by

“MENARIK REM DARURAT” Harus dilakukan Pemerintah Dalam Penanganan Pandemi

Kabar Damai I Sabtu, 03 Juli 2021

Yogyakarta I Kabardamai.id I Virus Corona atau Covid-19 telah menjadi pandemi yang penyebarannya sangat masih secara global ke banyak negara. Virus yang awalnya menyeruak di Wuhan, Cina ini juga kini telah menjadi sebuah kekhawatiran dunia karena telah menjangkit ribuan manusia dimanapun berada.

Karena sangat mudah menyebar dan menginveksi manusia, kini virus ini telah menyebabkan banyak orang harus merasakan kepedihan akan virus tersebut. Tingkat kematian juga sangat tinggi, selain itu banyak orang yang juga kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan ada juga Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Walaupun demikian, harapan tetap masih ada karena faktanya virus ini dapat disembuhkan.

Berbagai kebijakan diberlakukan dibanyak negara terkait dengan adanya virus ini. Diberlakukannya psychal distancing dan tidak memperbolehkan siapa saja keluar rumah kecuali untuk kebutuhan yang sangat urgent hingga batas waktu yang belum ditentukan. Indonesia juga menjadi negara yang terdampak dari adanya virus corona ini. Banyak orang juga telah ditetapkan positif dan bahkan ada pula yang meninggal dunia.

Baca Juga: Diskusi Publik: Masa Pandemi, Masanya Tingkatkan Kompetensi Diri

Pada situasi seperti ini, menerapkan pola hidup bersih dan sehat sangat perlu dilakukan. Rajin mencuci tangan dan mandi setelah berpergian, mengganti pakaian, menggunakan hand sanitizer, mengonsumsi makanan bersih sehat dan bergizi dan yang paling penting tidak keluar rumah sampai kondisi benar-benar membaik sangat-sangat penting dilakukan.

Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia turut menjadi boomerang yang berpengaruh pada perubahan dalam banyak aspek. Kesehatan menjadi hal vital yang harus selalu diperhatikan karena potensi untuk terpapar sangat tinggi. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan harus bertindak tegas dalam menangani permasalah tersebut.

Kepedulian tentang penanganan Covid-19 juga datang dari K.H. Mustofa Bisri, Tokoh Masyarakat. Melalui kanal youtube Gusdurian, Jumat, (26/6/2021) ia menghimbau kepada semua pihak dalam rangka lebih peduli. Hal ini karena peningkatan sangat masif dalam waktu yang singkat telah terjadi.

“Peningkatan pelonjakan Covid-19 saat ini luar biasa, setiap kita membaca unggahan dimedia sosial sering sekali kita mendengar kabar duka wafat yang disebabkan oleh Covid-19. Dari beberapa yang kita baca bersama, peningkatannya luar biasa sekali. Bahkan kenaikannya sampai lebih dari satu juta dalam rentang waktu yang singkat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa masih banyak yang tidak percaya dan abai dalam adanya pandemi ini. Padahal menurutnya, kasusnya terjadi secara global dan dapat disaksikan secara langsung.

“Pandemi merupakan wabah kemanusiaan dapat mengenai siapa saja. Masih ada yang tidak mempercayainya atau minimal ada yang menganggap ini sepele. Kita telah melihat sendiri atau minimal mendengar berita di dunia bagaimana dampaknya pandemi ini terhadap kebijakan Saudi Arabia tentang haji dan umrah yang bikin kita juga ikut gundah,” tambahnya.

Sebagai musibah yang mengglobal dan dirasakan oleh hampir seluruh dunia. Ia menuturkan bahwa ini merupakan nentuk pelajaran dari Allah bagi manusia.

“Ini seperti yang sering saya katakan bahwa ini adalah musibah kemanusiaan, bukan musibah perorangan atau kelompok, partai, negeri, daerah atau etnis. Tapi negeri dan manusia. Allah SWT sedang ingin memberikan pelajaran kepada semua umat manusia,” tuturnya.

Menurutnya pula, mau tidak mau dan percaya atau tidak percaya. Pandemi adalah permasalahan yang serius.

“Tentu saja hal pelonjakan kasus Covid-19 ini tentu memiliki dampak yang luas sekali, misalnya kita mendengar rumah sakit penuh. Kemudian  shalter di Kabupaten hingga desa penuh. Kekurangan dokter dan tenaga medis yang berada digaris depan untuk mengurusi pandemi ini tentu saja mengalami kelelahan yang serius,”.

“Rasa kemanusiaan kita terutama sebagai bangsa Indonesia yang adil dan beradab harus membuat kita memprioritaskan persoalan kemanusiaan ini dari yang lain-lain. Soal politik dan apasaja bahkan ekonomi. Bagaimana kita mengekang laju penularan sehingga kita bisa berbuat yang lain,” tambahnya.

Lebih jauh, Gus Muh biasa ia disapa mengharapkan agar pemerintah secepat mungkin melakukan rem darurat dalam rangka menangani permasalahan yang ada.

“Pertama, saya mengharapkan pemerintah hendaknya tegas seperti apa yang dihimbau oleh banyak kalangan untuk segera menarik rem darurat. Apakah dalam bentuk membatasi kegiatan masyarakat, atau sejenisnya, yang jelas pemerintah harus melakukan tindakan yang tegas dan jelas untuk menanggulanginya. Jangan ditunda-tunda karena ini prioritas,” pintanya.

Selain pemerintah, ia juga berharap pada tokoh masyarakat agar lebih masif mensosialisasikan tentang Covid-19 kepada masyarakat luas.

“Kepada tokoh-tokoh masyarakat, saya mengharapkan mereka terlibat dan mensosialisasikan kepada masyarakat yang belum faham dan menganggap ini tidak ada agar diberi penjelasan sejelas-jelasnya,”.

“Kita himbau bersabar demi kepentingan bersama bukan kepentingan masing-masing. Kita sedang dituntut untuk lebih peduli kepada sesama,” tambahnya lagi.

Sebagai manusia yang beriman, meminta kepada Allah adalah cara yang paling ampuh dan harus selalu dilakukan.

“Kita juga jangan pernah berhenti memohon kepada Allah SWT, mari kita beristigfar kepada Allah. Siapa tau pengampuna Allah atas dosa-dosa kita dapat mengembalikan rahmat-Nya kepada kita semua. Menolong kita dari pandemic yang cukup mengancam ketenangan kita,” bebernya.

Terakhir, ia tak henti mengingatkan bahwa menyelesaikan permasalahan Covid-19 adalah prioritas. Selain itu, kompak dan bersatu dalam menghadapinya juga harus dilakukan.

“Sekali lagi, mari kita prioritaskan persoalan ini. Urusan yang lain kita hentikan. Sesama manusia dalam persaudaraan kita melakukan upaya-upaya, ikhtiar lahiriyah dan tentu saja dengan batiniah. Memohon belas kasihnya kepada kita semua. Semoga kita bersama dapat kompak bersama menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed