by

Mencegah Paparan Hoax dengan Tabayyun Masa Kini

Kabar Damai I Senin, 28 Juni 2021

Jakarta I kabardamai.id I Dalam interaksi sosial di kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa adab dan perilaku yang harus diamalkan seorang muslim, di antaranya adalah melakukan tabayyun. Tabayyun adalah salah satu ajaran Islam yang sudah dikenalkan sejak zaman Rasulullah SAW. Dalam dunia modern seperti saat ini tabayyun bisa diartikan sebagai cek dan ricek atas sebuah kabar yang beredar.

Secara umum, tabayyun berkaitan dengan interaksi dengan manusia. Sikap Tabayyun digunakan terutama untuk menyelesaikan masalah. Caranya yakni dengan mengklarifikasi dan menganalisis masalah yang terjadi. Sehingga diharapkan setelah menerapkan sikap Tabayyun, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih bijak, arif, dan lebih tepat sesuai keadaan masyarakat sekitarnya.

Namun, di era modern ini malah banyak orang yang langsung percaya dengan informasi atau berita yang beredar di sosial media, tanpa di cek atau ricek terlebih dahulu kebenaran maupun faktanya. Itulah menyebabkan timbulnya fitnah yang dapat menyinggung kehidupan orang lain.

Untuk itu, perlu diterapkan sikap tabayyun pada diri kita agar tidak merugikan diri sediri maupun orang lain. Berikut ini penjelasan mengenai definisi sikap tabayyun beserta cara bertabayyun dalam islam yang telah dilansir dari Liputan6.com.

Definisi Sikap Tabayyun

Tabayyun adalah perilaku penting yang harus dilakukan setiap individu. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan persebaran informasi yang amat pesat. Setiap hari, kita dibombardir dengan banyak informasi dan sering kali informasi itu belum jelas asal usulnya, serta isinya belum tentu valid dan benar.

Dalam bahasa Arab, tabayyun adalah mencari kejelasan hingga terang dan benar. Sementara itu, secara istilah pengertian tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi, dan mencari kebenaran dari informasi tersebut.

Baca Juga: Berkenalan dengan Ajaran Agama Sikh

Sikap tabayyun perlu ditanamkan dalam diri seorang Muslim. Ketika menerima berita, hendaknya seorang Muslim mencari kebenarannya terlebih dahulu. Dan sebelum membagikannya, pastikan informasi tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan terlebih dahulu. Jangan sampai informasi yang disampaikan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Tabayyun adalah termasuk akhlak mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan pergaulan. Dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah paham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik.

Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak menyesal di kemudian hari seperti yang tertuang dalam surat Al Hujurat ayat 6.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka bersungguh-sungguhlah mencari kejelasan agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal.” (QS. Al-Hujurat[49]: 6).

 

Dari ayat di atas, tabayun dapat dilakukan dalam dua hal. Pertama, tabayun dilakukan pada pembawa berita. Perlu dicari informasinya apakah pembawa berita itu bisa dipercaya atau tidak. Kedua, tabayun pada isi berita, apakah isi berita atau informasinya benar atau tidak.

Cara Bertabayyun dalam Islam

Untuk bisa bersikap tabayyun, seorang Muslim harus terbiasa dengan kegiatan riset informasi. Islam sendiri telah mengenal berbagai jenis riset yang didasarkan pada pendapat ilmuwan seperti Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ibnu khaldun, dan Imam Ghazali.

Ada beberapa jenis riset yang perlu Anda ketahui untuk dapat menerapkan sikap tabayyun adalah sebagai berikut :

  1. Riset Bayani

Adalah penelitian yang ditujukan untuk mengenal gejala dan proses alam beserta makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Contohnya mengenai warna hewan, tingkah laku hewan, dan pola perkembangbiakan hewan.

  1. Riset Istiqra’i

Adalah penelitian yang ditujukan untuk mencari informasi kebudayaan dan kehidupan sosial manusia. Saat ini riset istiqra’i banyak digunakan dalam cabang ilmu sosial.

  1. Riset Jadali

Adalah riset yang dimaksudkan untuk mencari kebenaran yang didasarkan pada pola berpikir rasional (rasionale exercise). Jenis riset ini digunakan dalam beberapa cabang ilmu seperti ilmu mantiq dan filsafat.

  1. Riset Burhani

Adalah riset yang berfokus pada kegiatan eksperimen atau percobaan ilmiah seperti temuan obat dan teknologi.

  1. Riset Irfani

Adalah riset yang mempelajari aspek ajaran Islam. Jenis riset ini banyak digunakan dalam cabang ilmu tasawuf.

Dampak dari Meninggalkan Sikap Tabayyun

Sikap tabayyun adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya. Namun jika kita meninggalkan atau menyelekan sikap tabayyun, maka malah akan menimbulkan fitnah.

Sering kita mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Ini bukan sekadar ungkapan, tetapi ada dalilnya yakni firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 191 yang berbunyi :

Waalfitnatu asyaddu mina alqatli

Artinya : “Fitnah itu bahayanya lebih besar dari pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah Ayat 191:2)

Begitu bahayanya fitnah tentu membuat kita umat Islam harus lebih hati-hati jika ingin menyebar sebuah informasi di media sosial. Berikut ini dampak lain dari meninggalkan sikap tabayyun adalah :

  1. Menuduh orang baik dan bersih dengan dusta.
  2. Timbul kecemasan dan penyesalan.
  3. Terjadinya kesalahpahaman bahkan pertumpahan darah antar umat muslim.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Dolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed