by

Menag: Anak Muda Harus Memperteguh Pancasila dan Moderasi Beragama

Kabar Damai I Minggu, 21 November 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Memiliki kekayaan yang tidak hanya meliputi sumber daya alam dan sumber daya manusia namun juga banyak sektor lainnya seperti agama, ras, etnis serta golongan menjadikan Indonesia sebagai negara besar dan penuh anugerah dari sang pencipta. Oleh karenanya, mengelola dan merawatnya menjadi tantangan yang harus selalu konsisten dilakukan.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas melalui sambutannya dalam Puncak Pesta Bhinneka Bertaut yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Radio (KBR), Jumat, (19/11/2021) menyatakan bahwa keberagaman Indonesia merupakan realitas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

“Bangsa Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat kompleks, kebinekaan adalah realitas bangsa kita. Bukan hanya etnis, bahasa dan budaya tapi juga agama dan keyakinan. Kemajemukan ini adalah kekayaan bangsa Indonesia yang mungkin tidak dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kemajemukan mengajarkan kita agar mampu mengelola dengan baik sehingga terjalin kerukunan dan perdamaian ditengah masyarakat.

“Seperti kita tahu bahwa kompleksitas bangsa kita saat ini sedang menghadapi tantangan dan perubahan yang dahsyat diera distrubsi sehingga banyak muda yang harus terus meningkatkan kapasitas diri menyongsong perubahan-perubahan yang terus terjadi,” tambahnya.

Menurutnya pula, anak-anak muda harus punya karakter yang kuat dan dinamis dengan cara ingin tahu banyak hal baru demi mendapatkan pengalaman baru sekaligus mencari tantangan yang memberi semangat baru.

Jangan pernah terjebak dalam arus perilaku negatif yang bisa menghancurkan masa depan. Kalian adalah masa depan Indonesia dan Indonesia masa depan kita.

Lebih jauh, Menaq juga menyoroti masifnya internet dalam aspek pemanfaatan oleh generasi muda.

Baca Juga: Hari Toleransi Internasional, Menag Sebut Keragamaan adalah Kekayaan

“Dalam kehidupan sosial keagamaan diera besarnya internet dan dunia digital terdapat konten digital dengan ragam yang berwarna-warni. Anak muda harus mampu memiliki kemampuan untuk memilah dan menyaring dengan baik,”.

“Hasil studi sebuah lembaga penelitian menyebutkan bahwa internet berpengaruh besar pada meningkatnya pemahaman sikap dan perilaku ekstrem pada generasi milenial atau generasi Z. Sedangkan media digital atau internet hanya sarana sehingga dibutuhkan kemampuan dalam literasi digital yang lebih baik,” terangnya.

Berkaitan dengan perayaan Indonesia Baik sepanjang 2021 yang dilakukan oleh KBR dalam rangka mengkampanyekan toleransi dan keberagaman khusunya pada generasi muda. Ia mengungkapkan apresiasinya.

“Saya menyambut baik program Indonesia Baik dalam rangka Hari Toleransi Internasional 16 November 2021 dengan acara puncak Pesta Bhinneka Bertaut,”.

“Program ini sangat tepat untuk menyasar anak muda dalam membangun kesadaran dan partisipasi anak muda dalam mengkampanyekan toleransi dan semangat keberagaman melalui karya dan aksi kekinian seperti konten kreatif,” ujarnya.

Tak lupa, ia mengungkapkan pesan dan harapannya kepada generasi muda. Menurutnya, anak muda harus terus memperteguh pancasila dan juga moderasi beragama.

“Sebagai generasi muda, kalian harus memiliki kesadaran, komitmen dan kerja bersama dalam menjalankan dan menjaga Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan terus memperteguh pancasila dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Diwujudkan dengan membangun kebersamaan, toleransi, gotong royong, solidaritas sosial dengan tidak membeda-bedakan suku, agama dan budaya dalam pergaulan,”.

“Anak muda harus terus berkarya, jangan berhenti dikalian. Tetap optimis untuk Indonesia Baik dan untuk Indonesia maju,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed