by

Meneladani Delapan Pribadi Unik Gautama

Kabar Damai I Rabu, 29 Desember 2021

Jakarta I kabardamai.id I Buddha Gautama merupakan panutan dan guru agung bagi semua umat Buddha di dunia. Sebagai teladan, pribadi Buddha Gautama menarik untuk disimak dan dipelajari. Berikut adalah 8 fakta unik mengenai pribadi Buddha Gautama.

Selalu Mawas Diri

Buddha Gautama jarang tersenyum dan tidak pernah tertawa. Sebaliknya, beliau sering berada dalam pemikiran yang mendalam dan mawas diri. Ketika beliau tersenyum, murid-muridnya akan berdiskusi untuk memastikan alasan dibalik senyum beliau. Beliau juga tidak pernah tertawa, apalagi menertawakan orang lain. Buddha hanya tersenyum ketika menyadari suatu Dhamma atau merasa welas asih kepada orang lain.

Baca Juga: Ragam Pendekatan dalam Memahami Agama

Dikutip dari buddhazine Suatu kali saat pergi berpindapatta dengan para pengikutnya, beliau tersenyum ketika melihat seekor kumbang menggali dirinya sendiri di tumpukan kotoran sapi. Saat ditanya, dia mengungkapkan bahwa dia membaca pikiran kumbang dan tahu apa yang terjadi pada kumbang di kehidupan sebelumnya dan mengapa dia berakhir di sana.

Seorang Pemikir

Sebagai seorang pemikir, Buddha merupakan seseorang yang serius dalam hidupnya. Beliau menganggap pengajarannya sebagai hal yang serius demi membantu manusia. Oleh karena itu, kita tidak dapat menemukan sutta atau cerita dimana beliau memberikan humor atau bercanda. Kehidupan beliau dijalankan dengan prinsip mawas diri dan tekun berlatih sehingga menjadi panutan bagi para muridnya. Lingkungan monastik buddhis bersifat sunyi dan tenteram.

Memiliki Kharisma Cemerlang

Diceritakan pula bahwa Buddha Gautama memiliki kharisma yang cemerlang sehingga para raja besar di masa itu pun terkesima ketika menjumpai beliau. Hal ini pula yang menjadi awal bagaimana banyak raja yang menjadi penyokong Buddha dan para muridnya. Contohnya Raja Bimbisara yang mempersembahkan sebidang tanah untuk mendirikan Vihara Hutan Bambu.

Redah Hati

Di sisi lain, Buddha Gautama tetap merupakan seorang pribadi yang rendah hati. Beliau menjumpai siapa saja, tidak memandang kastanya. Buddha dapat membuat terkesima para raja dan bangsawan istana, pun dapat menjalin komunikasi yang baik dengan para budak dan kasta terbuang. Empati dan welas asihnya kepada semua makhluk ditunjukkan melalui penghargaan kepada setiap individu yang dijumpainya.

Bersikap Tegas

Meskipun terkenal dengan welas asihnya kepada semua orang, pada beberapa kesempatan terlihat Buddha tidak menolerir filsuf-filsuf yang keras kepala dan bersikap tidak sopan, atau kepada murid-muridnya yang berdebat kusir.

Beliau memahami kelemahan dari orang-orang semacam ini, tidak dengan merendahkan orang tersebut, tapi menunjukkan kelemahan dari pemikiran mereka yang keliru. Hal ini dengan segera menyadarkan orang-orang tersebut dan membuat mereka mengakui kekeliruannya. Demikianlah bagaimana Buddha selalu mendapatkan pengakuan dari para rivalnya.

Pribadi yang Jujur

Buddha selalu dapat mengaitkan dan menarik para pendengarnya dengan khotbah-khotbahnya yang analitis, obyektif dan menarik untuk dibahas. Dalam penyampaiannya, beliau sering kali selalu bersikap jujur dan terus-terang.

Mengutamakan Nilai Demokrasi

Buddha selalu mengedepankan sikap demokrasi dimana beliau mendengarkan pendapat dari Sangha terkait satu isu dan melalui pemungutan suara. Bahkan pada kenyataannya, kerajaan Kapilavatthu (kerajaan ayah Pangeran Siddharta) merupakan sebuah serikat yang terdiri dari sekitar 15 kerajaan-kerajaan kecil yang dipimpin oleh suku Sakya.

Membebaskan Muridanya Belajar

Buddha juga sangat terbuka dimana beliau mengizinkan para muridnya untuk bebas dalam berlatih dan mempelajari ajarannya sesuai dengan cara mereka sendiri-sendiri. Dalam beberapa kesempatan, beliau mengizinkan muridnya untuk menyusun ulang ajarannya dalam urutan kategori yang lebih mudah dipahami oleh umat awam.

Beliau juga mengizinkan murid-muridnya untuk beradaptasi dalam penerapan peraturan monastik demi tercapainya efektifitas. Oleh sebab itu, beliau memberikan ruang kesempatan bagi murid-muridnya untuk tumbuh berkembang.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed