by

Menengok Indahnya Toleransi di Ambon

Kabar Damai I Rabu, 30 Juni 2021

Ambon I kabardamai.id I Sebelumnya, jika kita mendengar kata Ambon, ingatan kita selalu pada konflik antar umat beragama yang telah menelan banyak korban, baik harta, jiwa maupun relasi sosial yang tak mudah untuk dirajut Kembali.

Kini, gambaran tersebut tak sepenuhnya benar. Ambon telah berubah. Potret toleransi  justru kini dengan mudah kita jumpai di Ambon manise. Relasi antar umat beragama di wilayah Indonesia Timur ini terjalin dengan harmoni.

Seperti yang kita saksikan pada Idul Fitri belum lama berlalu. Puluhan pemuda Kristen di Ambon, Maluku, ikut membantu aparat TNI dan Polri guna mengamankan pelaksanaan shalat Id di sejumlah masjid di Kota Ambon, Kamis, 13 Mei 2021.

Diwartakan Kompas.com (13/5), pemuda Kristen yang tergabung dalam organisasi Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu ini mulai mendatangi sejumlah masjid di Kota Ambon untuk melakukan pengamanan shalat Idul Fitri sejak pukul 06.30 WIT. Beberapa masjid yang diamankan saat pelaksanaan shalat Id yakni Masjid Raya Al Fatah Ambon dan Masjid Agung Annur Batu Merah.

Para pemuda Kristen ini juga ikut membantu warga untuk menyeberang jalan dan juga membantu memarkirkan kendaraan yang dibawa jemaah.

Baca Juga: Potret Kampung Toleransi di Bandung, Vihara, Masjid dan Gereja Berdiri bersebelahan

Koordinator Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu, Charly Noya mengatakan, aksi ini untuk memberikan kenyamanan bagi umat Islam yang sedang merayakan Idul Fitri.

“Kita yang datang melakukan pengamanan ada lebih dari 50 orang. Jadi sebagian di Masjid Annur Batu Merah dan sebagian di sini,” kata Noya kepada Kompas.com di depan Masjid Raya Al Fatah Ambon, Kamis, 13 Mei 2021 lalu.

Jadi Contoh Toleransi Beragama

Pengamanan shalat Id di masjid yang dilakukan kelompok pemuda Kristen dari Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu ini tercatat sudah untuk yang ketiga kalinya. Menurut Noya, pengamanan masjid ini dilakukan sebagai wujud toleransi antarumat beragama, serta bentuk persaudaraan sejati di Maluku.

“Memang kita dulu pernah berkonflik, tapi sekarang kita sudah sadar, Maluku sudah damai dan hidup rukun kembali,” ujar dia.

Menurut Noya, kerukunan antarumat bergama di Maluku saat ini sangat tinggi. Itu karena masyarakat Maluku telah menyadari bahwa hidup rukun dan saling berdampingan sangat indah.

“Prinsipnya potong di kuku rasa di daging, begitulah seharusnya cara hidup orang Maluku yang telah ditunjukkan nenek moyang kita sejak dulu,” kata dia.

Noya berharap sikap toleransi di Maluku ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

“Karena itu kami ingin menunjukkan pada bangsa Indonesia bahwa kami di Maluku sangat rukun dan silakan datang ke Maluku untuk merasakan dan belajar soal bagaimana cara hidup bersaudara orang Maluku,” kata dia.

Pemuda Masjid Jaga Gereja saat Natal

Pengamanan tempat ibadah saat hari besar keagamaan oleh masyarakat selalu dilakukan warga saat hari raya Idul Fitri maupun Natal.

Setiap tahun, pemuda masjid di Kota Ambon juga selalu menjaga pelaksanaan ibadah Natal di sejumlah gereja di Kota Ambon. Sejumlah warga umat Islam mengaku sangat mengapresiasi pemuda Kristen yang ikut mengamankan pelaksanaan shalat Id di Masjid Al Fatah.

“Terima kasih kepada saudara-saudaraku umat Kristen yang telah menjaga kami. Ini pemandangan yang indah sekali,” kata Nurdin salah satu jemaah shalat Id.

Warga lainnya menilai apa yang dilakukan pemuda Kristen itu menunjukkan toleransi dan nilai persaudaraan yang kuat di Maluku.

“Ini Maluku sesungguhnya yang telah ditunjukan oleh para leluhur kita sejak dulu,” kata warga bernama Usman.

Terbaik Dalam Indeks Kota Toleran

Dengan potret toleransi tersebut, maka wajar jika Kota Ambon kembali dinilai sebagai salah satu Kota toleran terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian yang dilakukan SETARA Institute bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, SETARA Institute memberikan penghargaan kepada Walikota Ambon dianggap telah berhasil dalam memimpin Kota Ambon.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku, Hasan Slamat memberikan apresiasi positif untuk Kota Ambon, yang mendapat penghargaan sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi dari 94 kota di Indonesia versi Setara Institut.

Penghargaan ini menurut Slamat, menjadi motifasi bagi Pemerintah Kota Ambon, untuk terus berbenah, menjadikan kota ini lebih baik.

Ambon yang disebut kota toleran itu, adalah kota yang pemerintah kotanya memiliki visi, rencana pembangunan, serta kebijakan yang inklusif, mendukung keberagaman, serta mempraktikan dan memajukan toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan. [kompas.com/rri/malukuterkini]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed