by

Menanamkan Nilai Karakter Anak dengan Mengembangkan Pendidikan Nilai

Kabar Damai I Sabtu 10 Juli 2021

Jakarta Ikabardamai.id I Passing over adalah istilah yang populer dalam studi agama, passing over adalah ruang perjumpaan. Pendidikan menghidupkan nilai adalah metode yang dikembangkan sejak trahun 2000 sekitar 20 tahun yang lalu, untuk mengembangkan pendidikan nilai (values education) atau pendidikan karakter.

Menurut Buddhy Munawar-Rachman, Dosen STF Driyarkara, pendidikan nilai adalah pendidikan yang dimulai dari pendidikan pikiran kepada pendidikan hati.

“Jadi kita bisa telaah di sekolah Indonesia apakah memberikan pendidikan hati, dengan membuka hati agar pikiran terbuka dan anak didik menjadi terbuka hati dan pikirannya,” ujar Buddhy dalam webinar mengenai pendidikan karakter, Jumat  (09/7/2021)

Cara mengembangkan pendidikan nilai adalah dengan belajar bagaimana tahu, bagaimana melakukan, bagaimana menjadi, bagaimana hidup, dan terakhir bagaimana hidup dengan orang lain, lalu belajar bagaimana mentransformasikan diri dengan orang lain, dan bagaimana belajar cara berbagi.

Sedangkan pendidikan di Indonesia berkutat dari bagaimana belajar cara untuk tahu, sedangkan mempelajari hal lainnya cenderung kurang. Apakah dalam pendidikan kita sudah ada penerapan bagaimana hidup bersama orang lain? Pendidikan seharusnya  melatih siswa untuk bisa mentransformasikan dirinya dan mentransformasikan masyarakat.

Berpikir Design for Change

Bagaimana cara belajar berpikir desain yaitu dengan Rasakan, anak didik diajak melangkah keluar untuk mengamati permasalahan dan mendengarkan apa pendapat orang lain tentang masalah tersebut. Kemudian ajak anak untuk membayangkan bersama-sama, memilih dan merancang solusi unik atas masalah yang dihadapi.

Baca Juga: Kolaborasi Munculkan Inovasi Inspiratif Pendidikan Masa Pandemi

Buddhy kemudian melanjutkan pemaparannya, “Selanjutnya ajak anak didik untuk menerapkan solusi unik yang sudah disepakati untuk mencipta perubahan, lalu merefleksikan dampak dari solusi yang mereka pilih. Terakhir anak didik berbagi kisah keberhasilan kepada orang dewasa dan anak-anak lainnya untuk menybarkan virus  #Akubisa,” ungkap Buddhy.

dengan dilatih pendidikan model design for change anak-anak akan merundingkan segala permasalahan secara bersama untuk merasakan apa yang orang lain rasakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Star Educator atau Pendidikan Nilai

Sebagai guru kita harus menghidupkan dan membangunkan suasana berbasiskan nilai-nilai, guru guru perlu dilatih untuk menghidupkan nilai perdamaian dan karakter yang baik. Kebutuhan lingkungan yang harus dihidupkan oleh guru berkaitan dengan perasaan. Seorang guru harus memperlakukan anak didik dengan menyayangi, kemudian memahi, menghargai dan memunculkan rasa aman terhadap anak didik.

“Kalau guru mau mengembangkan nilai di sekolah siswa harus merasa disayangi, dipahami, merasa bernilai, merasa dihargai, dan merasa aman.Karena kebutuhan lingkungan berkaitan dengan perasaan yang dibutuhkan oleh siswa. Memberikan nilai bukan berarti angka, tetapi memberi kebahagiaan bagi anak-anak,” terang Buddhy.

12 Nilai Living Values Education yang diterjemahkan ke nilai-nilai sekolah

Living Values Education (LVE) adalah program pendidikan nilai-nilai universal yang menyajikan berbagai macam aktivitas pengalaman dan metode praktis bagi para guru dan fasilitator untuk membantu anak-anak dalam mengeksplorasi dan mengembangkan nilainilai universal.

Kegiatan LVE berupa pelatihan menghidupkan nilai-nilai yang dikemas dengan metode yang menyenangkan, yaitu berupa praktik menghidupkan nilai, bermain games, dan menyanyikan lagu-lagu yang bertujuan untuk menanamkan nilai karakter. Setelahmengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan masyarakat

12 Nilai Living Values Education yang  harus diterjemahkan ke nilai-nilai sekolah adalah kerjasama, damai, menghargai, kesederhanaan, tanggung jawab, kebebasan, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, kebahagiaan, kasih sayang, persatuan dan rendah hati.

Filsafat dari Living Values Education adalah mengandaikan asumsi nilai-nilai universal. Nilai-nilai universal mengajarkan menghargai manusia lain, dan bahwa tiap manusia memiliki harga diri. Belajar menikmati nilai-nilai tersebut menciptakan kesejahteraan (well being) bagi individu dan masyarakat luas.

Manusia akan tumbuh berkembang dalam suasana bermuatan nilai di lingkungan positif dan aman yang saling menghargai dan memperhatikan. Dalam lingkungan seperti itu manusia dipandang mampu belajar membuat pilihan-pilihan sosial.

“Karena nanti ketika peserta didik dewasa, siswa akan dihadapkan oleh pilihan entah itu ke kiri atau ke kanan dan jikia dia memiliki nilai dan dia tahu menghidupkan nilai dia akan terbantu di dalam membuat nilai dan mengambil keputusan, begitu kita tahu nilai yang penting untuk kita itu apa,” pungkasnya.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed