by

Menciptakan Kepercayaan dan Perasaan Nyaman Terhadap Anak Saat Alami KBGO

-Kabar Puan-68 views

Kabar Damai I Kamis, 15 Juli 2021

Jakarta I kabardamai.id I Saat berseluncur di media sosial, bukan tidak mungkin anak pernah mengalami Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Sayangnya, meski mereka pernah mengalami KBGO, mereka tidak pernah menceritakan masalah ini pada siapapun dan memilih bungkam atau menyimpan untuk dirinya sendiri.

Jenis KBGO yang kerap dialami anak perempuan antara lain ancaman kekerasan seksual, bahasa yang menghina, dimata-matai dan penghinaan fisik. Sebagian besar anak mengalami pelecehan di media sosial pada usia 15-20 tahun, namun sebagian lainnya mengalami pada usia muda yakni sekitar 8-14 tahun. Sedangkan platform tempat terjadinya kekerasan terbanyak terjadi di Facebook, disusul Instagram dan WhatsApp.

Mayoritas korban KBGO di media sosial tersebut pengguna media sosial lainnya yang menyaksikan pelecehan online tersebut membantu mereka. Dan selebihnya berharap pemerintah, media sosial dan perusahaan penyedia platform turut berperan dalam melawan pelecehan seksual.

Baca Juga: Rumah Bekesah Menjadi Ruang Aman Perempuan Bercerita di Samarinda

kekerasan di media sosial ini membuat korban menjadi rendah diri, stres dan merasa tidak aman. Bahkan beberapa di antaranya ada yang terpaksa pindah tempat kerja atau sekolah saat menjadi korban.

Adapun pelakunya mayoritas pelaku KBGO merupaka orang yang dikenal korban. Antara lain teman di media sosial, pacar atau mantan pacar, teman sekolah atau kerja dan akun anonim.

Sebagai orang tua kita tentu marah dan kesal karena anak tidak bercerita kepada kita. Tetapi, kita harus tau penyebab mengapa anak enggan meneritakan KBGO yang dialaminya,  Salah satunya karena rasa takut akan dimarahi oleh kita sebagai orang tua, atau takut membuat kita kecewa.

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus tetap mendekap anak dan mencoba membuat mereka bercerita.

Dikutip dari Parapuan.co Ellen Kusuma selaku Kasubdiv Digital At-Risks SAFEnet memberikan solusi apabila mengalami kondisi seperti ini. Berikut cara agar anak mau bercerita tentang KBGO yang ia alami:

Membangun Kepercayaan

Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak karena hal ini dapat meningkatkan rasa percaya mereka pada kita.

Dengan begitu, anak tidak lagi enggan untuk menceritakan KBGO yang mereka alami. Untuk membangun kepercayaan, Kawan Puan bisa mulai dengan obrolan singkat atau diskusi.

“Anytime they want to talk, we’ll be there (kapan saja mereka ingin bercerita, kita harus ada) sehingga mereka mau bercerita tanpa paksaan dari kita,” kata Ellen.

Menciptakan Perasaan Aman

Rasa aman perlu diciptakan saat anak sudah memiliki keberanian untuk bercerita.

“Memastikan bahwa anak atau remaja yang mengalami KBGO tidak akan dihukum kalau bercerita. Dukung mereka untuk mencari akses bantuan,” jelasnya.

Orang tua perlu meyakinkan pada anak jika mereka akan terlindungi. Ungkapkan pada anak kalau Kawan Puan akan mendukung mereka dengan mencari bantuan.

Menyediakan Alternatif

Jika anak masih enggan menceritakan apa yang mereka alami, maka kamu bisa meminta bantuan orang lain yang lebih ahli seperti psikolog sebagai pendamping.

“Sediakan juga alternatif lain misalnya jika tidak bisa bicara sama bapak, ibu, atau orang lain untuk diajak bercerita. Tawarkan opsi seperti pendampingan psikologis terlebih dahulu,” tutup Ellen.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed