti itu, kantor-kantor Baha’i International Community berharap dapat membantu menghasilkan pengetahuan dan perspektif baru pada berbagai tantangan global. Namun demikian, Baha’i International Community juga berusaha untuk berkontribusi pada level budaya dan proses.

Berlatih untuk mengambil keputusan secara kolaboratif: membentuk usaha yang meliputi proses tindakan, musyawarah, dan refleksi, bekerja dalam sikap belajar, membangun persatuan dengan menghargai keanekaragaman—ini semua adalah beberapa prinsip dari pekerjaan Baha’i International Community.

Sumber: Buku Agama Baha’i diterbitkan oleh  Majelis Rohani Nasional Baha’i Indonesia, Oktober 2015

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed