by

Mencegah Perundungan di Dunia Maya

Oleh Mutia Khansa

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Teknologi informasi ditandai dengan lahirnya komputer, laptop, smartphone dan televisi yang perkembangannya sangat cepat. Salah satu bentuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yaitu pengunaan internet.

Saat ini, seluruh orang dapat menggunakan internet dengan akses informasi yang luas dan memiliki berbagai fungsi. Berbagai upaya dilakukan memajukan kualitas ilmu komunikasi dan informasi di Indonesia misalnya Satelit milik Indonesia yang dinamakan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa. Satelit ini dibangun melalui sistem komunikasi yang dikendalikan Indonesia sejak tahun 1974 dan selesai pada tahun 1976. Sistem satelit Palapa ini melancarkan Indonesia mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke berbagai perangkat elektronik, seperti televisi, radio, telepon dan sejenisnya.

Kemudian, perkembangan teknologi siaran televisi yang bermula dari ditemukannya alat teleskop elektronik oleh Paul Nipkow yang menggunakan teleskop elektronik tersebut untuk mengirim gambar tanpa kabel dari satu tempat ke tempat lainnya pada tahun 1884 dan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1962. Selanjutnya, Pada tahun 1990-an, perkembangan IPTEK di Indonesia ditandai dengan diperkenalkannya sistem teknologi informasi berupa jaringan internet. Internet memanfaatkan jaringan berbagai komputer yang terhubung secara langsung.

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang menyebabkan akses internet sangat mudah dilakukan karena munculnya media sosial. Media sosial merupakan sebuah media daring yang digunakan agar para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp, dan lain sebagainya.

Hal ini tentu memudahkan banyak orang untuk berbagi informasi maupun bertukar informasi antara satu orang dengan yang lain tanpa harus bertatap muka satu sama lain dan menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya terjadi. Adanya media sosial memudahkan pengguna untuk    melakukan cyberbullying atau kekerasan cyber. Biasanya, cyberbullying banyak terjadi pada kalangan remaja. Cyberbullying adalah  perlakuan yang  ditujukan  untuk  mempermalukan,  menakut-nakuti, melukai,  atau  menyebabkan  kerugian  bagi  pihak  yang  lemah  dengan  menggunakan  sarana  Teknologi  komunikasi dan Informasi.

Baca Juga: Mewaspadai CyberBullying Sebagai Dampak dari Perkembangan TIK

Terdapat banyak faktor penyebab dari kekerasan cyber, yaitu remaja yang tidak empati dan tidak mengerti tentang etika yang baik secara online mengakibatkan pribadi menjadi yang sulit untuk mengontrol perilaku mereka di dunia online, remaja dengan jiwa yang rentan dapat menjadi pelaku atau korban dari cyberbullying, dan Perilaku yang seringkali dilakukan remaja saat bersosial media menjadi faktor pemicu terjadinya kekerasan cyber. Alasan utama pelaku cyber bullying menggunakan media sosial adalah adanya fitur yang dapat menyembunyikan bahkan  memalsukan  identitas  pelaku. Adapun ciri-ciri dari kejahatan ini, antara lain:

  1. Tidak ada kekerasan fisik (non-violence),
  2. Antara pelaku dan korban sangat sedikit melibatkan kontak fisik (minimize of physical contact),
  3. Memanfaatkan teknologi dan peralatan tertentu (equipment),
  4. Memanfaatkan jaringan telekomunikasi, media dan informatika secara global.

Terdapat pula macam-macam bentuk dari cyberbullying, misalnya tindakan seseorang mengirimkan pesan teks yang berisi kata-kata frontal dan penuh amarah, Tindakan seseorang mengirim pesan-pesan berisi gangguan melalui sms, e-mail, teks jejaring sosial dengan intensitas terus-menerus, Tindakan dilakukan sengaja dan sadar mengumbar keburukan orang lain melalui internet, Tindakan memata-matai, mengganggu, dan pencemaran nama baik terhadap seseorang yang dilakukan secara intens, Tindakan berpura-pura atau menyamar menjadi orang lain untuk melancarkan aksinya mengirimkan pesan-pesan dan status tidak baik, dan tindakan menyebarkan rahasia orang lain.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran yang besar untuk para remaja agar tidak menjadi korban maupun pelaku dari kejahatan cyber. Karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, remaja dapat menggali informasi tentang hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar terhindar dari kejahatan cyber. Beberapa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Sebelum  menyebarkan  informasi,  sebaiknya  dilakukan  pengecekan  dan  verifikasi  terlebih  dahulu
  2. Tata  bahasa  dalam  menggunakan media perlu diperhatikan oleh pengguna
  3. Proses edukasi serta penerapan disiplin diri terhadap  pengguna.
  4. Bimbingan  orang  tua,  sekolah,  serta  lingkungan  masyarakat  terhadap pengguna remaja.
  5. Kampanye anti cyber bullying secara berkala.
  6. Korban harus bersikap aktif dan melaporkan kepada pihak media sosial jika cyber bullying terjadi.

Perkembangan   teknologi   internet   berdampak   positif   terhadap   perkembangan   teknologi   komunikasi.  Dengan  munculnya  teknologi  komunikasi  seperti  media  sosial,  maka  muncul  pula  isu  cyber  bullying. Cyber  bullying merupakan  tindakan  yang  dilakukan oleh  seseorang  atau  sekelompok  orang  terhadap  seseorang  melalui  Text,  gambar/foto,  atau  video  yang  cenderung  merendahkan  dan  Melecehkan.

Karakteristik  media  sosial  yang  memungkinkan pengguna  bertukar  informasi  secara  cepat  dan  fitur  yang memungkinkan  pelaku  untuk  menyembunyikan  identitas menyebabkan  tingkat  kasus cyber bullying terus meningkat. Para remaja  harus  memahami  dan  waspada  terhadap  cara  penggunaan internet  yang  tepat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah berkembang. Untuk    mencegah cyberbullying remaja    dapat    memanfaatkan    pengaturan privasi   yang   ada   di   situs-situs   jejaring   sosial dengan menyesuaikan  pengaturan  untuk  membatasi  dan memonitor  siapa  saja yang  dapat  berkomunikasi dengan    mereka    dan    siapa    saja    yang    dapat membaca konten online mereka.

Sebagai anak bangsa, seharusnya kita bijak dalam penggunaan media sosial. Perlunya kendali agar segala yang dilakukan tidak berbahaya dan salah. Pentingbagi kita untuk melakukan pencegahan seperti pertimbangkan sebelum memposting atau mengirim foto, atur privasi di media sosial, lindungi password akun media sosial, hindari memposting informasi pribadi dan selektif dalam membahas topik tertentu.

Oleh Mutia Khansa, Siswi SMAN 1 Pontianak

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed