by

Mencegah Bully dan Kekerasan Cyber dengan Bijak Menggunakan TIK

Oleh: Muhammad Ridwan

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, pengelolaan dan penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media. Perkembangan kehidupan manusia dari zaman pra-sejarah sampai zaman modern tidak terlepas dari sistem komunikasi dan informasi. Teknologi informasi menggambarkan perkembangan peradaban manusia yang diiringi melalui perkembangan cara penyampaian informasi.

Dulunya manusia purba menyampaikan informasi melalui lukisan di dinding-dinding goa. Sekarang arus informasi sudah bisa diakses dengan mudah melalui internet. Begitu pula ragam informasinya. Masa sekarang semakin banyak informasi yang diserap. Internet seolah mampu memberikan informasi tanpa batas.

Namun, hal ini tidak dirasakan pada zaman lampau. Pada awal sejarah, bahasa dipakai sebagai alat tukar informasi. Hanya saja, bahasa lisan memiliki kelemahan yakni informasinya mudah dilupakan dan tidak bisa disimpan lama, termasuk ada keterbatasan jangkauan suara.

Lalu, sedikit lebih maju, informasi berkembang menggunakan gambar dari zaman purba sampai sekarang. Sejak ditemukan alfabet dan angka arabik, penyampaian informasi berjalan lebih efisien. Alfabet memudahkan manusia untuk menyampaikan informasi melalui tulisan.

Saat ditemukan teknologi pencetakan, informasi menjadi lebih mudah disebarkan. Hal serupa juga terjadi ketika mulai muncul radio, televisi, hingga komputer yang membuat informasi menyebar jauh lebih luas jangkauannya. Setelah itu, teknologi informasi menjadi suatu disiplin ilmu yang penting. Teknologi informasi merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.

Baca Juga: Memahami dan Mencegah Cyberbullying Bagi Remaja

Ilmu teknologi informasi digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, bahkan sampai ke urusan pemerintahan dalam pengambilan keputusan. Dalam teknologi informasi diperlukan seperangkat komputer dan sistem jaringan sesuai kebutuhan. Setidaknya ada tiga hal untuk membantu mendapatkan informasi yang relevan dan akurat, yaitu data, metode pengolah data.

Teknologi komunikasi untuk menyampaikan informasi telah bergulir sejak zaman prasejarah. Awalnya, komunikasi menggunakan suara dengusan dan isyarat tangan. Lalu, berkembang sampai sekarang yang menggunakan peralatan komunikasi lebih modern.

 

  1. Masa Prasejarah (… sampai 3000 SM)

Di zaman prasejarah, manusia purba berkomunikasi melalui informasi di dinding-dinding gua. Mereka menceritakan pengalaman berburu dan binatang buruannya. Mereka melukis untuk mewakili berbagai hal yang hendak dikatakan. Obrolan di antara manusia masih sebatas dengusan, bahasa isyarat, dan gerakan tangan.

 

  1. Masa Sejarah (3000 SM sampai dengan 1400 M)

Di masa sejarah, teknologi komunikasi berevolusi menjadi lebih baik. Proses menggambar di dinding gua masih berlangsung. Namun, berkembang lagi caranya dengan menggunakan simbol seperti pada masa kehidupan Bangsa Sumeria yang memakai huruf piktograf di era 3000 SM. Lalu, periode 2900 SM muncul huruf hieroglif oleh bangsa Mesir kuno. Di tahun 1570-1045 SM, sistem menulis ikut berkembang pada masa dinasti Shang di Cina. Masuk ke masa tahun 500 SM, bangsa Mesir kuno memakai pohon papyrus sebagai kertas. Serat papyrus ditulisi beragam informasi.Selanjutnya, Tsai Lun dari bangsa Cina menemukan kertas dari serat bambu dan memungkinkan sistem pencetakan memakai blok kayu yang ditoreh dan dilumuri tinta.

 

  1. Masa Modern (1400 M – sekarang)

Pada masa modern teknologi komunikasi telah memungkinkan informasi bisa menyebar sangat luas. Di masa ini ditemukan koran, telegraf, telepon, mesin ketik, radio, televisi, hingga internet yang memudahkan orang berkomunikasi sekaligus menyampaikan informasi lebih cepat.

Perkembangan teknologi tidak membatasi terjadinya praktik bullying secara langsung atau pun terjadi dalam dunia maya seperti pada media sosial. Dampak dari teknologi ini dapat meningkatkan terjadinya praktik bullying dimana pun terutama yang terjadi pada usia anak atau pun remaja. Ngomong-ngomong tentang bullying, apa itu bullying?

Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan secara sadar untuk menyakiti, mengintimidasi, menimbulkan kekhawatiran berulang terhadap korban yang dinggap lemah secara kekuatannya.

Bullying dan kekerasan cyber itu sama saja dengan cyberbullying. Cyberbullying adalah bullying dengan menggunakan media teknologi. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Pelaku cyber bullying melakukan intimidasi kepada korbannya dengan cara mengancam, melecehkan, dan mempermalukan mereka. Karena berbasis teknologi, maka jangkauan dari cyber bullying juga sangatlah luas alias tidak terbatas.

Contoh kasus cyberbullying yang banyak dijumpai adalah kegiatan memposting informasi pribadi orang lain baik dalam bentuk gambar atau video dengan tujuan untuk mempermalukan dan menyakiti orang tersebut. Ada juga yang berupa ancaman dan umpatan kasar melalui pesan yang memang sudah diperhitungkan.

Dengan beberapa contoh yang sudah disebutkan di atas, terdapat juga cara mencegah cyberbullying ini baik oleh diri sendiri maupun oleh orang tua.

 

Pencegahan oleh diri sendiri

  1. Menambah wawasan mengenai cyberbullying itu sendiri serta bentuk dan dampak dari perilaku bullying.
  2. Pertimbangkan sebelum memposting atau mengirim foto;
  3. Atur privasi di media sosial;
  4. Teliti saat mengirim dan menerima pesan;
  5. Hindari memposting informasi pribadi;

 

Pencegahan oleh orang tua

  1. Berikan edukasi cara online yang aman;
  2. Pahami media sosial yang digunakan anak;
  3. Awasi kegiatan online yang dilakukan anak;
  4. Mengajari cara menghadapi cyberbullying;
  5. Posisikan diri sebagai teman.

Teknologi yang dianggap telah menjadi penyebab munculnya kesempatan dan mendukung perluasan bentuk perilaku bullying ini dapat dijadikan alat untuk melakukan pencegahan. Dengan menambah dan menyebarluaskan wawasan mengenai bentuk dan dampak dari perilaku bullying, maka dengan demikian wawasan masyarakat akan membangun kesadaran upaya pencegahan lebih besar dibandingkan upaya parsial untuk mengatasi persoalan akibat dampak tindakan perilaku bullying ini.

Dengan perkembangan teknologi ini seharusnya tidak dapat dijadikan sebagai faktor yang dapat meningkatkan jumlah kasus bullying dan kekerasan cyber. Justru dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan dapat memberikan suatu bentuk alternatif solusi yang diharapkan.

 

Oleh: Muhammad Ridwan, Siswa SMAN 1 Pontianak

Diolah dari berbagai sumber

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed