by

Mendukung Sosok Inspiratif dari Bali

Kabar Damai | Selasa, 23 November 2021

Jakarta | kabardamai.id | Salah satu nominee dalam Top 10 Heroes CNN 2021 adalah pria asal Tabanan. Gerakan Plastic Exchange-nya berhasil mengajak segala lapisan masyarakat terjun memerangi sampah plastik.

Namanya I Made Janur Yasa. Ia dikenal sebagai pegiat budaya dan sekaligus pengusaha restoran vegan yang cukup kondang di Tabanan, Bali. Belakangan, namanya beredar di berbagai platform media sosial (medsos), menembus berbagai komunitas di kota-kota besar, seperti di Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, bahkan Jakarta.

Sebuah akun twitter atas nama @rebornblessing pun mengunggah foto Made Janur Yasa, disertai ajakan untuk memberikan votes, agar dia terplih menjadi pemenang di ajang Top 10 CNN Heroes 2021. Made Janus Yasa merupakan salah satu dan satu-satunya warga Indonesia yang masuk dalam deretan Top 10 nominees CNN Heroes tahun ini.

Pendukung Made, pria asal Tabanan, Bali, semakin banyak. Bagi mereka, kemenangan I Made Janur Yasa itu penting. Bukan saja akan mengharumkan nama Indonesia, dengan insiatif gerakan sosial warganya yang kreatif. Tapi lebih dari itu, kemenangannya juga diharapkan bisa menjadi modal baru agar gerakan memerangi sampah plastik itu terus bergulir. Bukan hanya di Bali, kalau bisa meluas ke daerah lainnya.

Predikat nominee itu diperoleh I Made Janur Yasa atas perannya dalam ‘’aksi tukar plastik dengan beras”. Dengan bendera plastic exchange, ia bergerak bersama-sama komunitas peduli lingkungan  di Tabanan. Gerakan ini tidak semudah yang diucapkan. Mengajak masyarakat mengurusi sampah tentu tidak mudah. Bagi sebagian mereka sampah adalah urusan pemulung.

Namun, pandemi Covid-19 memberinya momentum. Dunia pariwisata Bali menghadapi kesulitan besar karena arus  kedatangan turis, baik asing maupun domestik, merosot ke titik nadir. Ratusan ribu warga Bali kehilangan pekerjaan dan sebagian mereka pun kembali ke desanya. Menganggur. Made Janur Yasa juga terpukul. Restoran vegannya pun sepi.

“Saya harus berpikir, di dalam tantangan ada peluang,” katanya ketika diwawancara CNN di akhir Oktober 2021.

Baca Juga: Puja Mandala, Inspirasi Toleransi dari Pulau Dewata

Sekitar Mei 2020, ia pun memulai programnya dengan mengajak warga desa agar berburu plastik dan langsung menukarkannya dengan beras dengan sistem barter. I Made Yasa menyiapkan berasnya. Ia melakukan gerakannya itu sebagai aktivitas sosial dan nirlaba.

Sebelum memulai aksinya, ia harus sibuk ke sana-kemari menyampaikan pandangan baru bahwa ancaman bagi pariwisata Bali bukan hanya pandemi. Sampah yang tak terurus juga menjauhkan wisatawan. Membereskan sampah dan memanfaatkan plastik untuk daur ulang adalah bagian dari melestarikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Masyarakat mulai tergerak. Aksi menukar sampah dengan beras pun bisa digulirkan dari kampung kelahirannya Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Rupanya, gerakan itu cepat meluas. Dalam setahun, ada 250 desa yang mengikuti gerakan Plastic Exchange itu. Sekali sebulan, Kepala Banjar mengundang warganya ke banjar adat, semacam balai RW, menampung plastik warga, dan sekaligus membarternya dengan beras. Banjar (dusun) bersih dan warga pun senang.

 

Plastic Exchange

Bali adalah destinasi pariwisata kelas dunia. Dengan begitu, banyak destinasi wisatanya. Pelancong merasa dimanjakan begitu masuk Pulau Bali. Ada pesona alam pantai, laut, gunung, sungai, sawah, dan utamanya adalah pesona budayanya yang khas. Pesona budaya yang menempel pada taman-taman hotel dan resort, warung, restoran dan kafe, hingga ke lobi-lobi hotel.

Belum lagi, bagi mereka yang ingin shopping. Di sana terhampar mal-mal, art shop, art gallery, dan seterusnya. Bagi yang mau wisata kuliner, segala masakan tersedia, dengan harga yang fleksibel, dan mudah dicari. Bali adalah paket komplit.

Pada 2019, dari 16,1 juta wisatawan asing yang ke Indonesia, 6,3 juta di antaranya dengan tujuan destinasi Bali. Di Pulau Bali sendiri, porsi turis asing 40 persen, dan yang  60 persen lainnya adalah turis domestik.

Salah satu dampak membeludaknya industri pariwisata itu ialah lonjakan sampah. Gubernur Bali I Wayan Koster menyebutkan, melalui laman di web Pemprov Bali, awal 2021, dalam kondisi pariwisata normal, luapan sampah Bali bisa mencapai 4.280 ton per hari, baik dari sampah rumah tangga, sampah perdagangan, hingga ke industri wisata.

Dari jumlah itu, ada 829 ton sampah plastik per harinya, mulai dari  kantung plastik, bekas bungkus kopi saset, dan yang terbanyak adalah botol plastik. Secara keseluruhan, baru 48 persen sampah yang bisa dikelola sampai ke tempat pembuangan akhir. Sisanya menumpuk di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Di tengah situasi pandemi, sampah semakin kurang terurus.

Di tengah krisis itu, bergulirlah inisiasi Plastic Exchange. Made Janur Yasa menginisiasinya dari dusun kelahirannya di Banjar Jangkahan, Desa Batuaji, Tabahan. Ternyata aksi ini mendapat sambutan dari masyarakat. Mula-mula mereka menukarkan plastik yang ada di sekitar rumah, dan umumnya dalam bentuk botol polyethylene terephthalate (PET), plastik serba guna.

Dalam perjalanannya, seraya membersihkan lingkungan sekitar rumah masing-masing, mereka pun memunguti plastik yang bisa didaur ulang, dan mengumpulkan sampah lain di tempat pembuangan sementara. Lebih jauh lagi, rombongan pemuda terjun ke parit, sungai-sungai, bahkan pantai, guna membersihkan lingkungan dan mendaur ulang plastik.

Aksi di Desa Batuaji itu cepat meluas ke sejumlah desa lainnya. Ratusan ton plastik dikirim ke Made Janur Yasa. Oleh kelompoknya, plastik itu dicacah dan kemudian dijual ke pabrik pengolahan plastik daur ulang di Surabaya, karena di Bali tak ada. Hasilnya, dibelikan beras ke petani padi di desa-desa tempat asal plastik dikumpulkan. Berasnya dibagi pada warga sesuai jumlah yang dikumpulkan oleh masing-masing. Ekonomi berputar.

Bukan saja warga mendapat manfaat dari nilai plastik daur ulang, lebih dari itu lingkungan menjadi lebih bersih. Program Plastic Exchange itu bisa mempersatukan pemuda  ke dalam satu komunitas yang  menamakan diri mereka Banjars. Pertukaran dilakukan sekali sebulan, secara cash and carry agar manfaatnya dirasakan langsung.  Plastic Exchange lebih menarik ketimbang model bank-bank sampah yang nilai manfaatnya tak langsung bisa dirasakan.

 

Ajaran Tri Hita Kirana

I Made Janus Yasa menuturkan, yang membuatnya terus bersemangat adalah antusiasme warga untuk berpartisipasi. Ia kerap melihat anak-anak remaja yang datang dengan ceria, para orang tua sepuh, dan anak-anak kecil yang datang bersama ibu mereka. Semula, diakui Yasa, para penduduk  begitu tertekan oleh pandemi yang membuat ekonomi keluarga babak belur. Inisiasinya memberi mereka harapan.

Menurut Yasa, budaya Bali yang mementingkan koneksi manusia dengan alam dan koneksi antara sesama manusia juga membantu Plastic Exchange itu lebih mudah dijalankan. Memungut sampah plastik, dalam konteks budaya Bali, adalah bagian dari menjaga hubungan manusia dengan alam.

Seperti umumnya warga Bali, Made Janur Yasa memegang teguh ajaran Tri Hita Karana, yakni tiga jalan menuju kebahagiaan. Tri Hita Kirana, menurut atlet beladiri Aikido itu, adalah falsafah hidup Hindu Bali yang terdiri dari tiga urusan. Yakni, parahyangan yang merupakan hubungan seimbang manusia dengan Tuhan, pawongan yang merupakan hubungan harmonis manusia dengan manusia lainnya, dan palemahan yang berarti hubungan baik, harmonis, dan saling menjaga antara manusia dengan lingkungan fisik di sekitarnya.

Gerakannya Plastic Exchange pun dinarasikan sejalan dengan falsafah Tri Hita Kirana. Membersihkan lingkungan banjar dari sampah plastik adalah kearifan lokal. Warga tak ragu mendukungnya.

Gerakan Plastic Exchange itu rupanya terendus oleh tim seleksi CNN Heroes seri ke-15 tahun 2021. Made Yasa pun lolos dari tahap penyisihan berlapis hingga ia masuk ke jajaran 10 nominee. Dari 10 orang itu, tujuh dari Amerika Serikat dan hanya tiga orang dari luar AS, termasuk Made Janur Yasa.

Pemilihan penghargaan CNN Hero 2021 dilakukan dengan sistem voting secara global. Semua boleh ikut ambil bagian. Deadline voting-nya 7 Desember, dan penobatannya akan dilakukan pada 12 Desember 2021. Bila Anda tertarik berpartisipasi mendukung I Made Janur Yasa, suara dukungan itu bisa diberikan lewat  https://edition.cnn.com/SPECIALS/cnn.heroes/vote/10/.

Gelar CNN Hero hinggga saat ini masih cukup bergengsi dan bisa memberikan pengaruh perluasan dukungan bagi sebuah aktivitas sosial. Hasil voting-nya pun diumumkan lewat layar khusus di studio pusat CNN di Kota Atlanta, Amerika Serikat. [Indonesia.go.id]

 

 

Penulis: Putut Trihusodo

Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed