by

Menag: Pesparani 2021 Harus Adaptif dengan Anak Muda dan Pandemi

Kabar Damai | Senin, 26 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kegiatan keagamaan Kementerian Agama pada 2021 berbasis kepedulian dan penanganan covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag pada pertemuan virtual yang membahas rencana pelaksanaan Pesta Paduan suara Gerejani (Pesparani) bersama Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dan Ditjen Bimas Katolik, di Jakarta.

“Terkait rencana pelaksanaan Pesparani tahun 2021, kegiatan ini harus adaptif dengan anak muda dan kondisi Pandemi Covid 19 yang masih mewabah di negara kita tercinta ini,”ujar Menag Yaqut, Jumat, 23 Juli 2021.

Melansir laman Kementerian Agama,  Menag menjelaskan, kegiatan keagamaan termasuk Pesparani dapat digelar dengan sekreatif mungkin dan berdamai dengan situasi pandemi yang belum berakhir.

Baca Juga: Survei Kemenag: Religiusitas Masyarakat di Masa Pandemi Meningkat

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh LP3KN dan Dirjen Bimas Katolik,” kata Menag, kutip dari kemenag.go.id.

“Kegiatan keagamaan memang perlu diperbanyak dan digalakkan agar para generasi muda dapat terus dekat dengan kegiatan-kegiatan bernafaskan agama,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Yohanes Bayu Samudro dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini akan diramu sedemikian rupa agar dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Kegiatan ini sudah kami diskusikan dengan LP3KN sampai detil agar dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak, mudah-mudah kegiatan ini bisa menjadi salah satu referensi ibadah bagi seluruh umat katolik dan umat beragama lainnya,” ujar Bayu.

Tampak hadir mendampingi Menag, staf khusus Abdul Rochman, Wibowo Prasetyo dan  juga Romo Heri yang bergabung secara virtual.Sementara, Ketua LP3KN Adrianus Meliala  meyakinkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat namun tetap bisa membawa manfaat bagi seluruh umat.

“Kegiatan ini akan dilakukan secara virtual bertajuk Kreasi Virtual Katolik kami berharap semua kalangan dapat menerima dan membantu mensukseskan acara ini,” ucap Adrianus

Kegiatan Pesparani 2021 rencananya akan digelar pada tanggal 2 – 28 OKtober 2021 secara virtual dengan agenda kegiatan Tutur Kitab Suci, Mazmur Tanggapan dan Cerdas Cermat Rohani.

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional 2022

Sementara itu, Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional tahun 2022. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., seusai beraudiensi dengan DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kamis, 03 Juni 2021 lalu.

Melansir suarapemerintah.id, Ngarsa Dalem menyambut baik penyelenggaraan Pesparawi Nasional tersebut dan menyatakan kesiapan Pemda DIY untuk mendukung pelaksanaannya. Pesparawi sendiri merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan agama Kristen dalam bentuk pesta paduan suara yang diselenggarakan LPPN (Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional) dengan melibatkan gereja-gereja di Indonesia secara nasional.

Penyelenggaraan kegiatan ini awalnya direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2021, namun harus mundur karena kondisi pandemi yang masih belum terkendali.

Terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah berdasarkan pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2018 di Pontianak. Berdasarkan penilaian dan pertimbangan yang telah dilakukan, seluruh peserta Munas kemudian menetapkan Yogyakarta sebagai tuan rumah Pesparawi tahun 2022.

Menurut Thomas, Yogyakarta mempunyai ciri yang berbeda dengan beberapa tempat di mana Pesparawi Nasional pernah diselenggarakan sebelumnya. “Ada sedikit yang berbeda yaitu momentum pelaksanaan Pesparawi ini akan dijadikan juga untuk merekatkan persaudaraan antarbangsa dalam berbagai ragam agama,” ungkapnya.

Pesparawi Nasional ini akan diselenggarakan pada bulan Juni–Juli tahun 2022. Penyelenggaraan kali ini juga akan melibatkan pemeluk agama-agama lain dalam beberapa aktivitas yang dilakukan. Hal inilah yang membedakan Pesparawi kali ini dengan Pesparawi di tahun-tahun sebelumnya.

Turut menghadiri audiensi ini, Setditjen Bimas Kristen Urbanus Rahangmetan, Ketua Bidang I LPPN John Hutabarat, Ketua Harian LPPN Saur Hasugian, Ketua Umum LPPD DIY Agus Haryanto, Kepala Bappeda DIY Beni Suharsono, dan Plt. Kepala Biro Mental Spiritual DIY Maladi.

 

Editor: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed