by

Mengaplikasikan Ajaran Catur Guru Saat Pandemi

Om Swastyastu. Om Avignamastu Namah Siddham. Om Anobadrah Kratavo Yantu Visvatah. Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru,

Umat sedharma yang berbahagia di mana pun berada. Mimbar Hindu pekan ini mengangkat tema “Mengaplikasikan Ajaran Catur Guru Saat Pandemi”.

Pandemi belum berakhir. Sudah hampir dua tahun, Covid-19 mewabah dan banyak korban berjatuhan. Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi wabah ini, salah satunya mengedukasi masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas), ditambah doa.

Baca Juga: Tentang Pengangkatan ASN GURU PPPK, Nunuk Suryani: Tidak Ada Kompromi untuk Kualitas Pendidikan Bagi Anak Bangsa

Umat sedharma yang berbahagia. Dalam agama Hindu, terdapat ajaran yang dapat kita aplikasikan di masa pandemi ini. Salah satunya adalah Catur Guru. Catur Guru adalah empat guru yang harus dimulyakan, dihormati, dan dipatuhi. Keempat guru tersebut yaitu:

Pertama, Guru Swadaya. Yaitu, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Dialah penguasa tiga alam semesta: Bhur, Buah, Svah Loka. Dalam Sloka Bhagavadgita, Bab XI, Sloka 40 berbunyi:

Namah Puras tas atha prstha taste. Mamostute sarvata eva sarva. Ananta virya mitavikramastvam. Sarvam samapnopsi tto’si sarvah. (Hormat pada-Mu pada semua sisi, O Tuhan, Engkau adalah semua yang ada tidak terbatas dalam kekuatan, tak terbatas dalam keperkasaan, Engkau memenuhi segala. Karena itu, Engkau lah segala itu).

Dari sloka tersebut, kita dapat memetik bahwa Ida Shang Hyang Widhi Wasa adalah penguasa alam semesta. Dia tidak terbatas. Dialah segalanya. Mari kita selalu berserah diri dan berdoa memohon keslamatan kepada-Nya. Percayalah, di balik wabah ini ada rencana baik-Nya untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Kedua, Guru Rupaka. Yaitu, Orangtua. Peran Orangtua sangat penting. Mereka adalah orang yang pertama kali mengajarkan tentang kehidupan. Mereka mendidik kita sejak masih kecil dan selalu memberikan nasehat. Apalagi di kondisi pandemic seperti ini, mereka tidak pernah lelah untuk mengingatkan kita untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Ketiga, Guru Pengajian. Yaitu, guru yang ada di sekolah. Mereka tidak hanya memberi pelajaran, tapi juga mendidik kita menjadi orang yang berbudi luhur dan berakal sehat mulia. Sehingga, kita dapat membedakan mana hal yang baik dan mana hal buruk atau yang disebut Wiweka. Dengan demikian, kita bisa lebih bijak dalam menerapkan edukasi beliau umtuk menghadapi masa pandemi.

Keempat, Guru Wisesa. Yaitu, Pemerintah. Cara kita untuk menghormati guru wisesa adalah dengan selalu mematuhi anjuran Pemerintah, dengan menerapkan protokol kesehatan, menaati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan melakukan vaksinasi.

Umat sedharma yang berbahagia, marilah kita selalu mawas diri, selalu berdoa berserah diri memohon kepada-Nya agar pandemi segera berakhir. Demikian Pesan Dharma yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menginspirasi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19

Om Santi Santi Santi Om. 

Puji Widiyanti (Penyuluh Agama Hindu Non PNS Kab. Boyolali, Jawa Tengah)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/mengaplikasikan-ajaran-catur-guru-saat-pandemi-n3958

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed