by

Mengembangkan Pendidikan Berbasis TIK Pada Era Perkembangan Zaman

Oleh: Yoga Pratama Saputra

Dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Bagaimana perkembangan teknologi informasi khususnya dalamdunia pendidikan ada baiknya kita mengerti daluhu tentang apa itu Teknologi Informasi. Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Baca Juga: TIK Sebagai Sarana Pemersatu, Mencegah Intoleransi dan Menerima Keragaman

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kini telah mengubah cara pandang dan bertindak masyarakat dalam menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengatasi segala permasalahannya. Muncul paradigma baru dalam masyarakat yang mengekspresikan perubahan baru dalam aktifitas kehidupan masyarakat sebagai dampak dari kemajuan TI.

Dunia pendidikan termasuk yang sangat diuntungkan dari kemajuan TIK karena memperoleh manfaat yang luar biasa. Mulai dari eksplorasi materi-materi pembelajaran berkualitas seperti literatur, jurnal, dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai konsultasi/diskusidengan para pakar di dunia, semua itu dapat dengan mudah dilakukan dan tanpa mengalami sekat-sekat karena setiap individu dapat melakukannya sendiri. Bagi negara-negara maju, pendidikan berbasis TIK bukan hal yang baru lagi.

Mereka telah terlebih dulu dan lebih maju dalam menerapkan berbagai teknik dan model pendidikan berbasis TIK. Indonesia masih tergolong pemula dalam menerapkan sistem ini. Namun sebagai pemula tentu kita punya kesempatan berharga untuk belajar banyak atas keberhasilan dan kegagalan negara-negara maju yang telah menerapkannya sehingga penerapan pendidikan berbasis TIK di Indonesia menjadi lebih terarah.

Pendidikan berbasis TIK adalah suatu sistem pendidikan dimana proses belajar mengajar berlangsung dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam sistem ini interaksi antara pengajar dan peserta didik tidak harus saling bertatap muka (bertemu) secara fisik seperti halnya dalam sistem pembelajaran konvensional, namun mereka bertemu dalam ruang teknologi informasi (internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer. Satu hal yang harus diingat, apapun bentuk yang diambil dari pendidikan berbasis TIK, harus tetap mengacu pada tujuan utama yakni memperbaiki secara signifikan kualitas belajar dan pembelajaran dan juga meningkatkan literasi teknologi informasi.

Ciri pokok belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi karena adanya usaha yang disengaja dan direncanakan, sehingga seseorang yangbelajar akan mendapatkan kecakapan,sikap, kebiasaan, kepandaian, pengetahuan serta keterampilan, proses belajar yang berlangsung di dalam kelas sebenarnya banyak melibatkan aktivitas siswa

  1. Pembelajaran Tidak Sinkron

Pada model tidak sinkron, proses pembelajaran berlangsung dimana antara pengajar dan peserta pembelajaran dilakukan pada waktu yang berbeda. Seorang peserta dapat mengambil materi pembelajaran pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan materi pembelajaran.

Untuk saat ini, pembelajaran tidak sinkron lebih banyak digunakan, karena: pertama, peserta tidak harus terikat dengan waktu, peserta dapat mengambil materi pembelajaran kapan dan dimana saja, kedua, relatif lebih mudah dan lebih sederhana dalam implementasinya, dan terakhir, dari kebutuhan sumber daya terutama infrastruktur internet relatif lebih murah.

Kekurangan model pembelajaran ini adalah interaksi dua arah yang bersifat real time antara pengajar dan peserta pembelajaran tidak dapat diselenggarakan, namun demikian, meski tidak bersifat real time, model pembelajaran ini dapat dilengkapi dengan fasilitas forum, untuk menjaga interaktifitas antara peserta didik dan pengajar, atau antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, dalam mendiskusikan berbagai topik materi pembelajaran.

  1. Pembelajaran Sinkron

Pada model sinkron, proses pembelajaran dilakukan secara bersamaan, terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta pembelajaran. Model ini mirip dengan proses pembelajaran konvensional di kelas, oleh karena itu model pembelajaran sinkron sering disebut virtual classroom. Interaksi dua arah yang bersifat real time antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi teleconference dan chatting.

Sesungguhnya model pembelajaran sinkron pada internet adalah bentuk paling ideal dari pendidikan berbasis TIK, karena dengan model ini seorang pengajar bisa menjelaskan materi pembelajaran dengan peserta didik yang tersebar di seluruh dunia. Akan tetapi model ini membutuhkan sumber daya yang sangat besar, terutama penyediaan infrastruktur internet dengan bandwidth berkapasitas tinggi. Namun demikian keterbatasan tersebut untuk saat ini dapat diatasi dengan memanfaatkan jaringan lokal intranet sebagai alternatif pilihan.

Beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis TIK, adalah:

  1. Internet

Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan berbasis TIK, karena dari perkembangan internet kemudian muncul model-model e-learning,distance learning, web base learning, dan istilah pendidikan berbasis TIK lainnya.  Internet merupakan jaringan komputer global yang mempermudah, mempercepat akses dan distribusi informasi dan pengetahuan (materi pembelajaran) sehingga materi dalam proses belajar mengajar selalu dapat diperbaharui. Sudah seharusnya dalam penerapan pendidikan berbasis TIK tersedia akses internet. Namun demikian untuk menunjang pelaksanaan program pembelajaran berbasis TIK ini perlu disiapkan sumber daya manusia melalui program pelatihan

  1. Mobile Phone / Handphone

Pembelajaran berbasis TIK juga dapat dilakukan dengan menggunakan media telpon seluler (handphone), karena kemajuan teknologi telpon seluler maka seseorang bisa mengakses materi pembelajaran, mengikuti proses pembelajaran melalui telpon seluler. Pembelajaran dengan berbasis telepon seluler populer disebut M-learning. Dengan model m-learning, makapembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan sana dengan mudah dan praktis karena media yang digunakan sangat mobile.

Berkaitan dengan TIK, orang dewasa melihat Internet sebagi tempat untuk menemukan informasi sedangkan remaja lebih melihat Internet sebagai sarana untuk berkomunikasi dan bersosialisasi ganalisis survey di Amerika Serikat secara nasional dari 1995 sampai 2000, melaporkan efek positif dari penggunaan Internetpada interaksi sosial. Pertama, penggunaan Internet meningkatkan atau setidaknya tidak menurunkan partisipasi dalam aktivitas demokrasi dan aktivitas sosial. Kedua, ada hubungan yang signifikan antara penggunaan Internet dan frekuensi percakapan telepon. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi informasi memberikan kontribusi terhadap peningkatan komunikasi terlepas dari distribusi partisipan yang tersebar.

Media sosial sebagai media berbagi informasi, dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan mengenai pancasila dan bagaimana menjadi warga negara atau bangsa yang baik. Hal ini dapat menjadi efektif karena pengguna media sosial telah menjadi angka mayoritas di era informasi saat ini. Berikut ini merupakan beberapa diantara peran dan manfaat media sosial sebagai sarana tambahan dalam mempersatukan bangsa :

  1. Media Sosial sebagai Media Berbagi antar Masyarakat

Pemanfaatan media sosial sebagai media berbagi informasi haruslah dalam ranah yang positif. Sehingga cita-cita dan harapan menumbuhka kembali rasa nasionalisme dalam upaya mempersatukan bangsa dapat tercapai dengan baik.

  1. Media Sosial sebagai Motivasi dalam Loyalitas dan Solidaritas

Peranan media sosial dalam ranah membangun hubungan sangatlah penting untuk diperhatikan. Dalam hal ini media sosial berperan penting dalam penyebaran informasi-informasi tersebut ke kalangan masyarakat luas, sehingga berbagai masyarakat dapat mengetahui informasi dan kejadian-kejadian yang tengah hangat terjadi dan dapat ikut berpartisipasi dalam dalam rangka apresiasi loyalitas dan solidaritas terhadap sesamanya.

  1. Media Sosial sebagai Motivasi dalam Mempersatukan Bangsa

Media sosial menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan sesama penggunanya dan membangun hubungan. Pengguna akan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola pembinaan hubungan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

 

Oleh: Yoga Pratama Saputra, Siswa SMAN 1 Pontianak

 

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed